Kitab Semesta bagian-19 ( ayat 2496 SD 2608)
Ingatlah selalu akan Firman Tuhan kepada Ibraham, perihal tanah yang telah dijanjikan, menjadikan keturunannya seperti debu tanah banyaknya, sebanyak bintang di langit, yang tak terhitung jumlahnya, kemudian dari keturunannya kelak akan lahir bangsa yang besar dan terberkati, menjadi ibu bangsa-bangsa dan raja bangsa-bangsa, menjadikan namanya mashur dan menjadi berkat bagi semua.
Dalam tidurnya bernaung gelap gulita yang menyeramkan, terdengar Firman Tuhan akan keturunannya yang kelak menjadi orang asing di suatu negeri, yang bukan kepunyaan mereka, mereka akan diperbudak dan dianiaya, empat ratus tahun lamanya, dan bangsa yang memperbudak mereka mendapat hukuman, sesudah itu mereka akan keluar dengan harta benda yang banyak.
Maka ambilah pelajaran dari masa lalu, jika tak ingin diperbudak, maka janganlah kalian memperbudak bangsa lainnya.
Jika tak ingin diperangi, maka janganlah kalian memerangi bangsa lainnya.
Dan ingatlah ketika Ibrahim berumur sembilan puluh sembilan tahun, ketika Tuhan menampakkan diri kepadanya, maka sujudlah Ibraham, lalu berfirmanlah Tuhanmu:
"Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat; haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu. Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi perjanjian yang kekal."
Maka bersunatlah , ketika kalian tidak lagi bersunat maka kalian telah keluar dari perjanjian tauhid antara Abraham dan Tuhanmu yang berlaku kekal kepada anak keturunannya.
Dan ingatlah kembali perjanjian kekal antara Ibraham dan Tuhanmu, serta keturunannya supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu.
Maka bertauhidlah dengan benar, bahwa Allah, YHWH berbeda dengan makhluk ciptaan.
Janganlah lagi kalian menyatakan Yesus sebagai Tuhan, sebab ia hanya seorang utusan.
Tuhanmu ada sebelum segala sesuatunya tercipta.
Yesus putera Maryam ada setelah Maryam lahir ke dunia, tanpa adanya Maryam maka tidak pernah ada kelahiran Yesus di dunia, tetapi tidak dengan Tuhanmu yang ada sebelum segala sesuatunya itu ada.
Ibraham, Musa tidak pernah mengenal Yesus, tetapi mereka mengenal YHWH, Allah satu-satunya Tuhan Yang Esa, yang diikat dalam perjanjian kekal secara turun temurun.
Jika tiba masanya, gurun pasir menjadi hijau, sungai-sungai muncul secara tiba-tiba. Maka tergenapilah nubuat dari masa lalu akan datangnya kerajaan Allah, zaman penuh kelimpahan dan kedamaian yang hadir setelah datangnya masa-masa sulit.
Karena begitulah FirmanNya, "Serigala dan anak domba akan bersama-sama makan rumput, singa akan makan jerami seperti lembu dan ular akan hidup dari debu. Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di setiap gunung-Ku yang Kudus".
Dan janganlah lagi kalian beranggapan bahwa kerajaan Tuhan dibangun diatas tetesan darah dan airmata, sebab Tuhanmu bekerja dengan sempurna, penuh dengan Cinta Kasih dan Cahaya Kemuliaan.
Maka palingkanlah wajahmu dari ajakan untuk berperang; ajakan untuk membunuh sesamamu dengan mengatasnamakan Tuhan dan agama.
Maka bersatulah dalam ikatan tauhid yang murni, sebab waktunya telah dekat.
Agama-agama akan saling bersaing dalam memperebutkan pengaruh, akan merasa Tuhan yang diusungnya merupakan Tuhan yang paling benar.
Namun ketahuilah bahwa Aku , merupakan satu-satunya Tuhan yang tak tersandera kelompok agama manapun, Akulah Tuhan Semesta alam, Aku adalah Aku, ribuan nama telah dinisbatkan kepada-Ku sebagai bentuk penghormatan, maka kenalilah Aku sebagai Tuhan yang berada diatas segalanya.
Akulah Raja di atas raja. Akulah Tuhan yang tak dapat terpikirkan, melihatNya engkau akan binasa. Maka kenalilah Aku berdasarkan kesaksian diri, bukan semata kesaksian orang-orang di masa lalu.
Akulah Tuhan Yang Maha Segalanya, kemanapun engkau hadapkan wajahmu , disitulah Aku.
Akulah Tuhan Yang Maha Wujud, tak ada makhluk yang dapat melihat Cahaya Kebesaran dan Kemuliaan -Ku, laksana pandangan semut yang berada tepat di depan gunung, ia tak dapat melihat dasar maupun puncaknya, yang dilihat hanya setitik kecil dinding gunung- dari banyaknya gunung-gunung yang ada di seluruh jagad semesta.
islam #Kristen #yahudi #almasih #Yesus #Muhammad #Musa #tauhid #Trinitas #unitarian #juruselamat #messiah #messias
Ada baiknya membaca bagian awal Kitab Semesta dengan meng- klik, tautan link di bawah ini :
Kitab Semesta bagian -1 (Ayat 1 s/d 160) :
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10222461344992330&id=1530527757 )
Kitab Semesta bagian -2 (Ayat 161 s/d 270) :
Kitab Semesta bagian-3 (Ayat 271 SD 398) :
Kitab Semesta bagian-4 (Ayat 399 s/d 540)
Kitab Semesta bagian-5 ( ayat 541 SD 703)
Kitab Semesta bagian-6 ( ayat 704 SD 845 )
Kitab Semesta bagian-7 (Ayat 846 S/d 931 )
Kitab Semesta bagian-8 (Ayat. 932 SD 1125)
Kitab Semesta bagian-9 (Ayat. 1226 SD ayat. 1330)
Kitab Semesta bagian-10 (ayat 1331 SD ayat. 1511)
Kitab Semesta bagian-11 (ayat 1512 sd 1632)
Kitab Semesta bagian-12 (ayat 1633 SD 1770)
Kitab Semesta bagian-13 (ayat 1771 SD 1907)
Kitab Semesta bagian-14 ( ayat 1908 SD 2550)
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10226235516664263&id=1530527757
Kitab Semesta bagian-15 ( ayat 2551 SD 2165)
Kitab Semesta bagian-16 (Ayat. 2166 SD 2300)
Kitab Semesta bagian-17 (ayat. 2301 SD 2395)
Kitab Semesta bagian-18 (ayat 2396 SD 2495)
Ayat. 2496
Allah Yang Maha Tinggi selalu berfirman dari awal hingga akhir kehidupan, masa kebangkitan hingga keabadian.
Bahkan sebelum segala sesuatunya ada dan menjadi ada, Firman melekat kepada Sang Maha Wujud, sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan.
Kemudian Ia titipkan firman itu kepada para utusanNya, melalui ruh pembimbing agar manusia dapat memahami apa yang Tuhan ajarkan dan kehendaki.
Sebagai bentuk kasih sayangNya, maka Ia hembuskan Ruhul Kudus kedalam hati para utusan-utusanNya, kemudian membisikkan segala firmanNya, sebab jika Tuhanmu bersuara dengan suara yang sebenarNya, maka luluh lantaklah semesta beserta isinya tak kuat menahan Gemuruh Suara KeagunganNya.
Ayat. 2497
Dari bisikan-bisikan dan penglihatan yang terlihat, para utusan-utusan itu kemudian mulai menulis kitab suci yang kelak akan membawa manusia kearah jalan kebaikan.
Ayat. 2498
Tuhan dan utusan-utusanNya itu, laksana hubungan sepasang kekasih, (seolah) hanya dibatasi selembar hijab, karena kedekatan antara makhluk dengan Tuhannya begitu dekat, maka sang makhluk atas ijin-Nya, mampu melakukan berbagai mukjizat yang kekuatannya seolah setara dengan kekuatan Tuhan.
Kemudian diantara pengikut-pengikut itu mulai berfikir, ia telah melakukan banyak mukjizat yang tak masuk di nalar, apakah ia merupakan Tuhan yang berinkarnasi menjadi manusia?.
Ayat. 2499
Maka mulailah sebagian utusan-utusan itu diakui dan diangkat sebagai Tuhan, sebagai juru selamat umat manusia.
Manusia telah lalai bahwa Tuhan ada, sebelum segala sesuatunya ada. Tuhan ada, tanpa harus ada hubungan sebab dan akibat yang menyertaiNya.
Ayat. 2500
Manusia mulai mengkultuskan utusan-utusanNya dengan cerita yang dilebih-lebihkan, menambahinya dengan berbagai kisah penuh keajaiban, namun lupa esensi dari penciptaan yakni mengenal Wujud Sejati dari Sang Pencipta.
Ayat. 2501
Jika kalian menganggap Yesus Tuhan, siapakah yang membangkitkannya dari kematian?.
Jika kalian mengamini Yesus mati di tiang salib, siapakah yang mencabut nyawanya selain Tuhan itu sendiri?. Mungkinkah Tuhan mencabut nyawa Tuhan?.
Jika kalian menganggap Yesus Tuhan, bukankah ia terlahir dari sang perawan?, bukankah ia makhluk ciptaan- yang tercipta dari kehendak-Nya yang Kudus?.
Ayat. 2502
YHWH, Allahmu , Allah Ibrahim, Yakub, Ishak dan Ismail itu tidak sejajar dengan makhluk ciptaan.
Bukankah terdapat dalam kitab kalian bahwa sang utusan ada di sisi kanan Allah?.
Bukankah ia berucap "Eli Eli Lama Sabaktani", memohon kebaikan dan pengampunan kepada-Ku?.
Maka kembalilah kepada tauhid yang benar, seperti yang diajarkan para nabi-nabi dan rasul.
Ayat. 2503
Ketahuilah Allah Tuhanmu itu Maha Kudus, jauh dari kenajisan sebab ia bukan seorang makhluk.
Bukankah para utusan itu disunat, sebagai bentuk perjanjian tauhid seorang hamba kepada Tuhannya?.
Sesuatu yang tidak Alkitabiyah janganlah kalian ikuti, sebab itu merupakan kuasa iblis, bukan kuasa Allah Tuhanmu
Ayat. 2504
Ingatlah selalu firmanKu, "Janganlah membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit diatas atau yang ada dibumi dibawah, atau yang ada didalam air di bawah bumi. jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya.
Hati-hatilah, supaya jangan kamu melupakan perjanjian Tuhan, Allahmu, yang telah diikat-Nya dengan kamu dan membuat bagimu patung yg menyerupai apapun yang oleh Tuhan, Allahmu dilarang kau perbuat.
Janganlah kamu membuat berhala bagimu, dan patung atau tugu berhala janganlah kamu dirikan bagimu, juga batu berukir janganlah kamu tempatkan di negerimu untuk sujud menyembah kepadanya, sebab Akulah Tuhan, Allahmu".
Ayat. 2505
Setelah datang larangan itu, mengapa kalian membuat patung Maria bersama puteranya, menyembah dan menaruhnya dalam rumah peribadatan kalian?.
Bukankan hal demikian bentuk dari pemberhalaan?.
Ajaran siapakah yang kalian ikuti?. Adakah sinagog-sinagoga yang Yesus masuki, tempat ia beribadah memiliki berhala-berhala?.
Maka kembalilah pada jalan yang lurus, bersatulah dalam kesatuan tauhid yang benar.
Kitab Semesta
Ayat. 2506
Ingatlah perjanjian kekal antara Aku dan makhluk-makhluk ciptaan Ku, "Jangan ada padamu Allah lain di hadapan-Ku".
Bukankah Yesus berdoa dan memohon kepadaKu dan berucap, "Inilah hidup sejati dan kekal; supaya orang mengenal YHWH (Bapa) , satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang diutus olehNya."
Ayat. 2507
Lantas mengapa kalian mengangkat sang utusan sebagai Tuhan, bukankah telah jelas batasan antara makhluk dan Tuhan, Tuhanmu Wujud yang tak berbatas, sedang mahkluk memiliki keterbatasan.
Tuhanmu ada sebelum segala sesuatunya ada, sedang makhluk tercipta, memiliki titik awal dan akhir, makhluk ciptaan merupakan wujud yang fana, tetapi tidak dengan Tuhanmu sebab Ia kekal.
Ayat. 2508
Tuhanmu Maha Besar, tidak ada batasan kanan kiri, atas bawah, depan dan belakang.
MelihatNya engkau akan binasa, begitulah Keagungan dan Kemuliaan-Nya yang tiada banding.
Ayat. 2509
Di bawah tahta suci-Nya. Para malaikat tak henti-hentinya memuji KebesaranNya."Inilah YHWH, Allah, Tuhan Yang Sejati, Cahaya Atas Cahaya, Wujud Kemuliaan Yang tiada Banding."
Ayat. 2510
Dibagian yang lain, para utusan bersama para pengikutnya berjajar rapih sedang menunggu hari penghakiman, begitupula dengan para jamaah tanpa pemimpin.
Aku ada dihadapan mereka. Namun mereka tak dapat melihat Kebesaran-Ku, walau sejatinya Aku ini dekat.
Kitab Semesta
Ayat. 2511
Ingatlah ketika Musa diperintahkan oleh Allah untuk naik ke Gunung Sinai untuk menerima 10 perintah Tuhan, ia tinggal di atas gunung selama 40 hari 40 malam lamanya.
Bangsa Israel khawatir Musa yang telah renta tidak kembali, dan bangsa itu berkata kepada Harun untuk membuatkan bagi mereka allah.
Harun menyuruh bangsa itu mengumpulkan anting-anting emas mereka, lalu dari berbagai macam perhiasan yang terkumpul, dibentuk dan dibuatlah anak lembu tuangan.
Dalam tekanan kelompok sukunya, Harun tak dapat berbuat banyak, ia juga mendirikan mezbah di depan anak lembu itu sebagai bentuk penyembahan.
Ayat. 2512
Tuhan lalu menyuruh Musa turun dan Ia berencana untuk membinasakan bangsa Israel dan membuat Musa menjadi bangsa baru yang besar.
Kemudian Musa mencoba melunakkan hati Tuhan sehingga Tuhan tidak jadi membinasakan bangsa pilihan-Nya tersebut.
Ayat. 2513
Musa lalu turun gunung dengan membawa kedua loh batu yang ditulis oleh Allah sendiri.
Saat menuruni gunung, terdengar suara gaduh sahut-sahutan dari kemah bangsa itu.
Kemudian Musa mendapati bangsa itu menyembah anak lembu emas dan orang-orang dengan suka cita tampak menari-nari disekelilingnya, laksana obor yang menyala-nyala, dengan panas hati Musa menjadi murka, kedua loh batu yang dibawanya dilemparkannya dari tangannya dan dipecahkannya di kaki gunung tersebut.
Ayat. 2514
Musa lalu membakar anak lembu emas tersebut dengan api, digiling dan dihancurkannya sampai halus, kemudian ditaburkannya ke atas air dan orang Israel disuruh meminumnya, sebagai bentuk penghukuman.
Musa lalu bertanya kepada Harun mengapa ia mendatangkan dosa sebesar itu kepada bangsa Israel setelah cahaya petunjuk telah sampai kepada mereka.
Ayat. 2515
Musa melihat bahwa orang Israel sudah bertindak melampaui batas, dan Harunlah yang melepaskan mereka, sampai menjadi ejekan bagi musuh mereka, maka Musa mengundang seluruh orang Israel yang berpihak kepadanya dan seluruh tetua suku bani Lewi berkumpul kepada Musa, membahas hukuman apa yang pantas diterima bangsa itu, yang telah durhaka kepada Tuhannya.
Musa lalu memberikan perintah Tuhan kepada bani Lewi untuk berjalan kian ke mari dengan masing-masing mengikatkan pedang di pinggangnya, dari pintu gerbang perkemahan hingga pintu gerbang satunya lagi, dan masing-masing biarlah saling membunuh kemudian matilah tiga ribu orang dari bangsa Israel.
Maka ambilah hikmah dari peristiwa yang pernah terjadi di masa lalu, betapa kerasnya hukuman Allah terhadap orang-orang yang berpaling dari Keesaan-Nya.
Kitab Semesta
Ayat. 2516
Dan bagi kalian pengikut-pengikut Muhammad, janganlah kalian menyombongkan diri sambil berkata, agama kamilah yang paling benar dan sempurna, kamilah pengusung dan penerus tauhid para nabi-nabi dan rasul.
Ketahuilah kalian memang bertauhid dengan benar, namun kalian telah memberhalakan agama, dalam hari yang cerah kalian berjalan dalam gelap.
Ayat. 2517
Tuhanmu Maha Sempurna, menciptakan segala sesuatunya- jagad raya dengan segala isinya dengan penuh perhitungan dan kesempurnaan, mustahil bagi-Nya salah hitung terlebih masalah kecil seperti hukum waris.
Tuhanmu memahami bahwa umatNya akan memiliki ragam budaya, dan itu merupakan ketentuan-Nya, mustahil baginya menghendaki manusia untuk tampil seragam.
Tuhanmu mengajarkan ajaran cinta kasih, penuh dengan Cahaya terang, namun kalian berjalan dalam gelap, membelenggu kebebasan kalian dengan hukum-hukum yang kalian buat sendiri.
Maka kenalilah Allah mu, merupakan YHWH, Allah yang sama dengan Allahnya Ibrahim, Musa, Yakub dan Ishak.
Ayat. 2518
Kenalilah Allahmu, Allah yang ada diatas segalanya, bukan Allah yang berwujud dewa bulan, sisa-sisa pemujaan moyang bangsa arab di masa yang lalu.
Ayat. 2519
Kenalilah Allahmu Yang Esa, Yang mengajarkan ajaran cinta kasih.
Tuhan yang membimbing umatNya menuju Cahaya Terang.
Tuhan yang membawa umatNya kepada keselamatan dan kesejahteraan hidup.
Ayat. 2520
Mustahil Allah yang sejati, Allah Yang Maha Perkasa, Wujud Yang tak perlu dibela, namun mengajarkan umatNya untuk membunuh sesama dengan mengatasnamakan Tuhan dan agama, demi menggapai upah bernama surga.
Kitab Semesta
Ayat. 2521
Wahai orang yang beriman, ketahuilah tidak ada satupun kitab yang dianggap paling sempurna dan lengkap selain ayat-ayatNya yang ada di alam ini.
Segala sesuatu yang memiliki batasan ayat dan halaman, sudah pasti memiliki ketidaksempurnaan, karena Firman itu sejatinya sempurna , tak terbatas dan kekal.
Ayat. 2522
FirmanNya begitu mulia, penuh dengan kekudusan, mustahil bagi-Nya memerintahkan umat yang satu untuk membunuh umat-umat lain yang tak sejalan.
Ayat. 2523
Ajaran Tuhanmu membawa damai, membawa keteduhan didalam hati.
Ajaran-Nya bagai air yang menghapus dahaga bathin, bukan ayat-ayat yang membuat hati semakin gersang, penuh dengan hawa amarah serta kebencian.
Ayat. 2524
Maka kembalilah kepada jalan yang lurus, jalan yang telah dibawa oleh nabi-nabi, para alim ulama, dan rohaniawan-rohaniawan yang telah hadir ditengah-tengah kalian.
Janganlah kalian saling bantah membantah ketika cahaya terang telah hadir menerangi jiwa.
Ayat. 2525
Bersatulah dalam ikatan tauhid yang benar, jadilah umat yang memiliki keteladanan, cinta kasih terhadap sesama.
Jangan lagi kalian tersekat-sekat dalam ruang sempit bernama agama.
Sebab di hari ini kalian adalah makhluk yang merdeka, makhluk yang telah tercerahkan, bukan lagi sekedar sebagai budak-budak keagamaan, yang penuh dengan peribadatan kosong tanpa makna.
Kitab Semesta
Ayat. 2526
Ajarkanlah anak keturunanmu dengan ajaran cinta kasih, penuh pengampunan serta mengasihi antar sesama.
Jika kalian hendak beribadah, beribadahlah dengan hati nan tulus, penuh keikhlasan, bukan sekedar penggugur kewajiban.
Ayat. 2527
Peribadatanmu semata hanya untuk kepentingan dirimu, bukan kebutuhan Tuhan, sebab Tuhanmu sudah Maha Perkasa, Wujud Yang Penuh dengan Keagungan, Wujud Yang Mampu Berdiri Sendiri tanpa tergantung pada peribadatan makhluk.
Ayat. 2528
Beribadahlah dengan penuh khidmat seolah hari ini merupakan hari terakhirmu, jika peribadatanmu hanya sebatas tenggorokan tanpa menyentuh kalbu, maka buah yang dihasilkan darinya hanya kesia-siaan belaka, sekedar peribadatan kosong tanpa makna.
Ayat. 2529
Mereka mengucapkan suatu permohonan doa tanpa henti, tanpa sedikitpun memahami maknanya, laksana mantra yang diucapkan makhluk-makhluk tanpa jiwa.
Ayat. 2530
Maka berdoalah dengan bahasa yang kalian pahami, mintalah kepadaNya apapun yang kalian inginkan, sebab Dia Maha Pemberi.
Janganlah berputus harapan, tetaplah berpegang teguh pada kasih Tuhan, walau pada kenyataannya, jagad semesta laksana titik tanpa makna.
Kitab Semesta
Ayat. 2531
Wahai orang yang beriman, ketahuilah Rahmat Allah, Tuhanmu begitu luas, laksana engkau menuangkan air laut ke darat, berupaya agar laut itu menjadi kering, maka lautan itu tidak akan pernah surut, bahkan airnya akan tetap melimpah, begitulah karunia kasih Tuhanmu.
Ayat. 2532
Maka dari itu, janganlah kalian beranggapan Tuhanmu, Wujud Yang Kejam, gemar menyiksa makhluk-makhlukNya dengan berbagai jenis siksaan yang memedihkan.
Tuhanmu, Tuhan Yang Maha Adil, Dia ciptakan surga untuk membalas segala kebaikanmu selama di dunia.
Ayat. 2533
Dan Diapun menciptakan neraka, diperuntukkan bagi mereka para manusia pendosa, laksana sebuah piala yang ditempa dalam bara api penyucian yang agung, kelak menjadi indah dan cemerlang, terlahir kembali menjadi manusia yang bersih, sehingga layak memasuki surga-Nya, begitulah perumpamaan piala dan jiwa-jiwa pendosa.
Ayat. 2534
Maka dari itu, segeralah bertobat, selagi masa ada waktu dan kesempatan.
Jangan sampai kemilau dunia, memalingkan wajahmu dari kehidupan akhirat yang kekal.
Ayat. 2535
Dan janganlah kalian membanggakan diri, merasa kelompok dan agamamu, kelak merupakan satu-satunya kelompok umat yang akan memasuki surga-Nya yang kekal.
Tuhanmu memiliki ketetapanNya sendiri, Tuhanmu merupakan Tuhan Yang Maha Adil. Semua makhluk, selama ia berbuat baik semasa hidup di dunia, mengakui adanya keberadaan Tuhan Yang Esa, maka ia memiliki kesempatan yang sama untuk memasuki surga-Nya yang kekal.
Kitab Semesta
Ayat. 2536
Wahai orang-orang yang beriman, anak-anak keturunan dari bapak yang sama yakni Ibrahim, anak-anak pewaris tauhid yang sama, para pengikut Musa, Yesus dan Muhammad.
Dapatkah kalian melihat kembali ke akar, bahwa YHWH adalah Allah kalian yang esa.
Dan janganlah kalian menyembah Allah-allah bangsa asing yang tidak dikenal.
Ayat. 2537
Dan bagi kalian para pengikut Yesus, berhentilah berkata Tuhan telah berinkarnasi, Tuhan telah menjadi manusia.
Ketahuilah ia hanya seorang utusan, bersama dengan para utusan lainnya sedang menunggu hari penghakiman.
Ayat. 2538
Dan bagi kalian para pengikut Muhammad, jika kalian menganggap Musa, Daud, Sulaiman beragama Islam, sudah barang tentu kalian akan menyetujui berdirinya kembali bait suci yang dulu pernah dibangun oleh Sulaiman.
Jika kalian menuhankan Allah yang sama dengan Tuhan Bani Israil, maka Musa ,Daud, Sulaiman, tata cara peribadatan didalam menyembah Allah dalam bait sucinya merupakan warisan dari ajaran yang satu, ajaran-ajaran yang bersumber dari akar yang sama.
Maka tidak ada alasan bagi kalian menolak berdirinya kembali bait suci.
Jika kalian menolak berdirinya bait Allah, maka kalian sedang berdusta mengatasnamakan ajaran agama dan nabi-nabi.
Kalian mengislamkan nabi-nabi Bani Israil, namun tidak pernah menghormati ajaran, merawat, melanjutkan dan menjaga peninggalan-peninggalan yang diwariskannya.
Bahkan dengan semangat menggebu-gebu berusaha untuk memusnahkan, membunuh saudara-saudara kalian sendiri, dengan mengatasnamakan agama dan ajaran para nabi.
Ayat. 2539
Wahai orang-orang yang beriman , sadarkah apa yang kalian perbuat, tak ubahnya seperti keledai liar yang lepas kendali.
Mulut kalian berkata iman, namun perbuatan kalian jauh dari nilai-nilai keimanan yang sejati.
Ayat. 2540
Maka bersatulah dalam kasih, bersatulah dalam ikatan tauhid yang benar.
Maka tidak ada lagi semangat untuk saling bunuh-membunuh diantara kalian, karena sesungguhnya kalian bersaudara, anak-anak dari satu iman yang sama - dari bapakmu Ibrahim.
Kitab Semesta
Ayat. 2541
Wahai orang yang beriman. ( Bukankah tertulis di kitab kalian)
Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum, membuatmu bertindak tidak adil terhadap mereka.
Mewariskan permusuhan orang-orang terdahulu, kepada generasi sesudahnya merupakan tindakan yang keliru.
Tuhanmu sudah Maha SegalaNya, Dia tak memiliki musuh, ketahuilah kalian merupakan umat-umat yang disayangiNya, termasuk mereka yang tak percaya kepadaNya.
Ayat. 2542
Dan kalian para pemimpin, para pewaris ajaran para nabi dan rasul, janganlah kalian menipu umat dengan berbagai dalil-dalil yang sarat dengan kepentingan dan kebohongan.
Janganlah kalian menghalalkan berbagai cara dan upaya demi meraih kekuasaan dengan mengatasnamakan nabi dan ajaran agama.
Berkatalah dengan jujur, jangan sampai tindakan dan lidah kalian, mengikuti kemana larinya harta dan tampuk kekuasaan.
Ayat. 2543
Apa yang kalian benci dan kalian musuhi, belum tentu sama adanya dihadapan Tuhanmu.
Kalian terus menerus memikirkan cara meraih kemenangan agama, walau darah dan airmata menjadi taruhannya.
Ayat. 2544
Ketahuilah kalian memang bukan umat-umat yang menyembah berhala, melainkan umat-umat yang memberhalakan agama.
Ayat. 2545
Jiwa kalian tidak lagi mampu melihat cahaya terang dan cahaya petunjuk, sebab pikiran kalian telah dirantai oleh belenggu-belenggu agama yang telah kalian ciptakan sendiri, sehingga membawa kalian masuk kedalam jurang kegelapan yang tak bertepi dan berdasar.
Jangan salahkan mereka, jika kalian hidup dalam peperangan dan kemiskinan, sebab jalan terjal itulah yang telah kalian pilih.
Ayat. 2546
Jangan salahkan mereka, jika kalian hidup dalam peperangan dan kemiskinan, sebab jalan terjal itulah yang telah kalian pilih.
Ayat. 2547
Tuhanmu merupakan Tuhan Semesta Alam, bukan Tuhan agama-agama dan kepercayaan.
Suatu saat agama dan kepercayaan akan punah, tetapi tidak dengan Tuhanmu sebab Dia kekal.
Maka carilah Aku dan kenalilah Aku, sebab ajaran-Ku yang sejati, berada diatas ajaran agama-agama dan kepercayaan.
Ayat. 2548
Tuhanmu itu Tuhan Yang Maha Kasih lagi Maha Penyayang, mustahil bagiNya memerintahkan umatNya untuk memerangi dan memusuhi umat yang tak sejalan.
Tuhanmu sudah diatas segalaNya, Ia tidak memiliki musuh dan tidak ada musuh yang sederajat dengan Dia.
Semua makhluk adalah umatNya, sekalipun mereka kaum pembangkang, namun Tuhanmu tetap mengasihi dan memelihara-Nya, begitulah kasih karunia-Nya yang tanpa batas.
Ayat. 2549
Maka bertauhidlah dengan benar, tuntutlah ilmu dari segala arah, kemudian amalkanlah pengajaran-pengajaran itu, galilah dari sumber mata air pengajaran yang benar.
Ajaran Tuhan Yang Sejati akan membawa kedamaian dan suka cita, bukan ajaran yang membawa darah dan airmata.
Ayat. 2550
Tuhanmu akan selalu senantiasa mengawal dari awal hingga akhir penciptaan, maka raihlah pencerahan, tangkaplah ayat-ayatNya yang tersembunyi yang tanpa batas itu, lalu tulislah jika kalian mampu.
Sesungguhnya tidak ada satupun kitab yang paling lengkap dan sempurna, karena sesuatu yang memiliki batasan sudah pasti tidak sempurna, sedang Firman Tuhan itu sempurna, tak terbatas dan kekal
Kitab Semesta
Ayat. 2551
Dan ambilah hikmah ketika ia (Muhammad) memaksa melakukan mubahalah kepada para ahli kitab, saat terjadi perdebatan diantara mereka tentang keesaan Allah dan ketuhanan Yesus, namun akhirnya para ahli kitab itu lebih memilih untuk mundur dan memberinya upeti.
Bukankah dimasa sebelumnya, iapun telah berkata dengan khilaf?.
Demi merangkul simpati kaumnya ( para pagan penyembah berhala ), dengan yakinnya ia mengatakan bahwa uzza dan latta sebagai illah lainnya yang sejajar dengan Allah, kemudian ia menyadarinya dan mengatakan kepada kaumnya bahwa hal demikian (perkataan) itu merupakan bisikan setan yang merasuk diam-diam kedalam hatinya.
Ayat. 2552
Dan janganlah kalian mengambil sumpah dan mengutuk diri beserta keluarga kalian dengan sumpah yang keji, sebab apa yang kalian yakini belum tentu benar di hadapan Tuhanmu.
Jika sumpah itu telah terlontar ; dan secara tak sengaja engkau telah melakukan kekhilafan yang berkaitan dengan sumpahmu itu di masa lalu, maka Allah Tuhanmu akan menjalankan sumpahmu itu, sebagai bentuk penghukuman.
Ayat. 2553
Dan diantara mereka berkata kepadamu, bukankah tidak terjadi kesepakatan, mengapa hukuman mubahalah itu bisa terjadi?.
Mubahalah itu memang tidak terjadi, tetapi sumpahnya itu telah merasuk kedalam jiwa, dan menghantui disepanjang hidupnya.
Seandainya para ahli kitab itu tidak menjalankan ' hukum kasih sayang- mengasihi musuhmu' , tentu saja mereka akan melakukan muhaballah kepadanya.
Ayat. 2554
Dan janganlah kalian menguji Allah Tuhanmu, dengan sumpah dan kutukan-kutukan.
Sebab apa telah terlontar, akan kembali kepada dirinya, keluarga dan para pewaris-pewarisnya dikemudian hari.
Kehidupan kalian tidak akan pernah diliputi oleh kedamaian, selain tetesan darah dan airmata
Ayat. 2555
Maka kembalilah kepada pengajaran tauhid yang benar YHWH, Allahmu, Allah Ibrahim, Yakub, Ishak dan Ismail merupakan satu-satuNya Allah yang layak disembah.
Ia mengajarkan cinta kasih terhadap sesamamu, bukan ajaran untuk saling bunuh-membunuh, mengejar umat-umat yang tak sejalan dengan mengatasnamakan Tuhan dan ajaran agama.
Kitab Semesta
Ayat. 2556
Wahai Muhammad beserta para pengikut-pengikutnya, dan kepada kaum yang beriman.
Dapatkah kalian rasakan penderitaan yang mereka rasakan akibat peperangan dan penjarahan yang kalian lakukan dimasa lalu?.
Kesedihan mendalam dari seorang janda, yang kafilah dagangnya diserbu, anak, suami dan keluarga besarnya habis terbunuh, hartanya dijarah kemudian engkau mengawininya sebagai budak tawanan perang.
Kemudian dari tangan wanita itu keluar racun yang menggerogoti badanmu, yang membuatmu tersiksa sepanjang hari.
Ayat. 2557
Para korban-korban peperangan dan penjarahan itu mengutuk dirimu dan kelompokmu atas kekejaman yang terjadi.
Lihatlah apa yang terjadi pada anak keturunanmu, menantumu, beserta cucu-cucumu.
Fatimah wafat bersama kandungannya, begitu juga Ali, Hasan dan Husein semua wafat dalam perebutan kekuasaan yang dilakukan oleh kalanganmu sendiri.
Apa yang kalian tabur, itulah yang kalian tuai.
Kebencian dan permusuhan dibalas dengan balasan yang sama dan setimpal, begitulah keadilan Tuhanmu bekerja.
Ayat. 2558
Maka kembalilah kepada sumber mata air pengajaran yang benar, pengajaran yang sejati yang bersumber dari Tuhanmu.
Berilah pengajaran ajaran cinta kasih kepada anak keturunanmu.
Naungilah dunia dengan Cahaya Terang yang penuh dengan kedamaian.
Ayat. 2559
Ingatlah selalu firmanKu:
Ada umat yang bertauhid dengan benar dan memiliki pengajaran yang benar.
Ada umat yang memiliki pengajaran yang benar namun memiliki tauhid yang salah.
Ada umat yang memiliki tauhid yang benar namun memiliki pengajaran yang salah .
Ajaran manakah yang kalian akan pilih?.
Ayat. 2560
Tuhanmu adalah Tuhan yang berbeda dengan ciptaan, Wujud yang tak terpikirkan.
Aku ada sebelum segala sesuatunya itu ada.
Aku tidak memiliki batasan atas, bawah, kanan, kiri, depan dan belakang.
Aku adalah raja diatas raja, semua makhluk ada dalam genggaman-Ku.
Aku tidak memiliki musuh, Aku tidak pernah mengajarkan kepada umat-umat Ku untuk saling bunuh-membunuh demi mengusung kebesaran tuhan-tuhan ciptaan mereka.
Maka kenalilah Aku sebagai Tuhan Semesta Alam yang terbebas dari segala atribut, yang kedudukannya ada diatas wujud tuhan-tuhan ciptaan manusia, tuhan budaya, agama dan kepercayaan.
Kitab Semesta
Ayat. 2561
Dan janganlah kalian menipu umat dan menyembunyikan sesuatu atas apa yang sesungguhnya terjadi, membuat kisah dan karangan palsu yang menggambarkan sifatnya yang seolah paripurna, penuh keluhuran tanpa sedikitpun cela.
Manusia tetaplah manusia yang memiliki dosa dimasa lalu, begitulah fitrahnya sebagai seorang manusia, sekalipun ia mendapatkan gelar nabi dan rasul dari para pengikutnya yang setia.
Ayat. 2562
Masih ingatkah kekejianmu atas penyair wanita yang mengkritik dirimu?, pedang itu menghujam perutnya, padahal ia sedang menyusui anaknya yang masih kecil.
Memang pembunuhan itu tidak dengan tanganmu sendiri, melainkan atas perintah dan inisiatif darimu.
Dan masih ingatkah seorang tua renta yang juga terbunuh akibat menghina dirimu, tangan dan kakinya terlepas oleh tarikan kuda?.
Dan masih banyak lagi pembunuhan demi pembunuhan, darah dan airmata bercucuran, dibalik kata mulia bernama maksum.
Dan engkau berdalih semua itu dalam rangka membela agama Allah.
Kitab Semesta
Ayat. 2563
Setiap pembawa pesan akan mendapatkan tantangan dan penolakan yang sama, maka bersabarlah.
Biarkan mereka bertahan dengan keyakinan dan kepercayaan mereka masing-masing, biarlah mereka membuka kitabnya masing-masing, kemudian membandingkannya dengan Kitab Semesta.
Maka mereka akan tercengang, kemudian nalar mereka akan jalan dan dapat membedakan antara kegersangan panasnya bara api dengan mata air kesejukan.
Ayat. 2564
Mereka akan dapat menilai bobot dari lembaran kitab-kitab itu, kemudian mereka saling bertanya-tanya, "mungkinkah ini Wahyu Tuhan atau sekedar karangannya belaka?".
Mereka mulai diam-diam menyelidikimu, membaca kitab ini secara sembunyi-sembunyi, mencoba mencari titik lemah, namun mereka tak mendapatkan apa yang mereka cari selain anugerah pencerahan.
Ayat. 2565
Maka bersabarlah dan biarlah mereka berfikir barang sejenak, biarlah mereka membaca lembar demi lembar dan membandingkan kandungan yang ada, antara kitab-kitab mereka dengan kitab Semesta.
Kitab yang berisi pesan terbaru dan terbaik, tentu saja tidak dapat disejajarkan dengan pesan lama yang sudah tidak sesuai lagi ada di zamannya.
Tidaklah mungkin kitab yang bercerita perang antar kabilah, disejajarkan dengan kitab penjelajahan antar bintang dan planet-planet.
Dengan kekuatan jutaan tafsirpun, kitab-kitab itu tidak akan dapat menyelesaikan permasalahan yang ada, selain menghasilkan keributan dan perselisihan yang tiada akhir.
Ayat. 2566
Dengan turunnya Kitab Semesta, dengan ini maka segala jenis praktek perbudakan telah terhapus, tidak ada lagi yang boleh melakukan upaya hukum berciri khas masa lalu seperti mencambuk, memenggal, menggantung dan merazam.
Ayat. 2567
Berpakaianlan sesuai dengan budaya kalian namun tetap menjaga norma kesopanan.
Rambut perempuan bukanlah sebuah aib yang harus ditutupi, rambut adalah mahkota perempuan yang layak untuk dilihat, dirias dan diperindah.
Ayat. 2568
Diperbolehkan bagimu menggunakan bahan yang sekiranya haram sebagai pilihan akhir, setelah tidak ada lagi pilihan lain dari yang halal untuk tujuan baik semisal kesehatan.
Ayat. 2569
Terlarang bagimu menyakiti, memukul anak-anak dan istri-istrimu dengan alasan agama, apapun itu bentuknya.
Ayat. 2570
Terlarang bagimu memperlakukan tawanan perang sebagai budak atau pemuas nafsu, selain memperlakukannya secara lebih manusiawi dan bermartabat.
Terlarang bagimu menggunakan senjata pemusnah massal untuk meraih kemenangan perang.
Kitab Semesta
Ayat. 2571
Kitab Semesta bukan sebuah agama, terlarang baginya membuat agama baru yang akan mengkotak-kotakkan umat manusia.
Kitab Semesta memiliki tujuan menyatukan seluruh agama dan kepercayaan dalam kesatuan tauhid Milah ibrahim
Ayat. 2572
Inilah kitab yang didalamnya bersih dari ajakan untuk membunuh umat yang tak sejalan, bersih dari ajakan untuk membunuh orang yang telah keluar dari salah satu agama, bersih dari ajakan untuk memperbudak manusia dalam berbagai ragam bentuknya.
Inilah kitab yang mengasihi seluruh umat manusia tanpa terkecuali, termasuk manusia-manusia yang tak beriman kepada-Nya.
Ayat. 2573
Inilah kitab yang berisi mata air kesejukan, siapapun bisa mereguk kesejukannya, tanpa harus memandang agama dan kepercayaan.
Tuhanmu tidak pernah beragama dan mendirikan agama, carilah Aku dan kenalilah Aku, raihlah pencerahan maka engkau akan menjadi manusia yang merdeka sekaligus beradab.
Ayat. 2574
Inilah kitab yang diambil dari rahasia-rahasia tersembunyi yang ada di jagad semesta.
Inilah kitab yang mampu menghaluskan jiwa dan melembutkan hati.
Inilah kitab yang dapat mencerahkan laksana mata air yang menghilangkan dahaga batin.
Ayat. 2575
Maka bersyukurlah atas karunia yang telah Tuhanmu berikan kepada kalian, kini tidak ada lagi perselisihan nyata diantara kalian, yang samar telah menjadi terang, yang terang semakin bersinar begitulah ketentuan-Nya.
Kitab Semesta
Kitab Semesta
Ayat. 2576
Dan bagi kalian para penghujat Kitab semesta, dapatkan kalian memeriksa kitab-kitab kalian?. Bukankah disana hukum perbudakan belum terhapus, bukankah dalam kitab kalian tawanan perang halal untuk diperbudak layak diperlakukan sebagai pemuas nafsu?.
Maha suci Tuhanmu dengan kitabNya yang bersih dari pengajaran yang bersumber dari pemikiran manusia.
Ayat. 2577
Kemudian pemimpin agama kalian berinisiatif menciptakan seperangkat aturan dan hukum-hukum (fiqih,ijma) untuk melengkapi dan menyempurnakan ketetapan yang ada.
Kemudian mereka ada yang menerima dan menolaknya. Dan menganggapnya itu sebagai hukum ciptaan manusia bukan ciptaan Tuhan
Kalian terus berselisih, mempertahankan dalil dan tafsir yang kalian anggap paling benar, mengahasilkan umat-umat hafalan yang mencintai peperangan hingga menghasilkan kemiskinan hidup.
Maka bertobatlah bangunlah peradaban, kembalilah kejalan yang benar, jalan yang lurus yang telah diajarkan nabi-nabi sebelum kamu.
Ayat. 2578
Mereka menertawakan, menghujat dan mengritik pembawa pesan itu, dan menyatakan bahwa akhlaknya tak pantas untuk menulis kitab suci, ketahuilah setidaknya ia tidak membunuh para penghinanya, tidak meniduri budak-budak, tidak memerangi orang diluar agamanya, seperti halnya junjungan mereka.
Ayat. 2579
Biarlah mereka bertahan dengan keyakinan mereka masing-masing hingga mereka menyadari suatu saat nanti, ajaran penuh kekerasan tidak akan sejajar dengan ajaran yang penuh dengan cinta kasih dan kedamaian.
Sehalus apapun kalian menerjemahkan dan menafsirkan ayat-ayat perang itu, maka akan terus menghasilkan umat-umat bengis yang mencintai peperangan, menganggapnya sebagai perang suci mengatasnamakan agama dan Tuhan.
Ayat. 2580
Tuhanmu Tuhan yang Maha Kudus, pengajaranNya penuh kemuliaan, mustahil bagi-Nya mengajarkan umatnya untuk menyerang umat yang tak sejalan, dengan alasan agama dan kepercayaan.
Bukankah pengajaran Tuhanmu berada diatas agama-agama dan kepercayaan?.
Apapun yang kalian bela sesungguhnya bukan membela agama Tuhan melainkan membela hawa nafsu kalian.
Kitab Semesta
Ayat. 2581
Berterima kasihlah kepada rohaniawan-rohaniawan, alim ulama, orang-orang shaleh yang ada ditengah kalian yang dengan keluasan ilmunya telah menyajikan ajaran agama dalam bentuk yang baru, penuh keluhuran pekerti, penuh kesantunan dan etika yang beradab.
Mereka mengajarkan pada umat mana yang baik dan mana buruk, meletakkan makna ayat pada tempatnya, menafsirkan ulang ayat-ayat agar dapat bertahan pada zamannya.
Dan ada juga diantara mereka yang menyesatkan umat, mengajarkan kekerasan sehingga pengikutnya banyak melakukan pembunuhan mengatasnamakan agama dan Tuhan.
Ayat. 2582
Dan ingatlah perkara-perkara yang memperbolehkan kalian untuk berperang yakni; jika kalian di perangi, dalam keadaan terdesak membunuh atau terbunuh, mempertahankan kehormatan diri, keluarga dan bangsa, semua jalan itu merupakan pilihan terakhir seandainya tidak ada jalan keutamaan damai.
Ayat. 2583
Dan janganlah kalian mengarang ayat-ayat seolah itu milik Kitab Semesta, sebab hal demikian itu dapat menyesatkan umat, sebuah perbuatan hina yang dibenci oleh Tuhanmu.
Jika kalian membenci kitab ini, maka pilihlah yang terbaik hingga terkeras dalam kitab-kitab kalian, salinlah ayat-ayat yang ada didalam kitab kalian itu, kemudian sajikan keduanya, lalu bandingkanlah dengan kitab ini, nilailah melalui hati nurani yang bersih.
Ayat. 2584
Jika kalian menganggap agama kalian merupakan agama yang terbaik, agama yang memberikan rahmat bagi orang lain, maka buktikanlah, maka kalian akan sulit memujudkan segala keinginan kalian, karena sumber rujukan kalian masih menyimpan ayat-ayat yang penuh dengan kekerasan.
Sehebat apapun ahli tafsir untuk menghaluskannya tentu saja akan sulit sebab hal tersebut telah tertulis dan dipahami secara sempit oleh mereka-mereka yang berakal pendek.
Ayat. 2585
Maka kembalilah kepada pengajaran Tuhanmu yang sejati.
Ajaran Tuhan yang sejati akan membawa damai dan suka cita kedalam hati, bukan sekedar ancaman, juga bukan anjuran untuk melakukan tindakan-tindakan yang membawa membawa kearah bencana, darah dan airmata.
Kitab Semesta
Ayat. 2586
Wahai orang-orang yang beriman, berpuasa itu baik, merupakan pengajaran moyangmu terdahulu sebelum lahirnya agama-agama.
Berpuasa mengajarkan manusia untuk lebih peka terhadap sesama, berpuasa mengajarkan manusia untuk menekan segala nafsu, hasrat keinginan yang tak pernah ada habisnya.
Berpuasa dapat membersihkan hati sekaligus memperhalus jiwa, ketahuilah mereka-mereka yang memiliki ketajaman mata batin, adalah mereka-mereka yang telah mengalami pahitnya penderitaan, menjalani riak kehidupan, didera rasa haus dan lapar yang teramat sangat.
Maka jalankan puasa itu dengan penuh keikhlasan, karena pengajaran yang demikian merupakan pengajaran yang baik.
Ayat. 2587
Berpuasa mengajarkan manusia untuk selalu bersyukur atas apa yang mereka dapat, baik kecil maupun besar, semua disyukuri dan diterima dengan penuh keikhlasan.
Ayat. 2588
Dari rasa lapar dan haus manusia akan menyadari bahwa hanya ada satu-satuNya sumber pengharapan dan tempat bergantung, dimana tidak ada satupun pengharapan dan tujuan yang sejati selain Dia.
Ayat. 2589
Maka bersihkanlah rumah jiwa kalian agar CahayaNya dapat bersemayam, menerangi rumah jiwa, dimana inti jiwa itu berpendar memancarkan kedamaian dan cinta kasih.
Ayat 2590
Maka pertahankanlah cahaya itu, jangan sampai memudar bahkan mati, terhempas oleh pekatnya dosa.
Kembalilah menjadi suci, karena engkau terlahir suci dan lihatlah kedalaman hati, bersihkanlah rumah jiwa itu agar Ia dapat bersemayam dan memancarkan Cahaya Terang.
Kitab Semesta
Ayat. 2591
Setiap agama dan kepercayaan memiliki syariat berpuasanya masing-masing, dan apa yang mereka kerjakan baik Dimata Tuhanmu.
Janganlah kalian menyombongkan diri dan merasa agama kalian yang pertama mengajarkan ajaran puasa, melainkan ajaran moyangmu sebelum lahirnya agama-agama.
Ayat. 2592
Dan sudah kebiasaan dari kalangan umat agama tertentu, yang merasa ajaran agamalah yang pertama kali, pencetus, sumber dari segala pengajaran-pengajaran.
Tidakkah kalian menyadari shalat kalian mengambil peribadatan dari kaum majusi, puasa, zakat, sunat, berkurban, makan makanan halal mengambil pengajaran dari Bani Israil, dan semua kaum mengambil inspirasi peribadatan dari kaum sebelumnya.
Semua pengajaran agama-agama saling kait-mengait, saling melengkapi, dan saling menyempurnakan.
Hingga tiba masanya kelak agama-agama dan kepercayaan akan punah, tetapi tidak dengan Tuhanmu sebab Ia Tuhan Yang Maha Kekal, pengajaran Tuhanmu ada diatas ajaran agama-agama dan kepercayaan.
Ayat. 2593
Jika pengajaran agamamu masih menyimpan hukum-hukum yang sekiranya masih memakai konsep hukum peninggalan moyangmu, maka perbaikilah dengan hukum yang lebih beradab, gunakanlah akal kalian untuk membuat bentuk hukum berdasarkan nafas ketuhanan bukan berdasar nafas agama-agama, bukankah dengan adanya Kitab Semesta, beberapa hukum dimasa lalu telah dibatalkan?.
Maka bersyukurlah atas karunia yang telah Allah berikan kepadamu, sesuatu yang samar menjadi terang, yang terang semakin bersinar.
Ayat. 2594
Bertuhanlah kepada satu-satuNya Tuhan, Yakni Tuhan Semesta Alam, bukan kepada Tuhan agama-agama yang memiliki keterbatasan pengajaran, ambilah pengajaran Tuhanmu yang tanpa batas, tulislah jika kalian mampu.
Suatu saat dirimu akan mendapat gelar nabi-nabi dan rasul, jika ajaran yang dibawa terbukti baik dan memberi manfaat bagi kehidupan, begitu juga yang terjadi dengan orang-orang pilihan sebelum kamu.
Ayat. 2595
Bertuhanlah kepada pengajaran Tuhan Yang Sejati, pengajaran baik, penuh dengan keluhuran pekerti, bukan pengajaran untuk saling bunuh-membunuh umat yang tak sejalan, mengatasnamakan Tuhan dan agama.
Tuhanmu Maha Kudus, mustahil bagiNya, mengajarkan umatNya untuk berperang bersama umat-umatNya mengalahkan tuhan-tuhan lainnya, bukankah Tuhanmu tidak memiliki musuh yang sederajat denganNya?.
Kitab Semesta
Ayat. 2596
Dan janganlah kalian saling menyombongkan diri sambil berkata kepada umat lainnya, bahwa agama yang kalian usung, merupakan agama yang paling benar disisi Tuhanmu.
Kalian mengharamkan babi, namun memakan jenis ikan yang tak memiliki sisik, memakan hewan yang berkuku belah, ketahuilah jika kalian memahami hukum taurat dan hukum nuh, kalian akan memahami apa-apa yang diharamkan oleh Tuhanmu.
Ayat. 2597
Tidakkah kalian sadari, bahwasanya kalian melakukan kurban persembahan dengan cara yang serampangan, tanpa mengikuti Musa dan kaum Bani Israil yang telah mengajarkan perihal tata caranya yang Kudus kepada kalian.
Ayat. 2598
Dalam kegelapan batin, kalian kobarkan semangat jihad untuk membunuh sesama manusia, dengan mengatasnamakan Tuhan dan agama.
Kalian ajarkan kebencian kepada anak keturunanmu, melupakan ajaran cinta kasih yang merupakan pengajaran Tuhanmu yang sejati.
Ayat. 2599
Bukankah jihad tidak harus mengorbankan nyawa, bukankah ada bentuk jihad-jihad lainnya, selain semangat untuk berperang?.
Lantas mengapa kalian mengobarkan semangat peperangan, mengabarkan berbagai kisah akhir zaman dengan beragam bentuk penaklukan antar peradaban.
Bukankah kerajaan Allah dibangun dengan damai , penuh dengan suka cita?. Bukankah berita akan datangnya kiamat hanya ada dalam kuasa Tuhanmu?.
Ayat. 2600
Tidakkah kalian sadari. Kalian halangi upaya Bani Israil untuk membangun kembali tempat peribadatan mereka yang telah hancur, sejatinya Tuhan manakah yang kalian sembah, apakah sama dengan Tuhannya Musa , Harun, Yusuf, Sulaiman dan Daud?.
Jika kalian mengaku bersaudara, anak-anak satu iman, anak-anak dari rahim tauhid yang sama, maka ijinkanlah mereka membangun kembali bait Allah seperti sedia kala dan biarkan mereka melakukan pengorbanan seperti yang telah Aku perintahkan kepada mereka.
Kitab Semesta
Ayat. 2601
Kelak di masa depan para penerusmu akan menertawakan isi dari kitab-kitab suci, menganggap warisan para nabi sesuatu yang usang dan tak bermanfaat bagi kehidupan.
Tidakkah mereka sadari, hukum-hukum ketetapan yang mengikat yang ada di alam raya ini, merupakan hukum-hukum yang dibuat oleh Tuhanmu?.
Bukankah kalian dapat mencipta berbagai hal karena ada otak yang Tuhan benamkan kedalam jasadmu?.
Mengapa kalian menyombongkan diri, dan membanggakan diri bahwasanya kecerdasan kalian melebihi kecerdasan Tuhan dan kitab-kitab.
Apapun yang ada di alam ini, termasuk dirimu, kecerdasanmu itu ada dalam genggaman Kuasa-Ku.
Maka kembalilah ke jalan yang lurus, Aku ini merupakan Tuhan bagi seluruh umat, termasuk bagi kalian yang tidak mengimani keberadaan-Ku.
Ayat. 2602
Aku bukanlah Tuhan yang tersandera kelompok agama-agama dan kepercayaan, Aku adalah Tuhan Semesta Alam, Wujud Kebesaran -Ku bukanlah hasil penggambaran kerdil dari kitab-kitab, bacalah Aku dalam lembaran-lembaran semesta, maka kalian akan dapat mengagumi kebesaran-Ku dan menemukan Keberadaan diri-Ku.
Ayat. 2603
Aku adalah Tuhan, Raja diatas raja, Pengajaran-Ku ada diatas pengajaran agama-agama, Aku bukanlah Tuhan yang mengajarkan sesuatu yang tak masuk di akal, Aku adalah sumber dari segala Ilmu, tangkaplah hukum-hukum ketetapan yang ada di alam ini, tulislah jika kalian mampu, namun sesungguhnya kalian tidak akan pernah mampu menampung samudera ilmu yang ada di alam ini, tidak ada lembaran-lembaran yang akan dapat menampungnya, karena Firman itu tak terbatas dan kekal.
Ayat. 2604
Apapun karya ciptamu yang berjalan di darat, terbang di angkasa, menyelam di air, semua berjalan diatas hukum ketetapan-Ku.
Apapun yang menggerakkan benda-benda itu, tidak ada apa-apanya dibanding keajaiban penciptaan yang ada di dalam jasadmu.
Jasadmu merupakan semesta kecil dari bagian semesta yang maha luas ini. Dari wujud terkecil, hingga terbesar, saling kait-mengait dan terhubung dengan berbagai jenis organ, dan itu merupakan tanda-tanda kebesaran Tuhanmu jika kalian berfikir.
Ayat. 2605
Dan mereka berkata Tuhan itu tidak bisa dibuktikan dan Tuhan itu tidak terlihat, maka katakanlah, dengan adanya kamu yang begitu sempurna, itu menandakan adanya karya Tuhan, ibarat pelukis, ada alasan mengapa ia dibentuk, pesan apa yg mau disampaikan dan itu kamu, kamu di cinta olehNya walau kamu tidak mengenalNya.
Ayat. 2606
Dan mereka bertanya kepadamu, perihal penciptaan anak manusia, bagaimana mereka dapat terbentuk dalam beragam macam warna kulit, maka katakanlah Keragaman ciptaan dan warna kulit terjadi dalam rentang waktu yang panjang, 1 hari disisi Tuhanmu, tidaklah sama 1 hari diduniamu. 7 hari penciptaan, berbeda dengan 7 hari waktu manusia, karena Wujud Tuhan tidak bernaung dibawah matahari yang tunduk kepada hukum rotasi bumi, hal itu merupakan perumpamaan. KebesaranNya meliputi segala sesuatu Ia terbebas dari ruang dan waktu.
Kitab Semesta
Ayat. 2607
Saat kaummu mendebat engkau dan berkata, buktikan dan berilah tanda jikalau Tuhanmu itu benar dan memang ada.
Maka engkau menjawab mereka dan memohon kepada-Ku, "Maukah Engkau Ya, Tuhan memperlihatkan tanda-tanda dilangit, semisal awan berbentuk pola tertentu agar jiwa mereka terselamatkan, agar mukjizat itu menjadi saksi bagi semua akan kebenaran Firman-Mu, seperti yang telah Engkau lakukan sebelumnya kepadaku, untuk menjawab segala bentuk macam keraguan" .
Dan engkau menyadarinya, bahwa Aku bukanlah Tuhan yang dapat diatur-atur dengan sehendak hati, engkau menahan diri dan tak mau mencobai Tuhan, segala tindakanmu sudahlah tepat.
Bukankah di masa lalu umat-umat itu tetap keras hati pada pendiriannya, bukankah telah tampak kepada mereka mukjizat-mukjizat yang telah diperlihatkan para utusan-utusan itu, namun mereka tetap pada kesombongannya, menjadi kaum yang membangkang, menghina bahkan membunuh para utusan-utusan itu?.
Karena memang begitulah sifat dasar manusia yang belum memiliki cahaya iman di dalam hatinya, bersabarlah dan doakanlah mereka agar jiwa mereka dapat menerima Cahaya Terang.
Ayat. 2608
Katakanlah kepada mereka Yesus hanya seorang utusan, bukankah kenaikannya ke surga tak ubahnya seperti yang dialami oleh Henok dan Elia?.
Ia melakukan berbagai penyembuhan atas ijinNya dapat menyembuhkan orang lumpuh, orang buta dapat melihat, membangkitkan orang mati, bukankah nabi-nabi lainnya melakukan hal yang sama?.
Lantas mengapa kalian menuhankan Yesus anak Maria, bukankah kalian telah berjanji di hadapan Musa bahwasanya jangan ada illah-ilah lain di hadapanKu selain Aku?.
Kitab semesta ( www.kitabSemesta.com )
Ketika engkau membaca sebuah kitab suci, Tuhan seolah berhenti berbicara kepada umatnya pada ayat-ayat yang terakhir.
Namun ada sebuah kitab yang halaman-halamannya tak pernah ada habis-habisnya untuk dibaca , seolah Tuhan hendak selalu berdialog dengan kita, sebuah samudra ilmu tanpa batas.
Itulah yang dinamakan kitab semesta.
Sebuah kitab universal yang mengajarkan hikmah kepada manusia yang beriman; belum ataupun yang tak beriman.
www.kitabsemesta.com
Pengusung tauhid Millah Ibrahim
