Kitab Semesta Bagian-21. (Ayat 2731 S/d ayat 2820)
Ketika engkau membaca sebuah kitab suci, Tuhan seolah berhenti berbicara kepada umatNya pada ayat-ayat yang terakhir.
Namun ada sebuah kitab yang halaman-halamannya tak pernah ada habis-habisnya untuk dibaca , seolah Tuhan hendak selalu berdialog dengan kita, sebuah samudra ilmu tanpa batas.
Itulah yang dinamakan kitab semesta.
Sebuah kitab universal yang mengajarkan hikmah kepada manusia yang beriman; belum ataupun yang tak beriman
Ada baiknya membaca bagian awal Kitab Semesta dengan meng- klik, tautan link di bawah ini :
Kitab Semesta bagian -1 (Ayat 1 s/d 160) :
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10222461344992330&id=1530527757 )
Kitab Semesta bagian -2 (Ayat 161 s/d 270) :
Kitab Semesta bagian-3 (Ayat 271 SD 398) :
Kitab Semesta bagian-4 (Ayat 399 s/d 540)
Kitab Semesta bagian-5 ( ayat 541 SD 703)
Kitab Semesta bagian-6 ( ayat 704 SD 845 )
Kitab Semesta bagian-7 (Ayat 846 S/d 931 )
Kitab Semesta bagian-8 (Ayat. 932 SD 1125)
Kitab Semesta bagian-9 (Ayat. 1226 SD ayat. 1330)
Kitab Semesta bagian-10 (ayat 1331 SD ayat. 1511)
Kitab Semesta bagian-11 (ayat 1512 sd 1632)
Kitab Semesta bagian-12 (ayat 1633 SD 1770)
Kitab Semesta bagian-13 (ayat 1771 SD 1907)
Kitab Semesta bagian-14 ( ayat 1908 SD 2550)
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10226235516664263&id=1530527757
Kitab Semesta bagian-15 ( ayat 2551 SD 2165)
Kitab Semesta bagian-16 (Ayat. 2166 SD 2300)
Kitab Semesta bagian-17 (ayat. 2301 SD 2395)
Kitab Semesta bagian-18 (ayat 2396 SD 2495)
Kitab Semesta bagian-19 (ayat 2496 SD 2608)
Kitab Semesta bagian-20 ( Ayat. 2609 S/d Ayat. 2730)
Kitab Semesta
Ayat. 2731
Lihatlah perilaku pemuka-pemuka agamamu di atas mimbar, ia mulai berkata-kata dan merangkai ayat-ayat untuk menyenangkan hati pengundangnya.
Begitupun dengan pengundang selanjutnya, maka ia akan mengkondisikan ayat itu untuk kepentingan kelompok dan golongannya saja.
Dan semua yang ia lakukan, tidaklah percuma melainkan dengan kesepakatan harga.
Inilah yang dinamakan penjual ayat-ayat Tuhan.
Ayat. 2732
Lihatlah bagaimana mereka mengumpulkan berbagai derma.
Dalam balutan indah ayat-ayat agama, segala tipu muslihat -mereka kerahkan untuk mendapatkan segalanya.
Yang memberi tak lebih miskin dari yang menerima.
Tidak ada yang berani menegur dan menyalahinya, karena menganggap segala sesuatunya untuk kepentingan Tuhan dan agama.
Ayat. 2733
Inilah bentuk perbudakan-perbudakan dalam agama.
Tuhanmu sudah Maha Kaya, Kekuasaan-Nya meliputi segala, tidaklah pantas jika Tuhanmu meminta-minta persembahan dari makhluk-makhlukNya.
Maka sadarlah, janganlah kalian terperdaya, berilah apa yang kalian miliki kepada yang berhak seperti fakir miskin , anak yatim dan orang-orang tua yang ada disekitar kalian.
Ayat. 2734
Dan janganlah kalian mengagungkan seseorang karena nasabnya, karena keutamaan seorang insan, berada dalam ketakwaannya.
Lihatlah perilaku mereka, yang mengaku sebagai keturunan para nabi, bukankah mereka hendak membodohi dan memperbudak kalian?.
Lantas mengapa kalian mengikutinya, memenuhi kotak-kotak amalnya, mendengar segala caci makinya dan dengan ikhlas menuruti segala kemauan mereka tanpa sedikitpun menaruh rasa curiga?.
Ayat. 2735
Maka bertobatlah, kembalilah kedalam barisan orang-orang yang saleh.
Bersama alim ulama dan rohaniawan yang masih lurus, yang tetap rendah hati dalam keluasan ilmu, yang tetap hidup dalam kesederhanaan.
Pemimpin agama yang menjaga perilaku dan tutur katanya.
Pemimpin agama yang mencurahkan waktu, tenaga dan pikiran untuk jemaah yang dicintainya.
Merekalah pemimpin-pemimpin agama yang lurus, merekalah perwakilan-perwakilan Tuhan di dunia, ikutilah mereka selama tidak menyimpang dari jalan kebenaran.
Kitab Semesta
Ayat. 2736
Waspadalah terhadap orang-orang yang mengaku-ngaku sebagai keturunan nabi.
Mereka membuat catatan-catatan palsu, kemudian mengatakan kepada umat bahwa mereka memiliki nasab yang tak terputus.
Kemudian mereka gunakan gelar itu untuk menipu umat, mengumpulkan harta benda, menikahi perempuan-perempuan yang mereka sukai, mereka perbudak sesamanya dengan mengatasnamakan Tuhan dan agama.
Ayat. 2737
Dalam kesombongan iman mereka berkata, ikuti dan hormatilah kami, maka kalian akan mendapatkan syafaat.
Sedang dibalik mimbar mereka sibuk menghitung-hitung jumlah derma yang mereka dapatkan.
Ayat. 2738
Kemudian mereka gerakan pengikut-pengikut mereka untuk menentang segala kebijakan pemimpin mereka, dan menyatakan bahwa orang-orang diluar barisan mereka, sebagai orang yang sesat dan bid'ah, orang-orang yang pantas untuk diperangi.
Ayat. 2739
Mereka musuhi segala bentuk peninggalan moyang mereka dengan sebutan syirik, mereka hina pemikiran bijak moyang mereka dengan sebutan pemikir sesat dari para pemuja ruh dan benda mati.
Ayat. 2740
Tidakkah mereka dapat berfikir sejenak untuk merenungkan betapa bijaknya orang-orang terdahulu mengatur kehidupan agar tertata dengan baik, penuh dengan keharmonisan.
Dalam keterbatasan dan kesederhanaan, mereka masih memikirkan kebesaran Tuhan, mereka selaraskan antara alam; cara mereka hidup, hingga cara pandang mereka dalam memaknai kehidupan dan juga kematian.
Ayat. 2741
Mereka menghormati kalian sebagai pendatang, menghargai keimanan kalian, namun kemudian kalian mengusir mereka dengan penuh kepongahan.
Inikah perilaku kaum beragama?.
Diantara kalian bahkan ada yang memandang rendah mereka, tetapi sejatinya, diantara mereka ada yang lebih mengenal Aku, dibanding mereka-mereka yang lahir dari pemahaman agama.
Ayat. 2742
Maka sadarlah bahwa baik buruknya keimanan seseorang, segala sesuatunya akan kembali kepadaKu, tidak ada satupun manusia yang dapat menghakimi manusia lainya, dengan pemahaman akan satu kebenaran tunggal.
Ayat. 2743
Bersatu dan hiduplah dalam damai. Jangan ada lagi pemaksaan kehendak.
Jangan ada lagi pemaksaan agama, sebab keimanan itu hadir dari kesadaran, bukan dari pemaksaan.
Beragama maupun tidak merupakan hak sepenuhnya atas diri kalian masing-masing.
Tuhanmu terbebas dari segala atribut, kenalilah Ia sebagai Tuhan Semesta Alam yang terbebas dari sekat-sekat agama dan kepercayaan.
Ayat. 2744
Lihatlah kedalam jiwa kalian, bukankah Ia bersemayam di setiap jiwa yang mau menerima Nya?.
Bukankah Wadah jiwa itu merupakan kuil jiwa yang sejati?.
Ayat. 2745
Lantas mengapa kalian bermegah-megah, membangun banyak rumah peribadatan seolah Kuil -kuil pemujaan itu merupakan tempat Aku bersemayam?.
Bukankah Aku hadir bersama orang miskin?. Bukankah Aku hadir bersama orang-orang yang lapar?.
Untuk apa kalian kumpulkan uang dari kotak-kotak persembahan, menghitung-hitung dan menyimpannya dengan erat, sedang disekitar kalian banyak manusia yang hidup dalam kemiskinan dan kemalangan hidup?.
Maka berbagilah kepada sesama, karena dengan berbagi, kalian telah menjadi saluran berkah bagi sesama.
Kitab Semesta
Ayat.2746
Dan waspadalah terhadap orang-orang yang hendak menghasut agar kalian terpecah belah dan saling bertikai.
Berdialoglah dalam damai. Jangan ada lagi caci maki, dan berbagai ujaran kebencian yang keluar dari mulut kalian.
Ayat. 2747
Bersikaplah jujur, penuh dengan keterbukaan . Katakanlah yang salah itu salah, yang benar itu benar.
Beranilah dalam menyuarakan kebenaran. Jangan pernah ragu sedikitpun, sekalipun berbagai ancaman menghampiri diri kalian.
Ayat. 2748
Hargai mereka-mereka yang pantas dihargai. Hormati mereka-mereka yang pantas dihormati.
Tidak layak sekelompok pendusta diberikan mimbar serta gelar kehormatan, sebab segala tindak tanduk perilakunya kelak akan membawa kepada kebinasaan.
Ayat. 2749
Prilaku yang akan merusak sendi-sendi kehidupan.
Maka tinggalkanlah majelis-majelis keagamaan seperti itu, tidaklah pantas kalian berkumpul, bersusah payah datang dari segala tempat untuk mendengar caci maki dan menganggapnya sebagai dakwah.
Semua adalah kepalsuan. Takkan ada pahala yang mengalir daripadanya selain kesia-siaan.
Ayat. 2750
Maka berkumpullah bersama orang-orang yang shaleh, raihlah ilmu dan berbuat baiklah terhadap sesama.
Tuhanmu Maha Pemberi Pengampunan, maka bertobatlah.
Janganlah kalian ulangi lagi segala perbuatan tercela dan hina itu dikemudian hari.
Kitab Semesta
Ayat. 2751
Dan janganlah kalian memperjual belikan nasab keturunan dan mengambil keuntungan darinya.
Yang menjual dan membeli, tak ubahnya sekawanan penipu, yang hendak memangsa umat.
Ayat. 2752
Dan jangan pula kalian membuat makam-makam palsu, seakan itu merupakan bagian dari keagungan kelompok mu.
Makam-makam palsu yang kelak didatangi para penziarah, makam yang kelak mendatangkan berbagai harta persembahan.
Kalian tipu segala niat baik mereka untuk mendoakan dan menghormati orang-orang yang saleh, dimanakah nurani kalian berada?.
Ayat. 2753
Kalian tak ubahnya sekawanan pencuri dan pendusta, buanglah jubah-jubah keagamaan dari tubuh kalian, sebab kalian tak pantas untuk menggunakannya.
Kalian adalah kumpulan orang-orang yang munafik, berharap mendapat penghormatan, sanjung puji namun sesungguhnya merupakan sekumpulan para penipu.
Ayat. 2754
Kalian membuat banyak nakam-makam palsu dan kalian hitung-hitung pemasukan yang akan masuk di tiap tahunnya.
Sementara jama'ah datang berbondong-bondong, dengan niatan baik berdoa dan mengharap berkah.
Tidakkah kalian sadari, bukankah Aku tempat kalian untuk meminta?. Mengapa kalian meminta kepada kuburan-kuburan?.
Ayat. 2755
Berziarah itu baik, untuk mendoakan, mengenang dan menghormati mereka-mereka yang telah wafat.
Jika niatan kalian lurus hanya sekedar berziarah maka itu diperbolehkan, tidak ada yang salah dari apa yang kalian kerjakan, menjadi haram ketika dari makam itu, kalian meminta dan berharap akan sesuatu darinya.
Kitab Semesta
Ayat. 2756
Dalam jubah kebesaran mereka berkata, "Mari serahkan kendaraan, tanah-tanah, dan rumah-rumah kalian untuk Allah".
"Mari kita berjuang untuk agama, berjuang bersama nabi, berjuang menuju kemenangan bersama Allah".
Sekilas tidak ada yang salah dari apa yang mereka ucapkan, namun sesungguhnya dibalik itu semua, kalian seharusnya patut curiga, kemanakah larinya segala harta persembahan itu?.
Ayat. 2757
Apakah segala sesuatunya itu untuk kepentingan pribadi, untuk menambah istri-istri atau untuk kepentingan umat?.
Maka waspadalah, janganlah kalian seperti domba yang digiring menuju tempat penjagalan.
Dengan riang gembira, melepaskan segala harta benda yang ada, seolah pemberian itu sebagai bentuk perjuangan bersama Tuhan dan agama.
Ayat. 2758
Berderma itu baik namun tetaplah waspada.
Dan betapa berkahnya pemberian-pemberian itu jika digunakan untuk kepentingan yang tepat, untuk kepentingan sesama.
Pemberi dan penerima sama-sama menerima pahala dan keberkahan hidup .
Ayat. 2759
Dan betapa sia-sianya pemberian itu jika digunakan untuk kepentingan pribadi.
Dan betapa celakanya pemberian itu, jika digunakan untuk membeli senjata-senjata guna membunuh sesamanya.
Ayat. 2760
Jadilah sumber mata air kehidupan.
Sekecil atau sebesar apapun pemberian akan menjadi hidup, takkala ia menjadi sumber mata air yang menghidupkan.
Sumber mata air abadi, yang melewati segala rongga kegelapan dan darinya tumbuh berbagai macam tunas kehidupan.
Kitab Semesta
Ayat. 2761
Millah atau dฤซn atau syariat dari semua nabi dan rasul Allah adalah sama atau satu, yakni Millah Ibrahim yang hanif.
Waspadalah kepada mereka-mereka yang dengan tangannya, dengan sengaja dan penuh kesadaran merubah ayat-ayat , merubah tafsiran, merubah pemahaman akan keesaan Allah.
Merubah "mu" menjadi "Mu", "nya" menjadi "Nya", merubah "dia" menjadi "Dia", merubah "Tuan" menjadi "Tuhan".
Ayat. 2762
Bukalah kitab-kitab Injil yang kalian miliki, bukankah telah tertulis, iblis memperlihatkan kepadanya kerajaan dunia dari gunung yang tinggi, dan berkata: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika engkau sujud menyembah aku".
Maka berkatalah Yesus kepadanya : "Enyahlah, iblis sebab ada tertulis: engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!".
Bagaimana mungkin iblis yang sedang menguji sang nabi, menggelari Yesus sebagai Tuhan?, ada kepentingan apakah, sehingga kalian merubah kata "mu" menjadi "Mu"?.
Ayat. 2763
Dan ingatlah peristiwa seorang perempuan berdosa mengurapi Yesus, orang Farisi berkata dalam hati, "Jika orang ini seorang Nabi, Ia tentu tahu siapa dan perempuan apa yang menyentuh-Nya itu sebab perempuan ini adalah seorang pendosa"
Perhatikanlah kata "Ia dan Nya", bagaimana mungkin orang yang sinis, penuh kecurigaan, menggelari Yesus sebagai Tuhan?.
Ayat. 2764
Ingatlah ketika Yesus bertemu dengan perempuan Samaria di sebuah sumur, dan berkatalah perempuan itu kepadanya, "Tuhan, Engkau tidak punya timba, dan sumur ini amat dalam, dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?"
Bagaimana mungkin perempuan Samaria yang baru berjumpa dengan Yesus, menyapanya dengan sebutan Tuhan, bukankah bentuk sapaan hormat yang perempuan maksud itu adalah Tuan?.
Mengapa tangan kalian dengan kejinya, sengaja merubah kata "Tuan" menjadi "Tuhan", "engkau" menjadi "Engkau" ?.
Bukankah Yesus berkata kepada para muridnya yang menawarkan makanan, "Makananku adalah melakukan kehendak Dia yang mengutus aku".
Dan ingatlah perkataan Yesus lainnya, " Untuk mendapat kehidupan abadi, mereka perlu mengenal Engkau , satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang Engkau utus.
Ayat. 2765
YHWH adalah Allah, Tuhan Yang Esa.
Janganlah kalian memaksakan kehendak, dan menyatakan Yesus sebagai Tuhan, tiga kesatuan Wujud dari Yang Maha Wujud.
Dan janganlah pula kalian mengubah-ubah ayat-ayat untuk kepentingan kelompok yang hendak mengusung pemahaman tertentu, sehingga pada akhirnya segala perbuatan-perbuatan nista itu, kelak menjauhi umat dari ketauhidan yang sejati.
Kitab Semesta
Ayat. 2766
Dan bukalah kembali injil-injil kalian bukankah tertulis :
Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: โSalam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.โ
Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: โJangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Maha Tinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.โ
Bagaimana mungkin malaikat menduakan keesaan Allah, menganggap Yesus Tuhan yang akan menerima tahta Daud?.
Dan telitilah kembali, dan disana tertulis :
Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.
Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: โDiberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.
Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.โ
Elisabeth merupakan seorang Yahudi yang taat, mustahil baginya mengucapkan "Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?", bukankah telah tegas Allah berfirman kepada kalian, Dengarlah, hai orang Israel: YHWH itu Elohim kita, YHWH itu esa"
Ayat. 2767
Dan telitilah kembali kitab-kitab kalian, bukankah disana tertulis :
Setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masuklah Ia ke Kapernaum. Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya.
Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati. Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya.
Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya: "Ia layak Engkau tolong, sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami."
Bagaimana mungkin lingkungan Bani Israil yang taat beribadah kepada YHWH, menganggap Yesus sebagai nabi yang memiliki mukjizat-mukjizat penyembuhan, namun menyapanya dengan sebutan Tuhan?.
Ayat. 2768
Siapakah kalian ini yang begitu memaksakan ketuhanan Yesus?.
Bukankah semua makhluk hidup dalam Dia, begitu juga dengan Yesus?.
Karena begitulah Kebesaran-Nya meliputi segala sesuatu.
Sedang Yesus hanyalah seorang makhluk ciptaan yang terbatas.
Ayat. 2769
Tuhanmu Wujud Yang tiada banding, tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia. Tidak ada satupun ciptaan yang mampu menandingi kuasa-Nya. Karena Dia merupakan Raja Diraja. Tidak ada satupun sekutu bagi Dia.
Ayat. 2770
Kembalilah dan bertobatlah bahwa YHWH Allah Tuhanmu itu esa, yang mengikat atas anak keturunanmu hingga selama-lamanya.
Bapa, anak dan ruh Kudus yang menjadi satu kesatuan, merupakan pemikiran bapakmu yang terdahulu, sesungguhnya WujudKu, merupakan Wujud Yang tak bisa dibagi-bagi.
Aku tiupkan ruh kehidupan ke segala penjuru semesta, bukan berarti menjadikan ruh itu tuhan-tuhan tandingan atau menjadikannya tuhan-tuhan kedua untuk menyaingi Kebesaran -Ku.
Kitab Semesta
Ayat. 2771
Dan bagimu muslim telitilah Al-Qur'an mu.
Bukankah dalam kitab itu tertulis perjumpaan Musa dengan Tuhannya dibalik semak pohon berapi.
Telitilah tiga surah dalam kitab mu ( Surat at Taha, an naml, Al qasas), bukankah tertulis :
Maka ketika dia mendatanginya (ke tempat api itu) dia dipanggil, โWahai Musa Sungguh, Aku adalah Tuhanmu, maka lepaskan kedua terompah (alas kaki) mu. Karena sesungguhnya engkau berada di lembah yang suci, Tuwa".
Kemudian bukalah surah lainnya, telah tertulis:
Maka ketika dia tiba di sana (tempat api itu), dia diseru, โTelah diberkahi orang-orang yang berada di dekat api, dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Mahasuci Allah, Tuhan seluruh alam.โ
Lalu bukalah surah lainnya, telah tertulis:
Maka ketika Musa telah menyelesaikan waktu yang ditentukan itu dan dia berangkat dengan keluarganya, dia melihat api di lereng gunung. Dia berkata kepada keluarganya, โTunggulah (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa suatu berita kepadamu dari (tempat) api itu atau (membawa) sepercik api, agar kamu dapat menghangatkan badan.โ
Maka ketika dia (Musa) sampai ke (tempat) api itu, dia diseru dari (arah) pinggir sebelah kanan lembah, dari sebatang pohon, di sebidang tanah yang diberkahi, โWahai Musa! Sungguh, Aku adalah Allah, Tuhan seluruh alam!
Dari rangkaian tiga peristiwa yang sama , mustahil bagi Tuhan berfirman dengan bunyi, adegan dan latar belakang yang berbeda-beda, bukankah ada juru tulis Al-Qur'an yang murtad di masa lalu dan meminta perlindungan, sebab diktean pertama berbeda dengan diktean berikutnya?.
Bukankah seharusnya firman itu memiliki kebenaran, kekal dan tak terbatas?.
Ayat. 2772
Bukankah seharusnya pengajaran Tuhan, rasul dan nabi-nabinya membuat manusia terbebas dari segala belenggu dan menjadikan manusia, sebagai makhluk yang tercerahkan?.
Lantas mengapa kalian memperbudak umat yang tak sejalan dan juga memperbudak umat dari kalanganmu sendiri?.
Ayat. 2773
Tuhanmu merupakan Tuhan Yang Maha Segalanya, Ia Maha Kaya, mustahil baginya meminta jatah rampasan perang yang didapat dari peperangan, darah dan airmata.
Bukankah pengajaran Tuhan yang sejati membawa damai dan Rahmat bagi semesta alam?.
Ayat. 2774
Tuhanmu Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, RahmatNya memancar kesegala penjuru semesta, semuanya dibagi tanpa sedikitpun membedakan.
Tuhanmu tidak memiliki musuh, sebab Ia Wujud Yang Maha Perkasa.
Lantas mengapa ada ajakan untuk membunuh, memancung, memenggal umat-umat yang tak sejalan, bukankah mereka merupakan umat-umatKu juga, umat yang Ku kasihi, sekalipun mereka tak beriman?.
Ayat. 2775
Bertauhid saja tidaklah cukup, kalian harus juga memiliki pengajaran yang benar.
Maka kembalilah kepada pengajaran Tuhan Yang Sejati yang membawa damai dan kesejahteraan bagi seluruh umat-umatNya.
Kitab Semesta
Ayat. 2776
Wahai orang-orang yang beriman beragama maupun tidak, merupakan kebutuhanmu.
Kenalilah Tuhanmu, Tuhan Semesta Raya yang tak tersandera oleh kelompok-kelompok agama dan kepercayaan manapun.
Pengajaran-Nya meliputi semesta, melewati sekat-sekat agama-agama dan kepercayaan.
Maka kenalilah Tuhanmu, Tuhan Yang Keberadaan-Nya berada diatas segalaNya.
Ayat. 2777
Tak terhitung banyaknya nama dan gelar yang disematkan oleh moyangmu kepada sosok-sosok Tuhan yang mereka percaya.
Tak terhitung banyaknya kuil-kuil pemujaan yang telah dibangun untuk memuja-Nya.
Dan pada akhirnya tuhan-tuhan, kuil-kuil, ritual-ritual dan pengajaran-pengajaran itu musnah tertelan zaman.
Ayat. 2778
Tak terhitung banyaknya manusia yang terbunuh saat tuhan-tuhan itu masih ada.
Tuhan Maha Perkasa, Maha Pengasih dan Maha Penyayang, Kekuasaan-Nya meliputi segala, namun mereka dengan suka rela berkorban dan rela mati mengatasnamakan Tuhan, agama dan kepercayaan yang mereka yakini akan kebenarannya.
Dari banyaknya Tuhan-tuhan, Tuhan manakah yang mereka bela ataukah mereka sedang membela hawa nafsunya dan menjadikan nafsunya itu sebagai Tuhan?.
Ayat. 2779
Pengajaran lama tergantikan dengan pengajaran yang baru, manusia terus belajar dan menggali makna ketuhanan.
Kemudian darinya mereka ciptakan berbagai macam bentuk ritual penyembahan, beragam bentuk kepercayaan dan agama-agama.
Sebagai penanda bahwa mereka memiliki jati diri dan kekhasan dalam menyembah-Nya.
Ayat. 2780
Tetapi Tuhanmu lebih mengetahui segala sesuatu dibanding ciptaan-Nya.
Ia mengetahui segala rahasia hati dari setiap insan, ruh insani yang dapat menghubungkan cahaya murninya kepada Cahaya Kemuliaan Sang Khalik, ruh insani yang kemudian menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan dan kekal.
Itulah mukzijat yang atas ijin-Nya, membuat si buta mampu melihat, yang lumpuh mampu berjalan, yang mati dapat hidup kembali.
Tetapi Kuasa dan hadirat Tuhanmu, ada -tanpa sebab akibat yang menyertaiNya.
Tuhanmu berbeda dengan makhluk ciptaan.
Begitulah Ia, Yang Maha Mulia sejak dari permulaan, tidak ada yang sejajar dengan Dia.
Kitab Semesta
Ayat. 2781
Langit baru dan zaman yang baru.
Sebuah zaman dimana manusia memasuki zaman pencerahan, menjadi satu, menjadi umat Tuhan Yang Satu, meleburkan segala perbedaan, melepaskan segala bentuk belenggu perbudakan, menjadi kesatuan yang tak terpisahkan dalam kehidupan yang damai dan sejahtera.
Ayat. 2782
Ingatlah wahai manusia, Tuhanmu itu Esa, tidak ada yang serupa dan sejajar dengan Dia.
Ia ada sebelum segala sesuatunya ada.
Sebelum adanya makhluk dan segenap ciptaan, yang ada hanya kekosongan.
Ayat. 2783
Kemudian ia tiupkan ruh ilahiah ke segala penjuru semesta, jadilah semesta itu yang tampak tak berbatas yang sesungguhnya terbatas, sebab hanya Dia yang tak berbatas.
Jadilah beragam jenis makhluk sebagai bentuk kesaksian atas Keberadaan-Nya.
Ayat. 2784
Dalam pusat semesta kesadaran, Ia tanamkan Pohon Pengetahuan, siapapun yang memakan buahnya akan mengerti akan hal yang baik dan buruk.
Bujuk dan rayuan ular itu, membuatnya terperdaya.
Dipetiknya buah itu, maka mereka tersadar dan menjadi malu akan ketelanjangannya.
Ketika Tuhan mencarinya di taman itu, sepasang manusia yang bersembunyi itu berkata, "aku malu Tuhan, sebab aku telanjang". "Siapakah yang memberi tahumu akan hal ini?" tanya Tuhan.
Maka terusirlah mereka dari Taman Eden, Taman Kemuliaan Tuhan.
Ayat. 2785
Dari pengetahuan itulah manusia, dapat mempelajari hukum-hukum yang mengikat alam semesta.
Dari pengetahuan itulah manusia mengembangkan kehidupan, menciptakan berbagai peradaban, yang hidup silih berganti.
Kitab Semesta
Ayat. 2786
Laksana lembaran putih, bayi ketika lahir ke dunia dalam keadaan suci. Ia tak pernah bisa memilih lahir dari keluarga apa, beragama apa, orangtuanya-lah yang membentuk jati diri; membungkusnya dengan berbagai macam agama dan kepercayaan.
Semua penempatan itu, semata karena takdir dan merupakan kehendak-Nya kalian hidup dalam keberagaman, begitu juga dalam iman dan kepercayaan.
Ayat. 2787
Dari segala perbedaan itu, ada satu kesamaan yakni adanya ruh ilahiah yang senantiasa mengajak untuk kembali dalam keadaan suci, menyatu dalam Cahaya Kemuliaan-Nya.
Bagi jiwa-jiwa yang belum layak menyatu dalam Dia, maka jiwa itu kelak disucikan dalam api penyucian.
Ayat. 2788
Tuhan dan singgasana-Nya penuh dengan Cahaya Kemuliaan.
Penyatuan dua cahaya yang terpisah merupakan surga yang hakiki.
Surga tertinggi bukanlah kenikmatan hewani, melainkan menyatunya Sang Jiwa , Hidup Kekal bersama Sang Ilahi.
Ayat. 2789
Maka bukalah rumah jiwamu, ijinkan Ia memasukinya takkala Ia mengetuk.
Karena Rahmat Tuhan, kebenaran ada di banyak jalan, ibarat mata air yang memiliki banyak anak sungai, kelak akan bermuara menuju ke lautan.
Ayat. 2790
Tuhan Maha Adil, Maha Pengampun, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Bertobatlah bagi mereka-mereka yang berdosa.
Berbuat baiklah terhadap sesama dan berilah arti bagi kehidupan.
Kitab Semesta
Ayat. 2791
"Keledai liar yang lepas kendali", bukankah telah tertulis dalam kitab-kitab kalian, yaitu sekumpulan umat yang mudah terbakar emosinya, bodoh, keras kepala dan bengis, tangannya akan memberontak, melawan kepada siapapun yang ada dihadapannya.
Ayat. 2792
Mereka adalah sekumpulan umat yang tak pernah merasakan air hidup, air yang membawa kedamaian dan suka cita yang memancar dari kedalaman hati.
Hati mereka kering kerontang, hawa panas menyelimuti hati mereka yang telah mati.
Sekumpulan umat yang begitu bersemangat untuk membunuh sesamanya, mereka bangga dan rela mati untukNya, dalam kesombongan iman, mereka menepuk dada, merasa telah berjuang di jalan Allah , mereka membunuh sesamanya mengatasnamakan Tuhan dan agama, dan darinya berharap imbalan surga.
Ayat. 2793
Tuhanmu begitu Kudus, pengajaran-Nya penuh dengan Keluhuran dan kemuliaan, mustahil bagi-Nya menyuruh umat-umatNya untuk saling berperang, memerangi umat yang tak sejalan, bukankah mereka yang tak beriman merupakan umat-umatKu juga?.
Ayat. 2794
Maka bersabarlah dalam menghadapi keledai-keledai liar itu dan berdoalah untuk mereka, agar mereka tercerahkan dan segala macam penyakit kebodohan hilang dari diri mereka.
Jika mereka tetap dalam pendirian dan tetap berpaling dari jalan kebenaran, maka kebinasaan akan menghampiri mereka.
Ayat. 2795
Setiap pembawa pesan akan hidup terasing di tengah-tengah masyarakatnya yang telah rusak dan sesat arah. Ia akan dicemooh, diolok-olok dan dianggap gila, ia akan berjalan sendirian dan melawan arah, begitulah sudah kehendak Tuhanmu, maka bersabarlah.
Kitab Semesta
Ayat. 2796
Hiduplah dalam damai, sebab kalian umat yang satu, bersatulah dalam ikatan Tauhid Ibrahim.
Reguklah mata air kehidupan yang memancar dari kedalaman sumur kesucian hati.
Jangan lagi ada makian, kebencian dan permusuhan yang tertinggal di hati kalian.
Ayat. 2797
Dan jangan pula kalian wariskan kebencian tak mendasar itu kepada anak-anak kalian, sebab mereka lahir dalam keadaan murni.
Mereka tidak mengenal kebencian, mereka tidak mengenal permusuhan, karena begitulah adanya mereka.
Ayat. 2798
Wariskanlah kepada anak keturunanmu dengan ajaran cinta kasih, ajaran yang tulus tanpa sedikitpun membedakan.
Ajari mereka semangat berbagi kepada sesama tanpa berharap pamrih, imbalan serta sanjung puji.
Ayat. 2799
Tunas-tunas kehidupan yang baik akan menghasilkan buah kehidupan yang baik.
Tunas-tunas yang layu akan menghasilkan buah kehidupan yang jelek.
Begitulah perumpamaan anak keturunan yang baik.
Ayat. 2800
Buanglah pemahaman-pemahaman yang sekiranya mempersulit dan menjauhkan kalian dari keesaan Allah.
Jangan lagi ada perkataan Allah itu satu dari tiga hakikat.
Berilah pemahaman yang sederhana bahwa Allah itu esa, agar kalian tidak terpecah belah dan dapat bersatu dalam ikatan Tauhid Ibrahim.
Ayat. 2801
Dan jangan lagi ada perkataan, mereka diluar kelompok kami, mereka penghuni neraka dan mereka kekal di dalamnya.
Dan janganlah menjadi hakim, dan jangan pula menjadi tuhan kecil bagi manusia lainnya.
Janganlah kalian mengambil suatu perkara dan memutuskannya, yang sesungguhnya segala sesuatu dan ketetapannya itu ada ditangan-Ku.
Ayat. 2802
Dan jangan pula kalian menyombongkan diri, dan berkata, kamilah umat pilihan Elohim, umat yang dicintai oleh Tuhan.
Dan jangan pula kalian menyebut kelompok diluar kalian dengan sebutan rendah semacam goyim , kafir, domba tersesat dan juga sebutan-sebutan rendah lainnya.
Ayat. 2803
Dan jangan pula kalian berkata, keselamatan hanya ada di dalam Yesus.
Bagaimana keadaan umat yang ada sebelum Yesus?.
Dan janganlah kalian berpaling dari keesaan Allah dan menuhankan Yesus anak Maria.
Ingatlah Allah berbeda dengan ciptaan, tidak ada makhluk yang sejajar dengan Dia.
Ayat. 2804
Dan jangan pula kalian menghina ajaran diluar bapakmu Ibrahim sebagai umat penyembah berhala-berhala.
Sebab Aku meliputi segala, dan semesta ada di dalam Aku.
Moyangmu melihat Aku ada di dalam segala perwujudan semesta, mereka memikirkan Aku ada di balik keagungan gunung, kokohnya pepohonan, megahnya bulan, Perkasanya matahari, dan berbagai objek lainnya yang merupakan bagian lain dari Perwujudan-Ku.
Tuhanmu memiliki perhitungannya sendiri, bagi mereka yang tak pernah mendengar tentang Aku, yang tak pernah menerima pengajaran-Ku, bukankah Tuhanmu Maha Adil, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang?.
Ayat. 2805
Kalian memang bukan umat yang menyembah berhala, tetapi kalian telah memberhalakan agama.
Dalam terang kalian berjalan dalam gelap.
Kalian belenggu umat-umat-Nya, dengan hukum dan aturan yang kalian buat sendiri.
Maka bebaskanlah mereka dari belenggu itu, dan janganlah kalian perbudak mereka dengan mengatasnamakan Tuhan dan agama.
Kitab Semesta
Ayat. 2806
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menuhankan Yesus sang utusan.
Yesus merupakan firman yang tidak kekal sebab ia pernah mati dan memiliki awal.
Yesus tidak sejajar dengan YHWH Yang Selalu Berfirman sejak dari awal, dan Wujud Yang Kekal sejak dari permulaan.
Ayat. 2807
Dan jangan pula kalian mengkisahkan sosok Muhammad secara berlebihan, sebab ia merupakan manusia yang juga memiliki khilaf dan salah, memiliki keterbatasan, yang merupakan sifat alami dasarnya sebagai seorang manusia.
Tidak ada satupun manusia yang sempurna, yang luput dari dosa, termasuk mereka-mereka yang digelari oleh kalian sebagai nabi-nabi dan rasul-rasul.
Ayat. 2808
Menghormati dan meneladani orang yang pernah hidup di masa lalu adalah hal yang baik.
Namun janganlah kalian mengkultuskannya secara berlebihan, sebab Segala Kesempurnaan hanya milik Tuhanmu.
Ayat. 2809
Carilah jalan menuju Tuhanmu, bukan sekedar mengikuti dan meniru ajaran orang-orang terdahulu.
Bukalah jalan bagi dirimu sendiri, untuk mengenal Tuhanmu secara pribadi.
Berhenti sejenak dari hiruk-pikuk kebisingan duniawi dan menepilah barang sejenak.
Ayat. 2810
Kenalilah Dia, Tuhanmu yang tak tersandera dalam kelompok-kelompok agama dan kepercayaan manapun.
Tuhan Semesta alam raya yang begitu Kudus, Ajaran Sejati-Nya Yang penuh dengan Cahaya Kemuliaan.
Kitab Semesta ayat. 2811
Ketika kaummu bertanya kepadamu sambil bersenda gurau, "Berapakah jumlah pengikutmu dan apakah pengajaranmu telah berkembang meliputi dunia?".
Maka katakanlah, aku tidak merisaukan hal-hal diluar jangkauanku, biarlah kelak Kehendak dan Kuasa Tuhan yang akan bekerja, jika Tuhan menghendaki kebaikan bagi umatNya, maka terjadilah, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.
Ayat. 2812
Pengajaran Tuhanmu begitu Mulia dan Kudus mustahil bagiNya memerintahkan umatNya untuk mengejar-ngejar umat yang tak sejalan, memerintahkan untuk membunuh diluar kelompok atau sesamanya.
Bukankah seluruh makhluk merupakan umatKu juga?.
Bukankah seluruh makhluk senantiasa Ku jaga dan Ku kasihi, karena begitulah Tuhanmu Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Ayat. 2813
Di hari ini telah jelas dihadapan kalian, tidak ada lagi sesuatu yang samar, semua telah terbuka dari ketidaktahuan manusia.
Maka baca dan resapilah kitab ini dengan mata hati kalian.
Bersatulah dalam ikatan Tauhid Ibrahim sebab kalian dari anak-anak keturunan yang sama.
Ayat. 2814
Dan bagi kalian pengikut-pengikut Brahma, Wisnu, Siwa bersatulah dalam kesatuan Tauhid Tuhan Semesta Raya.
Singkirkanlah berbagai atribut, simbol-simbol dan berhala-berhala yang melambangkan Kebesaran dan Kesucian-Ku, sebab segala berhala, simbol dan perlambang itu tidak lagi diperlukan di masa depan.
Ayat. 2815
Umat-umat di masa depan sudah menyadari siapa itu Wujud Tuhan Sejati, siapa itu Tuhan-tuhan yang sekedar ciptaan manusia.
Maka singkirkanlah segala perlambangan itu, sebab Ia Maha Wujud yang tidak bisa tergambarkan, Wujud KemuliaanNya tak pernah terpikirkan.
Kitab Semesta ayat. 2816
Aku adalah ruh Musa, Yesus dan Muhammad.
Akulah yang akan meluruskan penyimpangan yang telah terjadi diantara para pengikut-pengikutnya.
Mengembalikannya kepada jalan yang lurus, jalan yang telah dibuka oleh bapakmu Ibrahim.
Ayat. 2817
Aku melintasi barisan nabi-nabi dan para pengikutnya dengan membawa pesan damai, dan membawa serta mandat penyatuan tauhid Ibrahim.
Ayat. 2818
Aku melihat, apa yang kalian lihat, aku mendengar apa-apa yang kalian ucapkan, dan aku menjadi saksi apa-apa yang kalian lakukan.
Aku melintasi ruang dan waktu, menyambangi betapa sulitnya perjuangkan kalian, hingga pada suatu saat yang sama, kita akan berkumpul bersama dalam keabadian.
Ayat. 2819
Obor nyala api itu terus berjalan, berpindah dari tangan satu ke tangan lainnya untuk menerangi jalan umat manusia.
Maka singkirkanlah segala perbedaan syariat yang ada ditengah kalian, bersatulah dalam ikatan Tauhid Ibrahim.
Ayat. 2820
YHWH, Allah, elohim mu itu esa, tidak ada Tuhan selain Dia.
Bangunlah kembali bait Allah.
Bersatu dan berkumpulah dalam bait Allah di Yerusalem dan berkurbanlah untukNya.
www.kitabsemesta.com
Pengusung Tauhid Ibrahim
