Depok Jawa Barat
zonatop10@gmail.com
BECOME GUIDE
Kitab Semesta Bagian-24
Home » Uncategorized  »  Kitab Semesta Bagian-24
Kitab Semesta Bagian-24

Kitab Semesta Bagian-24 (Ayat 3002 SD 3037)

Ketika engkau membaca sebuah kitab suci, Tuhan seolah berhenti berbicara kepada umatNya pada ayat-ayat yang terakhir.

Namun ada sebuah kitab yang halaman-halamannya tak pernah ada habis-habisnya untuk dibaca , seolah Tuhan hendak selalu berdialog dengan kita, sebuah samudra ilmu tanpa batas.

Itulah yang dinamakan kitab semesta.
Sebuah kitab universal yang mengajarkan hikmah kepada manusia yang beriman; belum ataupun yang tak beriman

Ada baiknya membaca bagian awal Kitab Semesta dengan meng- klik, tautan link di bawah ini :

Kitab Semesta bagian -1 (Ayat 1 s/d 160) :
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10222461344992330&id=1530527757 )

Kitab Semesta bagian -2 (Ayat 161 s/d 270) :

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10222641073805438&id=1530527757

Kitab Semesta bagian-3 (Ayat 271 SD 398) :

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10223235784512834&id=1530527757

Kitab Semesta bagian-4 (Ayat 399 s/d 540)

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10223446000288097&id=1530527757

Kitab Semesta bagian-5 ( ayat 541 SD 703)

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10223639908455680&id=1530527757

Kitab Semesta bagian-6 ( ayat 704 SD 845 )

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10223811722070913&id=1530527757

Kitab Semesta bagian-7 (Ayat 846 S/d 931 )

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10223902099730298&id=1530527757

Kitab Semesta bagian-8 (Ayat. 932 SD 1125)

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10223950616823195&id=1530527757

Kitab Semesta bagian-9 (Ayat. 1226 SD ayat. 1330)

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10224068374967075&id=1530527757

Kitab Semesta bagian-10 (ayat 1331 SD ayat. 1511)

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10225008766756282&id=1530527757

Kitab Semesta bagian-11 (ayat 1512 sd 1632)

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10225225184486590&id=1530527757

Kitab Semesta bagian-12 (ayat 1633 SD 1770)

https://www.facebook.com/1530527757/posts/10225496103219389

Kitab Semesta bagian-13 (ayat 1771 SD 1907)

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10225914347115225&id=1530527757

Kitab Semesta bagian-14 ( ayat 1908 SD 2550)
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10226235516664263&id=1530527757

Kitab Semesta bagian-15 ( ayat 2551 SD 2165)

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10227004400445877&id=1530527757

Kitab Semesta bagian-16 (Ayat. 2166 SD 2300)

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10227850756404247&id=1530527757

Kitab Semesta bagian-17 (ayat. 2301 SD 2395)

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10228543768769123&id=1530527757&mibextid=Nif5oz

Kitab Semesta bagian-18 (ayat 2396 SD 2495)

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10228687799969813&id=1530527757&mibextid=Nif5oz

Kitab Semesta bagian-19 (ayat 2496 SD 2608)

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10229201302047044&id=1530527757&mibextid=Nif5oz

Kitab Semesta bagian-20 ( Ayat. 2609 S/d Ayat. 2730)

https://www.facebook.com/share/p/efzYt4iczYMC8N7J/?mibextid=oFDknk

Kitab Semesta bagian-21 (Ayat 2731 SD ayat 2820

https://www.facebook.com/share/p/1ATvhfynai

Kitab Semesta bagian-22 (Ayat 2821 SD 2931)

https://www.facebook.com/share/p/19vxnspgeC

Kitab Semesta bagian-23 (Ayat. 2932 SD 3001)

https://www.facebook.com/share/p/1EhWu9adKy/


Kitab Semesta

Ayat. 3002

Setiap manusia memiliki inti ilahi yang merupakan percikan dari kesadaran universal.

Manusia berasal dari bentuk spiritual tinggi, turun ke dunia materi, dan sedang dalam proses kembali naik ke tingkat kesadaran lebih tinggi.

Akhir dari semua perjalanan adalah kembali ke Sumber — namun bukan kembali sebagai "kosong", melainkan sebagai kesadaran penuh, yang sadar akan dirinya sebagai bagian dari keseluruhan semesta.

Jiwa yang tercerahkan tidak lenyap, melainkan menyatu dengan irama kosmik, menjadi cahaya yang tidak lagi terikat pada ruang, waktu dan bentuk, semua wujud kembali kepada Sang Sumber, Yakni Tuhan Semesta Alam.

Semesta tidak lahir sekali, tapi melalui siklus kelahiran dan kehancuran berulang .

Oleh karenanya Kitab Semesta hadir menyatukan umat manusia dalam satu persaudaraan tanpa memandang ras, agama, kasta, atau jenis kelamin.

Kitab Semesta

Ayat. 3003

Kematian dan Kebangkitan

Keheningan memiliki suaranya sendiri.
Dan dalam tiga hari itu, dunia diselubungi kabut misteri.
Yesus, anak Maria yang lahir suci menurut iman Tauhid,
disalib, wafat—dan lenyap dari pandangan manusia.
Tiga hari tiga malam, waktu seakan membeku dalam pertanyaan besar:
Di mana Ia berada?

Ini bukan sekadar soal tempat.
Ini adalah percakapan langit dan bumi.
Ini adalah ruang antara pengakuan dan keraguan.
Sebuah jeda kosmik,
tempat di mana makna bergema lebih dalam daripada suara.


Para penafsir Injil menulis,
bahwa Ia turun ke dunia orang mati—Sheol, Hades,
bukan sebagai tawanan,
tetapi sebagai pembawa cahaya.
1 Petrus 3 berkata:
"Ia juga pergi dan memberitakan Injil kepada roh-roh dalam penjara…"
dan Efesus 4 mengisyaratkan:
"Ia turun ke bagian bumi yang paling bawah…"

Maka lahirlah tafsir:
bahwa Yesus menembus kabut arwah,
membuka pintu pengharapan bagi jiwa-jiwa lampau.
Musa, Ibrahim, para nabi—dalam tafsir tradisi—mereka menanti dalam ruang antara.
Yesus, dalam kematiannya, menyampaikan bahwa pengorbanan telah selesai,
dan langit kini terbuka.


Namun dari pandangan Tauhid,
kita bertanya dengan hati yang berserah:
Apakah Allah membutuhkan perantara turun ke kubur,
untuk mengampuni ciptaan-Nya?
Apakah kematian seorang suci adalah harga mutlak bagi keselamatan?
Ataukah itu hanya bagian dari kisah besar,
yang dalamnya Allah tetap Esa, tak terikat ruang dan waktu?

Dalam Islam, Yesus—‘Isa ‘alaihissalam—tidak wafat di salib.
Ia diangkat, diselamatkan, dijaga dari tangan zalim.
Namun, narasi tentang tiga hari itu tetap menggugah,
sebab ia menyentuh satu kebenaran bersama:
bahwa manusia mencari Tuhan dalam misteri,
dalam luka, dalam sepi.

Dan bagi mereka yang memegang teguh kalimat Lā ilāha illā Allāh,
kita melihat kisah ini sebagai bagian dari mozaik besar kasih sayang dan kuasa Allah.
Yesus adalah hamba Allah,
utusan-Nya,
tanda kebesaran-Nya,
yang hidup dalam kemuliaan di sisi-Nya,
dan akan kembali bukan membawa agama baru,
tetapi untuk menegakkan keadilan yang sejati,
menyempurnakan cahaya kebenaran.


Mungkin, tiga hari itu bukanlah perjalanan darat dan antar wilayah.
Mungkin itu adalah perjalanan ruhani umat manusia.
Yesus hadir dalam batin manusia yang bingung,
yang haus makna di balik penderitaan.
Ia hadir dalam ruang hening antara keyakinan dan kejatuhan,
mengajak kita merenung:
Apakah kebangkitan itu hanya tentang tubuh,
atau tentang kesadaran yang kembali pada Cahaya?


Tauhid tak menolak kisah.
Tapi ia memurnikan arah.
Bahwa semua nabi—termasuk Yesus—adalah utusan,
bukan Tuhan,
bahwa keselamatan datang dari Yang Maha Esa,
tanpa sekutu, tanpa perantara mutlak.

Dan tiga hari itu?
Adalah cermin.
Tempat di mana manusia melihat wajahnya sendiri:
yang mati dalam dosa,
namun bisa bangkit dalam iman.

Karena yang turun ke dunia orang mati bukan hanya Yesus,
tetapi juga setiap jiwa yang tersesat,
dan menanti untuk ditarik kembali oleh Cahaya-Nya.

Kitab Semesta

Ayat. 3004

Mesiah

Banyak dari kalian yang bertanya tentang Mesiah, bagaimana kedatangannya dan ia kelak akan membawa misi seperti apa ?

Ketahuilah kedatangannya bukan untuk membawa syariat baru,
melainkan mengokohkan kebenaran yang telah disampaikan,
meluruskan yang bengkok,
menghancurkan tirani palsu yang mengaku sebagai wakil langit,
dan menundukkan dunia bukan dengan senjata,
melainkan dengan keadilan, kasih, dan kebenaran.

Ia akan turun di akhir zaman,
bukan sebagai pendiri agama baru,
melainkan sebagai saksi kebenaran yang abadi,
menyatu dengan barisan orang-orang beriman,
menjadi imam di tengah manusia,
membimbing kembali kepada jalan yang lurus,
jalan semua nabi,
jalan yang menuju kepada Tuhan yang Satu,
tanpa sekutu, tanpa perantara yang mengangkat dirinya setara dengan-Nya.

Mesiah—satu nama,
tiga sebutan,
tiga jalan yang kadang bertabrakan di bumi,
namun di langit berasal dari satu sumber yang sama.
Dialah janji yang dinanti,
bukan untuk membelah,
tetapi untuk menyatukan.

Maka ketika ia datang,
ia tak akan menanyakan agama yang kalian anut,
melainkan kebenaran dalam hati,
keadilan dalam tindakan,
dan cinta kasih dalam kehidupan.
Ia adalah jembatan—bukan tembok.
Ia adalah cahaya—bukan api perpecahan.
Dan mungkin, dalam dirinya,
kita akan mengerti,
bahwa Tuhan tidak pernah terkotak dalam dogma,
tapi hidup dalam amal, dalam damai,
dalam manusia yang hidup untuk mencintai.

Dalam Yudaisme, ia adalah Moshiach ben Yosef dan Moshiach ben Daud (Ada dua Mesiah),
anak keturunan raja,
bukan Tuhan, bukan berhala,
melainkan hamba yang taat,
yang akan menegakkan keadilan,
mengakhiri perang,
dan menghidupkan kembali hukum kasih dari Taurat,
bukan untuk menambah, bukan untuk mengubah,
tapi untuk menyempurnakan janji Tuhan dalam sejarah manusia.
Kelak ia akan membangun kembali bait Allah di Yerusalem.

Dalam Kekristenan, ia dikenal sebagai Kristus,
Yesus dari Nazaret,
yang datang bukan dengan pedang,
melainkan dengan kasih dan pengorbanan.
Bagi sebagian ia dianggap Ilahi,
namun ada pula yang melihatnya sebagai hamba Tuhan,
seorang Mesiah yang menyampaikan firman,
membuka mata yang buta bukan hanya secara jasad,
tetapi juga batin,
membawa manusia kembali kepada Sang Satu,
yang Esa, tak beranak dan tak diperanakkan.

Dalam Islam, ia adalah Isa Al-Masih,
utusan yang suci,
lahir tanpa ayah namun bukan Tuhan,
hamba pilihan yang menegakkan shalat dan zakat,
yang akan kembali di akhir zaman
bukan membawa syariat baru,
tetapi menegakkan keadilan,
memadamkan api fitnah,
dan menyatukan umat manusia dalam kepasrahan pada Tuhan Yang Esa—
Allah, Rabbul ‘Alamin.

Mesiah datang penuh dengan keadilan, kehadirannya menembus batas agama-agama dan kepercayaan.
Ia bukan pemilik agama,
ia bukan pendiri mazhab,
bukan pencipta sekat-sekat,
tetapi penyatu langit dan bumi dalam keadilan dan cinta.
Ia datang bukan untuk mengubah Tuhan,
tetapi untuk mengingatkan manusia bahwa Tuhan tidak berubah—
Esa, Tunggal, Tak Terbagi,
melewati segala zaman,
mengatasi semua doktrin dan kata-kata.

Mesiah adalah cermin dari kesalehan sejati,
bukan simbol kekuasaan dunia,
tapi tanda bahwa damai adalah mungkin
jika manusia tunduk kepada Yang Satu.
Bahwa kasih tidak harus bersyarat,
dan keadilan harus dirasakan oleh umat yang percaya akan Tuhan.

Ia datang bukan membawa nama baru untuk Tuhan,
tetapi membawa umat manusia kembali
kepada nama-nama Tuhan yang telah mereka lupakan—YHWH, Elohim, Adonai,
Rahman, Rahim, Al-Adl, As-Salam.
Ia datang bukan menambah kitab,
tapi membuka makna kitab-kitab lama
yang tertutup debu pemahaman yang buta.

Dalam dirinya,
terpadu tiga cahaya: Taurat, Injil, dan Quran, dalam kesatuan Kitab Semesta,
bukan dalam pertentangan makna,
melainkan dalam harmoni
yang hanya bisa dilihat oleh mereka
yang telah membersihkan hatinya dari fanatisme
dan mengosongkan dadanya dari kesombongan.

Mesiah dalam bingkai tauhid
adalah sang pelayan damai,
bukan penguasa agama.
Ia datang, bukan untuk disembah,
tetapi untuk menunjukkan jalan kepada yang layak disembah.
Ia tidak menciptakan agama,
tetapi menyadarkan bahwa keimanan sejati
bukanlah soal nama, simbol, atau ritual,
melainkan tentang ketundukan tulus kepada Sang Satu
yang Esa, Abadi, dan Penuh Kasih.

Dan bila Mesiah datang,
maka gunung-gunung kebencian akan runtuh,
tembok-tembok akan roboh,
dan tangan-tangan yang dulu menggenggam senjata
akan menanam benih pohon zaitun.
Ia tidak akan duduk di takhta,
tetapi berjalan di antara manusia,
mengusap luka dunia
dengan kata-kata yang tak menghakimi
dan hati yang tak membenci.

Sebab ia tahu,
bahwa damai bukan hanya keadaan,
tapi panggilan jiwa, bagi mereka yang mengenal Tuhan.

Dan di sanalah, dalam kesunyian yang penuh cahaya,
tauhid akan menjadi bahasa bersama,
dan Mesiah bukan lagi milik satu agama,
melainkan cahaya yang menyinari jalan pulang
bagi setiap hati yang mencari Tuhan
dalam kebenaran, kasih, dan damai sejahtera.

Maka bersatulah dalam kesatuan tauhid Kitab Semesta. Sebuah kitab yang mempersiapkan dan membuka jalan bagi kedatangannya.

Ayat. 3005

Namun pembencinya kelak akan menyebutnya sebagai nabi palsu dan sebagian memberinya gelar sebagai Dajjal, karena sosok yang di maksud tidak sesuai dengan harapan mereka.

Sebagian menyebutnya sebagai anti Kristus, sebagian lagi menyebutnya sebagai pengikut iblis yang membawa umat dalam kesesatan.

Sebagian lagi meragukan asal-usulnya yang tak berhubungan langsung dengan darah Israel.(Bercampur dengan darah goyim).

Ayat. 3006

Kedatangannya begitu tiba-tiba, dari tempat yang tidak disangka.

Langit memberikan tanda-tanda yang tak biasa.

Para agamawan saling bertanya mungkinkah ia mesiah yang dinantikan?.

Maka dilepaskanlah wabah penyakit yang meliputi dunia, jika ia mati maka ia dianggap sebagai mesiah palsu, bukan mesiah yang dijanjikan.

Ternyata ia masih bisa bertahan hidup, maka apa-apa yang ada darinya diselidiki dan segala tindak tanduknya dipantau dari kejauhan.

Namun ia memiliki kecerdasan, ia tampilkan seribu wajah, agar ia tidak dikutuk atau ditimpuk batu oleh orang-orang yang tidak memiliki pengetahuan, serta luput dari pengamatan mata orang shaleh yang terhalang oleh kabut kecurigaan dan ketidakpercayaan.


Kitab Semesta ayat. 3007

Di atas bukit Zaitun,
Angin membawa bisik wahyu,
Bahwa tak ada Tuhan selain Allah,
Dan Isa (Yesus) hanyalah hamba-Nya yang dipilih.

Ia bukan awal dari segala,
Ia bukan akhir dari hidup.
Alfa dan Omega hanya milik Dia
Yang tidak beranak dan tidak diperanakkan.


Tauhid Ibrahim adalah lentera,
Menyala di dalam dada para nabi.
Isa, Musa, Nuh, dan Muhammad
Bersujud pada satu nama:
Allah, yang tidak menyerupai makhluk-Nya.

Dan bila Isa kembali kelak,
Ia tak datang membawa salib,
Tapi menundukkan salib itu sendiri,
Menyeru: "Sembahlah Allah semata!"


Maka jangan kalian jadikan dia Tuhan,
Sebagaimana kaum terdahulu tersesat.
Hormatilah dia sebagai nabi,
Sebagaimana Ibrahim dihormati,
Sebagai penyeru pada jalan lurus.

Isa adalah cahaya, bukan matahari,
Ia menunjukkan, tapi bukan tujuan.
Tujuan tetap satu:
Dia yang Esa, tanpa sekutu,
Yang kepada-Nya seluruh jiwa akan kembali.

Dan aku tahu,
Tuhan bukan yang disalib,
Tuhan bukan yang lapar,
bukan yang tidur di perahu,
bukan yang mengangkat tangan berdoa.
Tuhan adalah yang tidak bergantung pada siapa pun.

Aku tak menolak Yesus sebagai cahaya,
sebagai nabi,
sebagai ruh yang suci,
tapi cahaya tak pernah menjadi matahari.
Ia memantul, bukan menyala dari dirinya sendiri.

Tauhid bukan sekadar angka: satu,
ia adalah keheningan yang mutlak,
yang tak bisa dibagi,
yang tak bisa dipertuhankan oleh cinta manusia,
atau diangkat oleh air mata penyembahan.

Di antara Alfa dan Omega,
aku memilih yang tak bermula dan tak berakhir,
yang tidak dilahirkan dan tidak melahirkan.
Yang Esa. Yang Tunggal. Yang Kekal.

Aku Ibrahim,
dan aku mewariskan cahaya tauhid, bukan patung.
Mewariskan tauhid, bukan taklik.
Mewariskan kesadaran
bahwa Tuhan lebih besar dari segala rupa.

Dan ketika dunia mencari Tuhan dalam salib,
aku temukan-Nya dalam kalimat yang paling murni:

"La ilaha illallah." Atau Shema Israel.
Tiada Tuhan selain Dia—Wahai Israel Allah itu Esa
bukan karena warisan,
tapi karena hati yang bersaksi sendiri,
setelah membakar semua berhala,
termasuk yang berbentuk manusia.

Maka berdirilah dalam cahaya iman,
Sebagaimana Ibrahim menatap bintang lalu berpaling,
Sebagaimana ia menolak matahari yang tenggelam,
Ia tahu: hanya Dia yang tidak pernah padam.

Satu Tuhan, satu kebenaran, satu warisan,
Dari Ibrahim, Musa, Isa, hingga Muhammad:
Tauhid adalah napas abadi umat manusia.


Kitab Semesta

Ayat. 3008

Bacalah kitab Injil kalian, bukankah telah tertulis :

"Namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari Dia berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh Dia segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup"

Telitilah surat-surat dari penyesat ini (Paulus), bukankan yang ia tulis merupakan pernyataan imannya secara pribadi, bukan sebuah pernyataan dari Yesus itu sendiri?.

Ayat. 3009

Ingatlah perkataan Yesus kepada para pengikutnya : " 'Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.'”

Ayat. 3010

Dan resapilah dalam-dalam pengajaran Yesus yang sejati, bukan dari para penyesat:

"Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus."

Ketahuilah bahwa Yesus berbicara kepada Allah (Bapa) dan menyebut-Nya satu-satunya Allah yang benar, serta menyebut dirinya sebagai utusan, bukan sebagai Allah itu sendiri.

Dan ingatlah perkataan Yesus lainnya :

"Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"

Yesus mengutip Taurat dan menegaskan bahwa hanya Tuhanlah yang patut disembah, bukan dirinya.

Ayat. 3011

' 'Mengapa engkau mengatakan Aku baik? Tak seorang pun yang baik selain dari pada Allah saja.'"

Yesus membedakan dirinya dari Allah dan menyatakan bahwa hanya Allah yang benar-benar baik.

"Kata Yesus kepadanya: '…Aku naik kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-ku dan Allahmu.'"

Yesus sendiri menyebut Allah sebagai "Allah-ku", yang menunjukkan bahwa ia bukan Allah itu sendiri.

"Karena Allah itu esa dan satu orang pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus."

Pernyataan menegaskan keesaan Allah, dan bahwa Yesus adalah pengantara, bukan Allah.

Ayat. 3012

Maka bertobatlah, ikutilah pengajaran Yesus yang sejati bukan pengajaran sesat Paulus.

Yesus adalah seorang nabi, ia berdoa dan memohon kepada Tuhannya di dalam Sinagoga.

Ia berseru bahwa Allah itu esa, jangan ada illah-illah lain di hadapan kalian.

Kitab Semesta

Ayat. 3013

Dan kalian menuduh Muhammad tidak memahami Trinitas, karena ia memahaminya sebagai kaum yang menyembah Allah, Yesus dan Maria.

Ketahuilah di tempat semasa ia (Muhammad ) hidup, pernah ada segolongan umat yang melakukan penyembahan kepada Maria.

Ayat. 3014

Dan jangan pula kalian berbantah-bantahan dan menyatakan bahwa Yesus (Yoshua) berbeda dengan Isa.

Keduanya adalah sosok yang sama, pengucapan dan akar bahasalah yang membuatnya berbeda, namun sejatinya mengarah kepada sosok yang sama.

Ayat. 3015

Bersatulah dalam ikatan tauhid yang murni dan pengajaran yang benar.

Maka kalian akan terselamatkan, hidup dalam kasih Tuhan yang penuh damai sejahtera.

Kitab Semesta

Ayat. 3016

Dalam perlintasan zaman, banyak pemikir-pemikir yang menguliti klaim kebenaran agama-agama .

Janganlah kalian menghakimi mereka yang sedang dalam pencarian -sebagai orang yang sesat arah atau manusia bimbang yang sedang tenggelam dalam lautan pemikiran.

Mereka adalah orang-orang cerdas yang sedang menguji kebenaran yang terkandung dalam kitab suci dan mempelajari segala sesuatu yang ada dibaliknya.

Ayat. 3017

Mereka bukanlah para peragu , melainkan mencoba mengokohkan iman dalam bingkai keimanan yang terbuka, bukan dalam keimanan buta.

Mereka bukanlah sekumpulan ternak yang bisa digiring untuk mempercayai sesuatu tanpa pembuktian.

Ayat. 3018

Maka hormatilah kebebasan mereka dalam berfikir, janganlah kalian mencapnya sebagai orang yang sesat arah atau tak waras yang sedang dalam pergumulan spritual.

Ayat. 3019

Telitilah kembali agama-agama itu, sekiranya membawa manusia kearah kebaikan, cinta kasih, kemerdekaan hidup dan kasih sayang terhadap sesama, maka telah benar apa yang mereka ajarkan.

Sebaliknya jika agama membuat hidup kalian melarat dan penuh penderitaan, diselimuti duka dan airmata peperangan, kehidupan yang diliputi oleh awan kebencian dan kebodohan, maka tinggalkanlah pengajaran yang demikian itu, sebab bertauhid saja belumlah cukup, kalian harus mendapatkan pengajaran moral yang benar.

Ayat. 3020

Tunas kehidupan tidak akan pernah hidup diatas pedang dan genangan darah - arang abu api peperangan.

Yang dibutuhkan sang tunas adalah tanah subur, dan air hidup yang siap menyapih dan merawat benih-benih kehidupan.

Ayat. 3021

Pengajaran Tuhan itu baik, mendamaikan dan penuh cahaya terang.

Maka teliti dan kajilah kembali pengajaran dari kitab-kitab kalian yang berisi anjuran untuk membunuh antar sesama.

Buah dari keimanan adalah cinta kasih, jika di hatimu masih tertanam benih kebencian, maka keimanan yang kalian imani merupakan keimanan yang terhalang dari Cahaya Tuhan.

Kitab Semesta

Ayat. 3022

Wahai keturunan anak-anak Abraham, berdamailah.

Janganlah kalian saling bertikai dan merasa paling benar dihadapan Tuhanmu.

Hiduplah dalam terang, bangunlah kembali bait Allah di Yerusalem.

Maka kalian akan merasakan hadirat-Ku hadir ditengah-tengah kalian.

Ayat. 3023

Berkurbanlah untuk-Ku dengan cara yang benar, cara yang telah diberikan kepada Musa.

Bukan kurban secara serampangan tanpa aturan yang benar.

Bukankah pengajaran-Ku telah jelas dan terang benderang kepada kalian?.

Ayat. 3024

Berkumpulah dalam kesatuan tauhid bapakmu Abraham, dalam naungan keagungan bait suci.

Jangan ada lagi perkataan penebusan dosa, manusia yang menjadi Tuhan, sebab hal yang demikian bertentangan dengan pengajaran Taurat.

Dosamu merupakan tanggung-jawab mu secara pribadi, dan Tuhan adalah Raja di raja. Sang Pencipta segala isi semesta yang berbeda dengan ciptaan.

Ayat. 3025

Bangkitlah dan milikilah kesadaran. Janganlah kalian menjadi budak-budak keagamaan dan menjalankan berbagai peribadatan berdasarkan perintah manusia bukan perintah Tuhan.

Pengajaran dari Tuhanmu akan membawa kepada pencerahan, kebaikan dan cinta kasih. Bukan perang tiada akhir yang membawa kepada kehancuran dan kemelaratan hidup.

Bertauhid belumlah cukup, kalian harus mendapatkan pengajaran yang benar.

Kitab Semesta

Ayat. 3026

Wahai muslim, sadarlah dan bangunlah dari ketidaktahuan kalian.

Ruang Maha Kudus ada di Yerusalem, tempat dahulu kala Musa membangun tenda untuk memuji Kebesaran -Ku (Musa membangun tenda selama perjalanannya menuju tanah dijanjikan, namun Musa wafat sebelum tiba di tanah yang telah dijanjikan).

Musa melakukan pengorbanan dan tata cara peribadatan yang telah Aku perintahkan secara langsung kepadanya.

Aku hadir diantara kalian di tempat Yang Maha Suci, bukan di tempat para penyembah berhala.

Ayat. 3027

Dan janganlah kalian terhasut oleh ucapan para pemimpin agama , untuk membunuh saudaramu sendiri.

Jika agama menyuburkan kebencian dan permusuhan untuk apa agama itu kalian lestarikan, bukankah Tuhanmu tidak pernah menciptakan agama?.

Bukankah pengajaran Tuhanmu melewati batas-batas agama dan kepercayaan?.

Ayat. 3028

Janganlah kalian wariskan kebencian kepada anak keturunanmu terhadap Yahudi dan Nasrani, sebab mereka adalah saudara kalian, anak-anak dari bapak moyang mu yang sama yakni Abraham.

Siapapun yang menghendaki kehancuran suatu kaum, maka kehancuran itu akan datang berbalik kepada golongan mereka sendiri.

Begitupula bagi mereka yang gemar melakukan doa-doa yang jelek, sumpah serapah untuk kehancuran suatu kaum, maka kehancuran akan kembali kepada mereka yang mengucapkannya.

Ayat. 3029

Mereka para pemakai jubah-jubah keagamaan ini, bukanlah orang-orang yang beriman, melainkan sekelompok orang munafik yang sedang memainkan agama untuk kepentingan diri dan kelompoknya.

Mereka mengatasnamakan agama untuk memenuhi hasrat -tahta dan kekuasaan.

Maka berhati-hatilah, janganlah kalian terjebak oleh penampilan orang-orang yang memakai atribut keagamaan, sosok yang tampak saleh, namun lebih berbahaya daripada penjahat kebanyakan.

Ayat. 3030

Tuhanmu Maha Mengetahui dan penuh perhitungan. Ia mengetahui siapa-siapa yang melewati batas dan siapa-siapa yang masih dapat untuk diampuni.

Maka janganlah kalian bertindak seolah mewakili-Ku, menjadi hakim bagi manusia lainnya, menjadi Tuhan kecil bagi manusia lainnya.

Kitab Semesta

Ayat. 3031

Banyak manusia yang memberhalakan agama, sehingga melupakan kemanusiaan, sedang nabi-nabi memberikan pengajaran agar manusia memiliki sifat kasih sayang terhadap sesama.

Banyak manusia beragama tapi sebenarnya jauh dari Tuhan, tak pernah mengenal kesejatianNya -selain menjadi budak-budak keagamaan.

Sekelompok manusia yang merasa paling dekat dengan Tuhan-Nya.

Memusuhi mereka-mereka yang ada di luar kelompoknya lalu menghakimi mereka yang tak sejalan dengan sebutan sesat.

Sedang Tuhan sejatiNya milik jagad semesta raya, kasihNya tanpa batas, semuanya diberi tanpa memandang sedikitpun perbedaan.

Ayat. 3032

Kalian adalah manusia yang terperangkap dalam penjara pikiran yang kalian buat sendiri.

Bebaskanlah pikiran kalian, selamilah kedalaman samudera hati, lalu ambilah mutiara yang ada di sana.

Ayat. 3033

Tuhan-tuhan agama beserta pengikutnya, akan saling bersaing satu sama lain, untuk menjadi Tuhan yang paling berpengaruh dan memiliki pengikut terbanyak.

Sedang Aku Tuhan Semesta alam, yang tidak bisa dibatasi oleh agama dan kepercayaan.

Kalian semua merupakan umat-umat yang Aku cintai.

Kenalilah Aku sebagai Tuhan Sejati, pelajarilah kebesaran Ku dari tanda-tanda yang ada di semesta ini.

Kenalilah Aku sebagai Sosok Tuhan yang lahir bukan dari konsep karya cipta manusia, melainkan Tuhan Yang dikenal dari jalan kesadaran.

Ayat. 3034

Bersihkanlah hatimu, sebab tempat itu merupakan tempat Ia bersemayam.

Tempat dimana peziarahan terakhir sang jiwa, sebelum menyatu dalam keterpisahanNya.

Ayat. 3035

Mendekatlah kepadaKu dengan ketulusan dan ketundukan hati.

Jangan pernah malu sekalipun dosamu sebanyak air dilautan, sebanyak pasir di gurun nan gersang.

Kasih karunia-Ku senantiasa hadir bersama mereka yang percaya, seseorang yang didalam hatinya senantiasa mengingat diriKu baik disaat lapang maupun sempit.

Seseorang yang memiliki kesadaran bahwa Tuhan Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang, kasih karunia-Nya memancar ke segala penjuru semesta, sehingga tidak ada jarak antara Tuhan dengan ciptaan-Nya.

Kitab Semesta

Ayat. 3036

Wahai orang-orang yang beriman. Ambilah hikmah dan pembelajaran dari langit.

Sebuah benda angkasa melakukan perjalanan antar gugusan bintang dengan kecepatan yang luar biasa, melawan hukum tarik menarik antar gugusan planet.

"Maka bukalah kitab kalian, maka terdapat :
Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, yang kami berkati sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kekuasaan) Kami. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat."
(Al-Isra' 17:1)

Ketahuilah perjalan Muhamad adalah perjalanan batin menuju kesadaran diri, bukan merupakan perjalanan fisik.

Lantas mengapa kalian menambahkan kisah tersebut dengan dongeng-dongeng yang lahir belakangan seolah hendak mengkultuskan Muhammad dan merendahkan Kuasa Tuhan?.

Bagaimana Tuhan Yang Maha Tahu, tidak bisa mengetahui perkara kemampuan manusia untuk beribadah, sehingga harus ditawar manusia untuk menjadi ringan?.

Dimana letak Kehormatan, Kekuasaan dan Kemahatahuan Tuhan?.

Bacalah ayat tersebut, maka tertulis Masjidil Aqsa, ketahuilah bangunan berkubah itu baru dibangun setelah Muhammad wafat, tidak ada bangunan bernama Masjidil Aqsa selain reruntuhan bait suci kaum Israel-kuil Sulaiman.

Perjalan tersebut, di masanya menimbulkan banyak kecurigaan, beberapa pengikutnya keluar dari ajaran yang dibawanya.

Tidak ada saksi dan tidak ada yang mengantar dan menjemput kepergiannya, selain pengakuan sepihak.

Tidak ada mahluk hidup yang dapat menembus langit selain dengan ilmu, gunakanlah akal kalian, jangan kalian menulis sesuatu yang dilebihkan dan berlindung dibalik kata mukjizat, agar segalanya menjadi nyata dan benar.

Peribadatan shalat adalah kebutuhan jiwamu, berhentilah menjadi budak-budak keagamaan, raihlah pencerahan batin.

Bersujud dalam jiwa lebih bermakna daripada bersujud secara rutinitas fisik - namun kosong makna - jauh dari kesadaran ilahi.

Kitab Semesta

Ayat. 3037

Wahai orang-orang yang beriman. Perempuan-perempuan yang senantiasa menjaga aurat dan kesuciannya.

Berpenampilan sopan adalah baik, bersoleklah dan tampillah dengan indah karena Tuhanmu mencintai keindahan.

Namun waspadalah, jangan sampai kalian menyombongkan diri dan merasa paling beriman, memandang perempuan lain yang tidak menggunakan atribut yang sama sebagai perempuan rendah dan hina.

Keimanan seseorang tidak dilihat dari atribut yang dipakai melainkan dari ketakwaannya.

Rambut bukanlah aurat, selembar kain yang menutupinya merupakan warisan moyang mu yang membedakannya antara perempuan bebas dan kalangan budak.

Begitu juga latar belakang dibalik berpakaian longgar hingga menutupi seluruh tubuh, mereka(para tetua masyarakat )hendak melindungi kaum perempuan yang sedang buang hajat di area lapangan terbuka agar tidak dikenali secara umum.

Kini sistem perbudakan sudah tidak ada dan kalian sudah memiliki ruangan khusus untuk kebersihan.

Maka syariat kaku tersebut tidaklah mutlak berlaku untuk segala zaman.

Berpakaianlah dengan sopan, indah dan penuh keberagaman.

Jadilah perempuan yang merdeka namun tidak melupakan kodrat, bukan perempuan yang terkurung dalam penjara sempit yang dibangun oleh tradisi warisan moyangmu.

Jati diri bangsa mu merupakan warisan moyang mu yang harus dijaga dan dilestarikan. Ambilah yang baik, perbaiki dan teruskanlah kepada pewaris mu, agar peradaban yang kalian bangun menjadi lebih baik dan kian beradab.


Kunjungi website kami di www. KitabSemesta. Com kitab pengusung tauhid Ibrahim dan tauhid Universal

mesiah #juruselamat #imammahdi #yudaisme #kristen #islam #hindu #budha #konghucu #agnostik #atheis #alirankepercayaan #monotheisme #ibrahim #musa #daud #sulaiman #muhammad #Yesus

Yesus #kebangkitan #paskah #kristen #tauhid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *