Kitab Semesta Bagian-22 ( Ayat 2821 s/d Ayat 2931 )
Kitab Semesta
Ketika engkau membaca sebuah kitab suci, Tuhan seolah berhenti berbicara kepada umatNya pada ayat-ayat yang terakhir.
Namun ada sebuah kitab yang halaman-halamannya tak pernah ada habis-habisnya untuk dibaca , seolah Tuhan hendak selalu berdialog dengan kita, sebuah samudra ilmu tanpa batas.
Itulah yang dinamakan kitab semesta.
Sebuah kitab universal yang mengajarkan hikmah kepada manusia yang beriman; belum ataupun yang tak beriman
Ada baiknya membaca bagian awal Kitab Semesta dengan meng- klik, tautan link di bawah ini :
Kitab Semesta bagian -1 (Ayat 1 s/d 160) :
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10222461344992330&id=1530527757 )
Kitab Semesta bagian -2 (Ayat 161 s/d 270) :
Kitab Semesta bagian-3 (Ayat 271 SD 398) :
Kitab Semesta bagian-4 (Ayat 399 s/d 540)
Kitab Semesta bagian-5 ( ayat 541 SD 703)
Kitab Semesta bagian-6 ( ayat 704 SD 845 )
Kitab Semesta bagian-7 (Ayat 846 S/d 931 )
Kitab Semesta bagian-8 (Ayat. 932 SD 1125)
Kitab Semesta bagian-9 (Ayat. 1226 SD ayat. 1330)
Kitab Semesta bagian-10 (ayat 1331 SD ayat. 1511)
Kitab Semesta bagian-11 (ayat 1512 sd 1632)
Kitab Semesta bagian-12 (ayat 1633 SD 1770)
Kitab Semesta bagian-13 (ayat 1771 SD 1907)
Kitab Semesta bagian-14 ( ayat 1908 SD 2550)
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10226235516664263&id=1530527757
Kitab Semesta bagian-15 ( ayat 2551 SD 2165)
Kitab Semesta bagian-16 (Ayat. 2166 SD 2300)
Kitab Semesta bagian-17 (ayat. 2301 SD 2395)
Kitab Semesta bagian-18 (ayat 2396 SD 2495)
Kitab Semesta bagian-19 (ayat 2496 SD 2608)
Kitab Semesta bagian-20 ( Ayat. 2609 S/d Ayat. 2730)
Kitab Semesta bagian-21 (Ayat 2731 SD ayat 2820
Kitab Semesta bagian-22 (Ayat 2821 SD 2931)
Kitab Semesta bagian-23 (Ayat. 2932 SD 3001)
https://www.facebook.com/share/p/1EhWu9adKy/
Lihatlah bagaimana mereka membangun berbagai agama, yang semuanya merasa mewakili Kebesaran -Ku.
Agama-agama bersama kelompok pengikutnya akan menyerang agama lain yang dianggap tidak sejalan.
Sedang Aku, berada diatas segalanya, Pengajaran-Ku melewati segala sekat pembatas agama dan kepercayaan.
Agama memiliki umatnya masing-masing.
Sedang kalian merupakan umatKu semua, keseluruhan tanpa terkecuali.
Oleh karena itu janganlah kalian menuhankan agama dan menjadi budak-budak keagamaan.
Kenalilah Aku, Tuhan Semesta Alam.
Tuhan milik bersama dalam Jagad Semesta bukan Tuhan milik agama-agama.
Lihatlah kitab-kitab kalian, apakah masih sesuai dengan tantangan zaman, tentu saja tidak, sekalipun kalian menafsirkannya kembali agar dapat bertahan dalam segala zaman.
Sebab yang tertulis tidaklah abadi dan kekal. Yang tertulis bisa saja salah dan menyesatkan.
Tetapi tidak dengan ayat-ayat Kitab Semesta Yang ada di alam raya ini.
Yang merupakan Firman yang benar, tak berbatas dan kekal.
Aku adalah Aku. Kenalilah Aku yang memiliki beragam nama, yang moyang kalian sematkan Kepada-Ku sebagai bentuk penghormatan.
Bersatulah dalam ikatan tauhid Ibrahim.
Bertauhidlah secara murni, milikilah pengajaran yang benar.
Abaikan segala perbedaan syariat buatan manusia yang ada diantara kalian.
Berdamai dan berkasih-sayanglah diantara kalian tanpa sedikitpun memandang ras, agama dan kepercayaan.
Patahkanlah segala belenggu itu, dan jadilah manusia merdeka.
Maka kerajaan Allah yang penuh suka cita dan kesejahteraan hidup, penuh keadilan akan tergenapi.
Ayat. 2821
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian beranggapan Allah merupakan satu dari yang tiga.
Allah, ruh, firman bukan sesuatu yang bisa dipecah-pecah, Wujud Allah adalah kesatuan dari segala yang ada, bukan tiga dalam satu, tiga merupakan angka yang berbilang- sedang Allah adalah Maha segalanya dan tidak berbilang.
Yesus bukan firman yang menjadi daging, melainkan daging yang membawa firman.
Yesus memiliki kenajisan sedang Allah mu itu Kudus, segala sesuatu dariNya adalah baik.
Allah mu senantiasa berfirman dari awal hingga akhir kehidupan, sedang Yesus berawal dari Maria, tanpa ada Maria tidak pernah ada Yesus, sedang Allah ada, sebelum segala sesuatunya ada.
Yesus adalah makhluk ciptaan, sedang Allah ada sebelum segala sesuatunya ada, dan keberadaanNya – ada – tanpa perlu sebab akibat yang menyertaiNya.
Maka bersatulah dalam ikatan tauhid Ibrahim yang murni, hapuslah pemahaman yang demikian itu, sebab dapat menyesatkan banyak anak manusia dari keesaan Allah.
Ayat. 2822
Jika Yesus mengalami kematian, maka sebaliknya Allahmu itu Kekal.
Siapakah yang mencabut dan mengembalikan nyawa manusia selain kehendak Allahmu sendiri?.
Mungkinkah Tuhan, mencabut nyawanya sendiri?.
Bukankah Tuhan merupakan Raja Diraja penguasa alam semesta, mungkinkah Tuhan dapat binasa walau hanya sekejap mata?.
Maha suci Allah dari apa yang kalian dustakan dan kalian karang-karang.
Makhluk bisa mati, tetapi tidak dengan Tuhanmu.
Yesus tidak pernah sejajar dengan Allah.
Tidak ada satupun makhluk yang sejajar dengan Dia, sebab Tuhan berbeda dengan ciptaan.
Ayat. 2823
Sebelum adanya penciptaan, yang ada hanya kekosongan.
Kemudian Ia berfirman, maka dengan hembusan ruhNya, segala sesuatu yang tidak ada menjadi ada.
Begitu juga akan tiba saatnya, semua akan ada akhir.
Segala sesuatunya akan kembali dibinasakan, maka Allah berfirman dalam kehampaan, “Wahai anak-anak Adam, adakah disini yang mengaku sebagai Tuhan, adakah disini yang mampu mengalahkan segala KuasaKu?”.
Tiada satupun suara yang bergema, selain kesunyian abadi.
Ayat. 2824
Kemudian Allah bangkitkan kembali segala yang telah mati.
Dan setiap ruh akan berkata, “Terpujilah Engkau Tuhan Semesta Alam, kami bersujud atas Mu, dan kami bersaksi tiada Tuhan selain Engkau”.
Maka terbukalah pintu surga dan neraka, segala amalan baik dan kejahatan diperhitungkan dengan adil.
Betapa bahagianya jiwa-jiwa yang mampu membawa kesucian jiwanya dihadapan Rabb-Nya.
Bagi yang belum mendapatkan anugerah itu, maka Allah sucikan jiwa-jiwa kalian dalam bara api penyucian, agar ruh itu layak dan dapat menyatu dalam Cahaya Keagungan-Nya.
Ayat. 2825
Ketika semua telah dalam keadaan suci, maka terbukalah tabir yang menutupi Sang Pencipta.
Semua makhluk bisa menyaksikan bagaimana Wujud Tuhan itu sebenarnya.
Sebuah Cahaya Kemuliaan, Cahaya Atas Cahaya.
Kitab Semesta
Ayat . 2826
Wahai pengikut-pengikut Kristus, tidakkah kalian melihat prilaku para gembala-gembala itu saat berada diatas mimbar?
Mereka saling memperebutkan gereja, menebar ayat-ayat indah penuh janji keberkahan, menebar ayat penuh ancaman bagi orang kikir demi meraih harta perpuluhan.
Lihatlah penampilan gembala-gembala itu, bukankah penuh dengan kemewahan?.
Apakah mereka tidak meneladani kehidupan Yesus?. Bukankah juru selamat mereka lahir di kandang domba yang kelahirannya penuh dengan kesederhanaan?.
Ayat. 2827
Lihatlah jemaat-jemaat ini, sekiranya mereka mampu, maka mereka akan duduk dibarisan paling depan, sedang mereka yang tak mampu akan duduk dibarisan paling belakang.
Mereka yang kaya akan memasuki gereja-gereja yang mewah, sedang yang miskin memasuki gereja yang sederhana.
Sedang Tuhan memanggil umatNya, tanpa memandang status selain keimanan yang sejati.
Ayat. 2828
Lihatlah para imam-imam itu mereka memakai jubah nan mewah, bermahkota emas, berdiam dalam istana penuh kemewahan, sambil menggenggam tongkat kekuasaan.
Tidakkah mereka seharusnya malu, tidakkah mereka mengambil hikmah kesederhanaan dan kebesaran jiwa dari Raja Israel yang bermahkotakan duri?.
Ayat. 2829
Mereka jual surat penebusan dosa, mereka bangun istana-istana mewah. Mereka perah harta-benda umat-umatNya dengan mengatasnamakan Tuhan dan agama.
Sedang Kristus turun kebawah dengan kerelaan hati dan kesederhanaan, dalam lautan kasih, ia menjaring umat bukan menjaring harta.
Ayat. 2830
Ingatlah dan ambilah pelajaran dari masa lalu.
Ia dihujat oleh kaumnya karena dianggap anak hasil perzinahan.
Dan ia membela diri bahwa ia anak Allah, yang artinya ia memiliki keistimewaan yang tidak didapat oleh anak keturunan lainnya.
Anak Allah disini berarti kedekatan spritual antara hamba dengan Tuhannya, bukan mengakui diri sebagai Tuhan.
Atas pengakuannya sebagai anak Allah, imam-imam Israel menganggapnya telah menghujat Tuhan.
Mereka tidak memahami, bahwa kita semua merupakan anak-anak Tuhan, anak-anak spritual yang dikasihi oleh Tuhan.
Ayat. 2831
Yesus memasuki Sinagog membuka gulungan taurat dan berkutbah diantara orang Israel.
Sedang kalian diatas mimbar gereja melakukan mukjizat dan kesaksian-kesaksian palsu.
Yesus penuh kekhusyukan dan hikmat melantunkan doa kepada YHWH, sedang kalian bernyanyi dan berdoa penuh kekhusyukan kepada Yesus.
Yesus disunat pada usia delapan hari dan ia memakan makanan kosher.
Sedang kalian telah meninggalkan perintah dan melanggar segala larangan itu.
Ajaran siapakah yang sedang kalian ikuti selain pengajaran Paulus.
Ayat. 2832
Dan mereka membela diri, dan menyatakan kami bukan orang yahudi, maka kami tidak wajib mengikuti aturan yang demikian itu.
Bukankah apa-apa yang telah diajarkan oleh para nabi dan rasul di masa lalu atas perintah langsung Tuhan dan diwajibkan kepada umatNya, sebagai perjanjian tauhid; menjaga mereka dari segala kenajisan, bukankah perintah Tuhan membawa kebaikan, mengapa kalian menolak perintah itu?.
Kitab Semesta
Ayat. 2833
Allah, Ruh Kudus dan Firman adalah satu kesatuan yang tak terbagi-bagi.
Ada sejak permulaan, sebelum segala sesuatunya ada.
Sedang Yesus ada setelah segala sesuatunya tercipta.
Yesus membawa firman, bukan firman menjadi manusia.
Jika Firman atau Tuhan menjadi manusia, maka nabi-nabi pembawa pesan ilahi sesudahnya, kelak kalian gelari dengan sebutan Tuhan padahal mereka hanya sekedar utusan.
Ayat. 2834
Tidakkah kalian berfikir, jika firman menjadi daging, maka tengoklah kitab-kitab kalian bukankah begitu tipis?.
Apakah cukup Tuhan berfirman dengan lembaran setipis itu, lembaran-lembaran yang berlaku hingga akhir zaman?.
Ayat. 2835
Wahai orang-orang yang beriman. Bukankah setiap detik, jam , hari, bulan, tahun dan di setiap masa Tuhan selalu berfirman?.
Bukankah firman itu kekal dan tak berbatas?.
Jika Yesus mengalami kematian, dimanakah firman yang kekal dan tak terbatas itu?
Maka kembalilah kepada tauhid yang lurus, Yesus hanya seorang utusan, bergelar nabi bukan sebagai Tuhan.
Kitab Semesta
Ayat. 2836
Jika Tuhanmu berfirman dengan suara yang sesungguhnya, maka hancurlah semesta, oleh sebab itu ia memiliki Ruhul Kudus dan Firman yang berbisik lembut dalam sanubari jiwa dari orang-orang yang terpilih.
Manusia membawa firman, bukan firman menjadi manusia, bukan pula manusia menjelma menjadi Tuhan.
Maha suci Tuhan dari segala prasangka dan berbagai pembenaran yang dibuat oleh manusia di masa lalu.
Ayat. 2837
Yesus memiliki kenajisan, mengalami kematian, terbatas kanan kiri atas bawah depan dan belakang, sedang Tuhan Maha segalaNya dan penuh dengan Kekudusan.
Tidak ada makhluk yang sejajar dengan Dia.
Dan jangan pula kalian berkelit bahwa Yesus sepenuhnya manusia dan sepenuhnya Tuhan.
Sebab hal yang demikian itu hanya sebuah pembenaran dan penyangkalan diri, hati nurani kalian tidak akan dapat menyembunyikan bahwa YHWH itu Esa berbeda dengan ciptaan.
Ayat. 2838
Ambilah hikmah takkala Allah hadir dihadapan Musa dibalik semak yang menyala.
Jika Tuhanmu menampakkan Wujud Yang Sesungguhnya maka binasalah Musa tak mampu melihat Cahaya Kemuliaan Ilahi.
Atas kebaikan Tuhanmu, Ia melepaskan sebagian tabir WujudNya, agar dapat diterima panca indera manusia.
Kitab Semesta
Ayat. 2839
Ambilah hikmah takkala pemimpin agamamu menghina pedagang kecil yang sedang berikhtiar mencari rejeki.
Dengan pongahnya ia menertawai seorang yang sedang bekerja secara halal.
Dan menghardiknya dengan sebutan bodoh.
Bukankah orang yang menghina dan dihina tidak lebih mulia, bukankah ia lebih mulia daripada para pedagang agama?.
Ayat. 2840
Dan lihatlah bagaimana Tuhanmu, mengangkat derajat seseorang.
Seseorang dari yang tak memiliki apa-apa, kini memiliki segala yang ia impikan.
Begitulah adanya Tuhanmu, hadir bersama orang-orang yang terpinggirkan.
Ayat. 2841
Dan jagalah perilaku dan ucapanmu, bagi kalian para pemimpin umat.
Sebab segala tingkah lakumu merupakan cerminan agama dan umat.
Ayat. 2842
Bagi kalian merupakan candaan dan dengan teganya dapat tertawa atas nasib malangnya, dan bisa jadi bagi yang menerima merupakan kepedihan yang tak terucapkan.
Maka jagalah lisan dan hati kalian, sebab kualitas keimanan seseorang dapat diukur dari segala tingkah lakunya.
Ayat. 2843
Batu yang ada dibawah tak lebih mulia dari mahkota yang ada diatas kepala.
Begitu pula, dengan kekayaan dan kemiskinan akan lebih berarti jika ia mampu berbagi terhadap sesama.
Ayat. 2844
Lihatlah bagaimana umat-umatNya telah berani bersuara, berani menyatakan yang benar itu benar, yang salah itu salah.
Maka jatuhlah martabat para pemimpin agama yang tidak memiliki adab dalam keilmuannya.
Ayat. 2845
Saling hormat-menghormatilah kalian baik yang miskin ataupun kaya.
Sebab kedudukan kalian dihadapan Tuhanmu adalah sama, yang membedakan diantara kalian hanyalah keimanan dan ketakwaan.
Kitab Semesta
Ayat. 2846
Wahai orang yang beriman, berbagi itu baik, namun harus dengan kepatutan.
Jangan sampai memberi secara berlebih, sebab harta benda yang berlebihan akan menciptakan kekufuran.
Ayat. 2847
Jangan sampai si penerima menjadi lupa diri dan menjadi angkuh, sebab apa yang ia miliki, didapat tanpa -hasil dari kerja keras.
Sesuatu yang didapat tanpa usaha, kelak akan melenakan manusia.
Seseorang yang tadinya memiliki rasa syukur, bisa berubah menjadi tamak karena harta.
Ayat. 2848
Berderma itu baik, namun berikan sewajarnya, berilah kepada orang-orang miskin secara merata.
Bantulah mereka dalam diam, tanpa berharap sanjung puji.
Ayat. 2849
Jangan kalian memberi berbagai derma hanya kepada satu orang, sebab harta benda akan menjadi bencana bagi mereka yang tak siap untuk menerimanya.
Sebaliknya jika harta benda itu dibagi secara merata, kelak yang memberi dan menerima sama-sama menerima keberkahan.
Ayat. 2850
Dari peristiwa terjadi, maka ambilah hikmah.
Bahwa yang miskin ataupun kaya sama kedudukannya di hadapan Tuhanmu.
Berbagilah terhadap sesama namun tetap dalam kepatutan.
Kitab Semesta
Ayat. 2851
Dan lihatlah betapa sakitnya mental masyarakat mu, ketika salah satu dibantu, yang lain ikut-ikutan melakukan kegiatan yang sama seolah berharap dibantu, merasa dalam himpitan kemiskinan yang sama .
Dan mereka mengumpat dalam hati kepada orang kaya, juga kepada Tuhannya, ketika tidak menerima bantuan seperti apa yang mereka harapkan.
Ayat. 2852
Dan betapa beragamnya maksud kalian dalam memberi, ada yang ingin membanggakan diri, ada yang tulus, bahkan ada yang menumpang ketenaran hidup, ada pula yang sekedar ingin mengadu domba antar golongan satu dengan golongan lainnya.
Ayat. 2853
Ingatlah berbagi itu baik, namun sesesuaikanlah dengan takaran, berbagilah dengan bijak, karena masih banyak yang harus dibantu.
Jangan sampai kalian memberikan harta-benda kepada orang yang belum siap menerimanya.
Menghapus kemiskinan secara luas tidak akan selesai dalam satu hari.
Ayat. 2854
Saling maaf-memaafkanlah diantara kalian, jangan saling menghujat.
Karena manusia tempatnya khilaf.
Tidak ada manusia yang sempurna, sesekali ia bisa saja selip lidah.
Ayat. 2855
Ia yang menyesali perbuatannya lebih mulia daripada orang yang melakukan kejahatan secara sembunyi-sembunyi, yakni mereka-mereka yang melakukan kejahatan dari balik keagungan jubah-jubah keagamaan atau kejahatan dari orang-orang yang memiliki kedudukan, yang secara bersama-sama dengan penuh kesadaran -melakukan sebuah kejahatan.
Kitab Semesta
Ayat. 2856
Sampaikanlah Kitab Semesta kepada kaum mu juga kepada dunia. Janganlah ragu ataupun takut menyampaikan apa yang telah Aku Firmankan.
Ambilah hikmah dari Yunus, yang mencoba membangkang dan lari dari apa yang telah Aku perintahkan.
Kemudian Aku kirimkan angin kencang yang memporak-porandakan kapal yang hendak ia tumpangi untuk pelarian.
Kemudian angin-pun menjadi tenang, ketika ia rela mengorbankan dirinya untuk dicampakkan ke laut, demi meredakan amarah Tuhan.
Kemudian ia ditelan ikan dan hidup didalamnya selama tiga hari tiga malam, kemudian Ikan itu memuntahkan kembali dirinya ke daratan.
Ayat. 2857
Bukankah telah diperintahkan kepadanya (Yunus ) untuk memperingatkan sebuah bangsa (kota Niniwe) yang telah melampaui batas.
Kemudian ia, memperingatkan bangsa itu untuk bertobat atau memilih untuk dibinasakan.
Tersadarlah bangsa itu akan dosa-dosa yang telah mereka perbuat.
Kemudian bangsa itu, Raja dan rakyatnya melakukan pertobatan, mereka memakai pakaian berkabung, melakukan puasa -bahkan hewan-hewan ternak merekanpun ikut berpuasa, sehingga Allahmu mengampuni bangsa itu dari segala kesalahannya.
Ayat. 2858
Begitulah perjanjianKu kepada Abraham, bahwa keselamatan ada, mencakup kepada seluruh bangsa-bangsa.
Ayat. 2859
Ketahuilah Allahmu Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, KasihNya mendahului murkaNya.
Maka bertobatlah selagi ada kesempatan.
Janganlah lari dari kasih karunia Allah.
Ayat. 2860
Bersatulah dalam satu ikatan tauhid yang murni; baik kalian yang beragama ataupun yang menganut berbagai aliran-aliran kepercayaan lainnya.
Kenalilah YHWH, Tuhan Allah mu Yang Esa, yang telah menampakkan Kuasa Kebesaran-Nya kepada Musa dan kaumnya.
Kitab Semesta
Ayat. 2861
Aku tau engkau seorang pendosa, merasa tak layak melakukan apa yang Aku perintahkan.
Tapi Aku lebih mengetahui apa yang telah menjadi Kehendak-Ku.
Ambilah hikmah dari Musa yang merasa tak pantas menerima perintah karena merasa berat lidah.
Begitupun Yunus bahkan ia berusaha lari dan menjauhi Tuhannya.
Ayat. 2862
Selagi engkau mau bertobat, maka Aku akan mengampuni mu.
Sebanyak apapun dosa-dosa mu, dosa di hari kemarin, di hari ini dan di masa depan.
Ayat. 2863
Tak ada manusia yang luput dari dosa, begitupun orang-orang yang kalian beri gelar rasul dan kenabian.
Maka taatlah kepada mereka, sepanjang mereka tidak menyimpang dari jalan kebenaran.
Kitab Semesta
Ayat. 2864
Sebagian dari orang tak percaya akan berkata: “Kami tidak mempercayai jika ada manusia mampu bertahan dalam perut ikan selama itu, semua hanyalah dongeng belaka”.
Maka katakanlah, tidak ada yang mustahil jika Tuhan berkehendak.
Bukankah ada ikan besar yang mampu menelan mangsanya hidup-hidup, kemudian dalam rongga itu ada cukup udara agar manusia dapat bertahan dalam beberapa waktu?.
Kemudian karena tidak nyaman, ikan itupun memuntahkan kembali apa yang dimakan, begitulah yang terjadi pada Yunus.
Atas kehendak Tuhanmu, ia masih hidup.
Ayat. 2865
Bukankah Yoshua (Yesus) memakai perumpamaan ini, “Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga anak manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.”
Ayat. 2866
Dan perhatikanlah perkataannya, ia hadir ke dunia sebagai anak manusia bukan sebagai anak Tuhan.
Sebab Tuhanmu tidak beranak dan diperanakkan.
Tidak ada sesuatu yang sejajar dengan Dia.
Ayat. 2867
Yesus terangkat ke surga, begitu juga Henokh dan Elia naik ke surga tanpa mengalami kematian.
Henokh naik ke surga karena imannya, Elia yang dikenal karena melawan nabi-nabi baal dan membunuh 450 orang dari nabi-nabi tersebut.
Ia naik ke surga dalam angin badai setelah dipisahkan dari Henokh oleh kereta dan kuda berapi.
Ayat. 2868
Bukalah kitab Injil kalian bukankah disana tertulis (Yohannes 3:13) bahwa tidak ada seorang pun telah naik ke surga kecuali Dia, Anak manusia.
Tidakkah mereka memperhatikan kisah Elia dan Henokh?, dan mengapa pula tangan kalian, dengan kejinya merubah kata “dia” menjadi “Dia”.
Ayat. 2869
Kematian adalah awal mula kehidupan, yakni hidup yang kekal bersamaNya di surga.
Dengan mukjizatnya Yesus, Elia dan Yehezkiel mampu menghidupkan orang mati.
Apakah mereka Tuhan?. Tentu saja tidak, Maha Suci Tuhanmu dari segala prasangka manusia, mereka manusia biasa, sebagai utusan Tuhan.
Ayat. 2870
Semua mukjizat terjadi dan dapat terlaksana atas ijin Tuhanmu.
Mereka hanya sebagai perantara, janganlah kalian berprasangka, sebagian dari mereka merupakan Tuhan yang menjelma menjadi manusia.
Tuhan ada sebelum segala sesuatunya ada.
Begitulah Dia – ada- tanpa awal dan tanpa akhir.
Ia merupakan Wujud Yang Kekal Penuh dengan Cahaya Kemuliaan.
Kitab Semesta
Ayat. 2871
Kemudian mereka mendebat mu perihal Tuhan esa dalam tiga hakikat.
Dan mereka menyatakan, bukankah terdapat dalam kitab kami :
“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” ( Yohanes 1:1)
Yesus, Tuhan kami telah ada sebelum adanya ciptaan, pada saat itu Yesus merupakan Firman yang belum menjadi manusia.
Maka katakanlah:
Yesus lahir ke dunia melalui Maria, tanpa adanya Maria, Yesus tak pernah ada. Sedang Tuhan ada tanpa sebab-akibat yang menyertainya.
Lalu mereka kembali menyanggah, bahwa hal yang demikian itu merupakan Yesus dalam arti hakikat kemanusiaannya, sedang Yesus dalam bentuk Firman telah ada sejak awal mula sebelum adanya ciptaan.
Maka katakanlah: ketika Firman menjadi kesatuan dengan Sang Maha Wujud, bukan berarti Ia Yesus, karena penamaan Yesus itu ada setelah adanya kehidupan, setelah huruf dan bahasa tercipta.
Sedang Allah dan Firman menjadi satu kesatuan tanpa atribut apapun , belum ada Yesus , belum ada kehidupan oleh sebab itu Wujud Tuhan itu esa tanpa dapat dibagi-bagi dengan atribut apapun, baik nama ataupun bilangan , sebab selain Dia adalah kekosongan.
Ayat. 2872
Maka bukalah kembali lembaran Kitab semesta perihal penciptaan dalam perwujudan semesta, agar kalian tidak dalam kebingungan:
Awal mulanya alam semesta tercipta dari ketiadaan.
Hanya Dialah segala Wujud Keberadaan, kemudian Ia menciptakan mahluk segenap isinya sebagai bentuk kesaksian.
Diciptakanlah semesta dalam beberapa masa, kemudian Dia tiupkan ruh ilahiah ke segala penjuru semesta.
Maka jadilah semesta yang tampak tak terbatas yang sesungguhnya berbatas, karena Tuhanmulah yang tak terbatas.
Kemudian Tuhanmu menciptakan berbagai makhluk untuk menggenapi ciptaan-Nya, dibuatlah oleh-Nya pasangan-pasangan agar mereka bisa berkembang biak.
Di tumbuhkan-Nya berbagai jenis macam tumbuhan agar mereka dapat hidup darinya.
Ayat. 2873
Telah jelas dihadapan kalian bahwa Yesus adalah makhluk ciptaan.
Allah itu esa, berbeda dengan ciptaan yang terbatas.
Maka jangan ada lagi bantah-bantahan diantara kalian, bersatulah dalam kesatuan tauhid Ibrahim.
Ayat. 2874
Yesus memiliki awal mula kehidupan, tetapi tidak dengan Tuhanmu, yang telah ada sebelum segala sesuatunya ada.
Yesus mengalami kematian sebab kodratnya sebagai manusia, tetapi tidak dengan Tuhanmu sebab Dia Kekal.
Ayat. 2875
Maka hilangkanlah pemahaman yang menyatakan Tuhan satu dari tiga hakikat, sebab hal yang demikian itu akan menjauhkan manusia dari ketauhidan yang sejati.
Kitab Semesta
Ayat. 2876
Kemudian mereka membantah lagi, bukankah bapak-bapak gereja kami menyatakan bahwa Yesus sepenuhnya manusia dan sepenuhnya Tuhan?.
Maka katakanlah: Dengan pemikiran yang sama, apakah cicak sepenuhnya komodo?
Tentu saja tidak, cicak dan komodo merupakan dua entitas yang berbeda. Begitu juga dengan Yesus sebagai anak manusia tidak akan pernah sejajar dengan Tuhan Yang Sejati.
Ayat. 2877
Seandainya dua bayi kembar dalam kandungan mampu saling berbicara, bayi yang satu berkata inilah tempat kehidupan abadi kita, didalam kegelapan ini, bayi kedua berkata, tidak, justru aku merasakan ada kehidupan diluar sana yang penuh dengan keindahan.
Begitu juga dengan semut yang berada di hadapan sebuah gunung, si semut akan menyangka dihadapannya merupakan Wujud Maha Segala. Ia tak tahu bahwa ditempat ia berpijak terdapat banyak gunung, bahkan di planet-planet lain.
Begitu juga jagad semesta tubuh manusia, yang didalamnya terdapat banyak jenis (milyaran sel) kehidupan, mereka seandainya memiliki akal, mungkin menganggap manusia adalah Tuhannya, dan tak pernah menyangka ada banyak jagad semesta manusia lainnya yang memiliki semesta yang sama.
Itulah keterbatasan mata lahiriah melihat perbedaan antar dimensi, dimensi manusia sangatlah berbeda dengan dimensi Tuhan.
Ayat. 2878
Oleh karenanya maka jauhkanlah prasangka kalian akan Wujud Tuhan Yang Sejati, sebab Aku tak dapat terbayangkan, sesuatu yang tak dapat dinalar.
Ayat. 2879
Akulah Aku. Sang Maha Kekal, ketika tiba masanya nanti segala sesuatunya akan binasa.
Yang tersisa hanyalah keheningan abadi, adakah satu makhluk yang dapat menyatakan dirinya sebagai Tuhan?.
Ayat. 2880
Aku adalah Raja Diraja. Tuhan Jagad Semesta.
MelihatNya engkau akan binasa.
MendengarNya semesta akan terguncang.
Maka bertobatlah, kembalilah kedalam barisan tauhid yang sejati, tauhid peninggalan bapakmu Abraham.
Kitab Semesta
Ayat. 2881
Wahai orang beriman, bukalah kembali kitab-kitab kalian, bukankah disana terdapat larangan menyebut nama-Nya secara sembarangan, menghujat atas nama-Nya?.
Lantas mengapa kalian (para pesohor) mengolok-olok Tuhan seolah Dia tidak memiliki Daya dan Kuasa?.
Maka terjadilah penghakiman Tuhan atas kota-kota kalian, sesuatu yang kalian bangga-banggakan kini musnah dalam sekejap, menjadi puing-puing dan bara api.
Ayat. 2882
Maka menyesallah mereka atas apa yang telah terjadi, sebagian meratapi nasib, sebagian merenung kedalam diri.
Itulah tanda-tanda Kekuasaan dan Kebesaran Nya.
Lantas mengapa kalian tetap ingkar?.
Apa yang musti kalian sombongkan dari dunia in, bukankah bumi laksana sebutir pasir tanpa makna dalam jagad semesta yang maha luas ini?.
Ayat. 2883
Maka bertobatlah, kembalilah ke jalan yang lurus, selagi ada kesempatan.
Bersatulah kedalam ikatan Tauhid Ibrahim.
Sesungguhnya kalian semua bersaudara, jangan ada lagi permusuhan diantara kalian.
Ayat. 2884
Ambilah hikmah dari kaum Luth, kaum Babel, dan pompeii. Bukankah kesombongan dan kerusakan moral akan berdampak pada kehancuran?.
Ayat. 2885
Betapa tidak berdayanya manusia, dalam balutan asap pekat nan membara, mereka berlarian kesana-kemari.
Inilah tanda-tanda Kebesaran-Nya dan janganlah kalian ingkar atas Kuasa-Nya Yang Meliputi Segala Sesuatu.
Kitab Semesta
Ayat. 2886
Ingatlah dan berpegang teguhlah pada hukum Allah, yang berlaku untuk segala zaman – untuk segala bangsa.
10 Perintah Allah
Akulah Tuhan, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan.
Jangan membuat bagimu patung atau gambar apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan menyembah atau melayani mereka.
Jangan menyebut nama Tuhan, Allahmu, dengan sembarangan.
Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat.
Hormatilah ayahmu dan ibumu.
Jangan membunuh.
Jangan berzinah.
Jangan mencuri.
Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.
Jangan mengingini milik sesamamu.
Ayat. 2887
Hukum ke-1 . Akulah Tuhan, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan.
Mengapa tangan kalian dengan kejinya dengan sengaja merubah ketetapan Tuhanmu menjadi : Akulah Tuhan, Allahmu.
Apakah kalian hendak mengupayakan Yesus sebagai Tuhan, sedang Yesus dan Maria di zaman itu (Mesir ) belum dilahirkan?.
Ayat. 2888
Hukum ke-2. Jangan membuat bagimu patung atau gambar apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan menyembah atau melayani mereka.
Dan mengapa kalian merubah dan menghilangkan hukum Allah menjadi : Jangan menyembah berhala.
Apakah kalian hendak membenarkan keberadaan patung-patung Maria dan anaknya yang terdapat dalam gereja-gereja kalian?.
Ayat. 2889
Dan bagimu muslim, telah jelas Allah melarang membunuh, mencuri dan menginginkan milik sesama.
Namun mengapa nabi kalian (Muhammad), melakukannya dalam perang Khaibar dan Badar?.
Mengijinkan berbagai pembunuhan terhadap penyair-penyair yang telah menghinanya.
Bukankah kita seharusnya memiliki sifat pengampun, sekalipun dia musuhmu?.
Ketahuilah dibalik kata Maksum yang kalian sematkan kepadanya, ada darah dan airmata yang tidak kalian lihat.
Maka dari itu, janganlah kalian menganggapnya sebagai manusia yang sempurna, tidak ada manusia yang sempurna sekalipun kalian beri mereka gelar rasul ataupun nabi.
Manusia tetaplah manusia dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
Ayat. 2890
Hukum Allah berlaku untuk selamanya, untuk segala bangsa.
Maka tinggalkanlah agama dan segala jenis peribadatan yang didalamnya terdapat berhala.
Namun keringanan Tuhan berlaku bagi mereka yang tidak memiliki pemahaman ataupun mereka-mereka yang berada di pelosok hutan.
Ketahuilah YHWH, Allah Tuhanmu merupakan Wujud Yang Tak Tergambarkan. Ia Maha Besar dan Maha segalaNya.
Lihatlah berhala-berhala yang kalian buat bukankah begitu rapuh dan tak berdaya, kecil dihadapan semesta?.
Kitab Semesta
Ayat. 2891
Lihatlah bagaimana mereka membangun berbagai agama, yang semuanya merasa mewakili Kebesaran -Ku.
Agama-agama bersama kelompok pengikutnya akan menyerang agama lain yang dianggap tidak sejalan.
Sedang Aku, berada diatas segalanya, Pengajaran-Ku melewati segala sekat pembatas agama dan kepercayaan.
Ayat. 2892
Agama memiliki umatnya masing-masing.
Sedang kalian merupakan umatKu semua, keseluruhan tanpa terkecuali.
Oleh karena itu janganlah kalian menuhankan agama, dan menjadi budak-budak keagamaan.
Kenalilah Aku, Tuhan Semesta Alam.
Tuhan milik bersama dalam Jagad Semesta bukan Tuhan milik agama-agama.
Ayat. 2893
Lihatlah kitab-kitab kalian, apakah masih sesuai dengan tantangan zaman, tentu saja tidak, sekalipun kalian menafsirkannya kembali agar dapat bertahan dalam segala zaman.
Sebab yang tertulis tidaklah abadi dan kekal. Yang tertulis bisa saja salah dan menyesatkan.
Tetapi tidak dengan ayat-ayat Kitab Semesta Yang ada di alam raya ini.
Yang merupakan Firman yang benar, tak berbatas dan kekal.
Ayat. 2894
Aku adalah Aku. Kenalilah Aku yang memiliki beragam nama, yang moyang kalian sematkan Kepada-Ku sebagai bentuk penghormatan.
Ayat. 2895
Bersatulah dalam ikatan tauhid Ibrahim.
Bertauhidlah secara murni, milikilah pengajaran yang benar.
Abaikan segala perbedaan syariat buatan manusia yang ada diantara kalian.
Berdamai dan berkasih-sayanglah diantara kalian tanpa sedikitpun memandang ras, agama dan kepercayaan.
Patahkanlah segala belenggu itu, dan jadilah manusia merdeka.
Maka kerajaan Allah yang penuh suka cita dan kesejahteraan hidup, penuh keadilan akan tergenapi.
Kitab Semesta
Ayat. 2896
Dan ia (Yesus) berkata kepada kaumnya, “Aku dan Bapa adalah satu”.
Pernyataan yang membuat para imam dan kaumnya tersinggung, karena ia telah dituduh menghujat Tuhan dan menyamakan dirinya sama dengan Allah (Yahweh).
Maka jatuhlah putusan hukuman salib kepada dirinya.
Mengapa mereka (para imam) tergesa-gesa mengambil langkah penghukuman itu, bukankah segala ucapannya adalah benar?.
Bukankah kedekatan seorang umat yang shaleh dengan Tuhannya, laksana sepasang kekasih, satu kesatuan dalam ucapan dan tindakan yang penuh dengan nilai-nilai kebaikan?.
Sebuah kedekatan ruhaniah yang seakan-akan dua entitas yang berbeda telah menjadi satu dalam kasih – bukan dalam artian Wujud?.
Ayat. 2897
Dan bagimu Muhammad, segala tindakanmu memerangi umat yang tak sejalan, menjarah dan memperbudak manusia lainnya dengan mengatasnamakan Tuhan dan agama telah berdampak pada anak keturunan dan juga pengikut setiamu.
Keluarga dan kerabat mu, tewas berlumuran darah.
Para pengikutmu tak henti-hentinya berperang, umat yang merasa paling benar dan mereka menganggap sah perbudakan-perbudakan.
Bukankah pengajaran Tuhanmu itu Kudus dan penuh dengan Kemuliaan?.
Pengajaran Tuhanmu merupakan Pengajaran Yang Sejati, akankah Pengajaran-Nya itu akan membawa pada kebodohan, kemiskinan, kebencian, dendam, darah dan airmata?.
Ayat. 2898
Tuhanmu mengajarkan ilmu yang penuh dengan tuntunan Cahaya cinta kasih.
Ilmu yang akan menyejukkan dan menerangi jiwa, bukan pengajaran penuh ancaman yang akan membawa hawa panas ke dalam jiwa.
Ayat. 2899
Pengajaran Tuhan Yang Sejati laksana sumber mata air yang tak ada habisnya, mata air yang tak pernah mengering.
Ia akan menghidupkan tunas-tunas kehidupan, hingga tumbuh menjadi pohon yang besar, hingga kelak suatu saat nanti buahnya akan bermanfaat bagi sesama.
Sebaliknya pengajaran yang diliputi hawa nafsu akan membawa kepada kebinasaan.
Peribadatan panjang dan melelahkan menjadi tanpa arti karena dilandasi oleh ketakutan.
Tidak pernah ada pencerahan selain keletihan fisik dan jiwa.
Ayat. 2900
Maka kembalilah kepada pengajaran yang benar. Peribadatan mu untuk dirimu sendiri.
Inti dari segala peribadatan bukan sekedar untuk mendapatkan pahala, melainkan untuk mengenal KesejatianNya.
Kitab Semesta
Ayat. 2901
Yesus berkata, “Maka bagaimana kamu dapat mengatakan kepadaku yang telah disucikan oleh Bapa dan disuruh-Nya ke dalam dunia: ‘Kamu menista Allah’, karena aku berkata: ‘Aku Anak Allah’?”
“Aku anak Allah”, ucapan Yesus ditengah kaumnya apakah sebagai bentuk penistaan Terhadap Kesucian-Ku?.
Tidakkah kalian ketahui apa yang ia katakan – tidaklah salah.
Setiap insan yang shaleh merupakan anak-anak Allah; anak-anak surgawi.
Bukan dalam artian memiliki hubungan Kesamaan Wujud, melainkan anak-anak kesalehan, sebab Tuhanmu berbeda dengan ciptaan, sedang Yesus seorang utusan.
Ayat. 2902
Kemudian Yesus pernah berkata, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di sini ada yang lebih besar dari Bait Allah”
Artinya Tuhanmu itu dekat, hadir di dalam rumah jiwa yang penuh dengan Kekudusan.
Siapapun engkau, selama hatimu bersih maka Allah akan hadir dalam setiap hidupmu.
Sebab kebersihan jiwamu merupakan kuil sejati dimana Tuhan bersemayam.
Tuhan yang bersemayam bukan berarti Kebesaran Tuhanmu dapat terukur dalam ruang dan waktu.
Tuhanmu – Tuhan Yang Maha Besar, segalaNya adalah Aku, seluruh ciptaan ada di dalam Aku.
Ayat. 2903
Maka para Imam berkata, “Siapa saja yang mengucapkan nama Tuhan (secara tidak hormat) , harus dihukum mati; seluruh umat Israel harus melempari dia dengan batu.”
Imam-imam itu telah dibutakan oleh amarah dan prasangka yang buruk .
Mereka tidak dapat melihat berbagai mukjizat yang telah diperbuat olehnya.
Orang-orang shaleh pun bisa melakukan kesalahan, sekalipun awalnya bermaksud baik.
Oleh sebab itu, ambilah pelajaran darinya, kendalikanlah amarahmu dan jadilah bijak.
Ayat. 2904
Hukum ke-4. Ingatlah dan Kuduskanlah Hari Sabat.
Sebagai insan yang shaleh Yesus memuliakan hari sabat, berdoa dalan Sinagog memuja kebesaran-Nya.
Lantas mengapa kalian menggeser peribadatan pada hari Minggu dan menyembah dirinya dan menganggapnya sebagai Tuhan?.
Siapakah yang kalian ikuti: kebiasaan para pengikut pagan- perintah raja dan tetua gereja atau mengikuti teladan sang utusan?.
Ayat. 2905
Sebagai Yahudi taat Yesus disunat pada usia delapan hari dan makan makanan kosher.
Lantas mengapa kalian meninggalkan itu semua?.
Hukum siapa yang kalian ikuti?. Maka bertobatlah kembalilah kedalam barisan tauhid Ibrahim yang lurus dan taatilah hukum-hukum Allah, jangan kalian ikuti hukum-hukum buatan manusia.
Kitab Semesta
ayat. 2906
Dan bagi kalian umat Hindu, moyangmu menyebut Aku dengan nama Keagungan Brahma.
Wujud sumber dari seluruh alam semesta yang tak terikat oleh bentuk atau atribut.
Wujud tertinggi yang tidak terpisahkan dari Atman (jiwa individu).
Segala sesuatu yang ada, termasuk tiga jalan keseimbangan, berasal dari Aku dan kembali kepada-Ku.
Perwujudan dari kekuatan Tuhan dalam dunia yang terbatas dan bersifat sementara, keseimbangan alam semesta melalui penciptaan, pemeliharaan, dan penghancuran. (Trimurti).
Ayat. 2907
Moyangmu dapat menyelami hakekat-Ku, namun keberadaan atribut patung-patung itu kelak tidak dibutuhkan lagi di masa depan.
Umat kalian telah memahami bahwa Tuhan terbebas dari simbol-simbol segala perwujudan dewa-dewi.
Marilah bersatu dalam kesatuan iman kepada Tuhan Semesta Raya.
Begitu juga dengan pengikut Budha, Majusi, Jain, Bahai dan berbagai kepercayaan lainnya.
Ikutilah jalan petunjuk ini, jalan yang dipenuhi oleh Cahaya Terang.
Ayat. 2908
Bergabunglah dalam kesatuan Tauhid Tuhan Semesta Raya.
Tuhan Yang Maha segalaNya, Wujud Yang Penuh dengan Keagungan, Wujud Yang berbeda dengan ciptaan.
Ayat. 2909
Datanglah jangan ada sedikitpun keraguan, sebab kalian merupakan umat-umat-Ku juga, datanglah dengan bersukacita.
Atas Kasih Rahmat dan Kasih Sayang dari Tuhanmu, Aku hamparkan kebenaran di banyak jalan.
Ayat. 2910
Tuhan-tuhan agama akan menolak umat diluar kelompok agamanya, tetapi Aku merupakan Tuhan Semesta Raya Yang memiliki kedudukan diatas agama-agama dan berbagai aliran kepercayaan.
Aku mengenal dan menerima kalian sebagai anak-anak spritual.
Aku mengenal kalian sebagai umat-umat yang juga menggali dan mencari nilai Ketuhanan dan kebenaran hidup.
Semesta ada di dalam Aku. Begitu pula dengan kalian, umat-umat diluar barisan para nabi dan rasul (warisan Abrahamik).
Janganlah ragu atas limpahan Rahmat dan Kasih Sayang dari Tuhanmu.
Sebab Tuhanmu penuh dengan Kemuliaan, penuh Kuasa atas segala sesuatu.
Maka bersatulah dalam kesatuan Umat Tuhan Semesta Raya, jangan lagi ada perbedaan diantara kalian, sebab kalian merupakan umat-umat-Ku yang satu.
Kitab Semesta
Ayat. 2911
Wahai orang-orang yang beriman, tahukah kalian, ada sekelompok orang yang dalam naungan cahaya tetapi berjalan dalam gelap? .
Yakni orang-orang yang mengharamkan musik, seni pahat, seni lukis dan berbagai karya cipta indah lainnya.
Jiwa mereka akan kering nan gersang, jauh dari kepekaan dan kelembutan jiwa.
Jiwa mereka akan selalu panas, senantiasa penuh dengan rasa amarah dan dendam.
Ayat. 2912
Dan tahukah kalian penjara hidup yang kalian ciptakan kepada perempuan-perempuan mu?.
Yakni lilitan kain yang membuat mereka tertindas, hingga membuat mereka tidak berdaya, kehilangan identitas, serta tidak memiliki kuasa atas diri mereka sendiri dan pada akhirnya – mereka hanya sekedar sebagai pelampiasan nafsu semata.
Mereka adalah manusia-manusia yang menghuni dan berjalan dalam penjara hidup, Ibu bumi yang kelak melahirkan anak-anak yang memiliki warisan keterbelakangan dan kegelapan hidup.
Ajaran seperti inikah yang kalian mau wariskan kepada anak-cucu kalian?.
Ajaran penuh kekerasan dan kebodohan?.
Maka bertobatlah, kembalilah kepada pengajaran Tuhanmu Yang Mencerahkan dan senantiasa menuju pada Cahaya Terang.
Ajaran yang membawa manusia kepada kebaikan, cinta dan kasih.
Ayat. 2913
Tuhanmu menciptakan manusia dengan penuh rasa keindahan. Rambut tercipta agar dapat tergerai indah saat terterpa angin.
Dan janganlah kalian ciptakan ketetapan dan hukum-hukum berdasarkan prasangka kalian, yang mengharamkan rambut perempuan untuk terlihat orang kebanyakan.
Rambut bukanlah aurat, melainkan mahkota keindahan dari seorang perempuan yang harus kita hormati bersama.
Ayat. 2914
Dan jangan pula kalian menghendaki manusia untuk tampil seragam, sebab mereka memiliki penampilan yang khas sebagai identitas suku bangsanya.
Bersoleklah dengan indah namun tetap pada batas kesopanan, sebab Tuhanmu Maha Indah dan menyukai keindahan.
Ayat. 2915
Dan jangan pula kalian haramkan musik, seni lukis dan pahat, sebab segala yang ada di alam ini dilengkapi ornamen suara, bentuk, warna dan rupa.
Semua dapat dibenarkan, sepanjang apa yang kalian ciptakan tidak untuk kalian sembah dalam bentuk berhala-berhala.
Kitab Semesta
Ayat. 2916
Hormatilah hukum perang. Jangan membunuh anak-anak, perempuan dan orang tua yang tak berdaya.
Jangan menjarah harta benda atau menginginkan perempuan-perempuan mereka sebagai pemuas nafsu.
Dilarang memperbudak manusia dalam bentuk apapun, sebab manusia -apapun rasnya adalah sederajat.
Utamakanlah jalan damai, jika tidak menemui langkah tersebut, perang merupakan pilihan akhir sebagai bentuk pertahanan diri.
Ayat. 2917
Adalah perkataan dusta dan penuh cela, jika Tuhanmu – Tuhan Yang Maha Kaya, meminta jatah harta rampasan perang yang didapat dari darah dan airmata.
Sebab hal yang demikian merupakan akal-akalan manusia yang menginginkan harta rampasan yang lebih banyak dari lainnya.
Maha suci Allah, dari segala tuduhan dan prasangka manusia.
Ayat. 2918
YHWH, Allah Tuhanmu adalah Raja Diraja atas semesta.
Adalah perkataan dusta jika Ia bersalawat kepada nabi-nabi.
Sekalipun kalian tafsirkan menjadi Tuhan yang mendoakan kebaikan atas hambanya, maka ketahuilah Tuhan tidak perlu mendoakan, sebab Ia sudah Maha Kuasa dan Maha Berkehendak atas segala ciptaan, dan tidaklah pantas memposisikan kedudukan Tuhan seakan ada dibawah ciptaan.
Hal yang yang demikian itu merupakan bentuk kesombongan pribadi.
Seorang hamba tidaklah sejajar dengan Tuhannya.
Semua makhluk memuji kebesaran Nya, bukan kebalikannya – jika kalian makhluk yang berfikir.
Ayat. 2919
Dan jangan pula kalian menantang untuk menciptakan satu atau dua surah atau setidaknya satu ayat yang mirip dari sebuah kitab.
Sebab tantangan itu bukanlah berasal dari Tuhanmu, melainkan tantangan dari kesombongan pribadi.
Sebab Tuhan tidak memerlukan pembuktian makhluk-Nya atas segala KuasaNya.
Bukankah alam semesta, merupakan kitab terbuka yang dapat ditulis oleh siapapun yang mampu untuk menulisnya?.
Ayat. 2920
Bertauhid dengan benar belumlah cukup, kalian juga perlu mendapatkan pengajaran yang benar.
Pengajaran Tuhan Yang Sejati, Penuh dengan hikmah dan Cahaya Terang yang kelak membawa manusia kepada Pencerahan dan kebaikan hidup.
Kitab Semesta
Ayat. 2921
Ingatlah perkataan Yesus di tiang salib, “Eli, Eli, lama sabaktani?” yang berarti “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?”
Bukankah hal demikian merupakan ucapan seorang hamba kepada Tuhannya sebagai bentuk kepasrahan dan penyerahan hidup yang sepenuhnya kepada Sang Pemegang Kuasa – Atas Segala Ruh Hidup?.
Ayat. 2922
Dan ingatlah lagi perkataannya, “Bapa, genapkanlahlah dalam diri mereka agar mereka menjadi satu, seperti Kita adalah satu.”
Seluruh ciptaan ada dalam Dia (YHWH/Allah) Yang Kekal.
Seluruh makhluk adalah adalah satu Kesatuan dengan Sang Maha Wujud, tetapi bukan sebagai Kesatuan Yang Maha Tunggal.
Sebab zat Allah berbeda dengan ciptaan, sesuatu yang tak dapat dibagi-bagi.
Ayat. 2923
Ingatlah penyair mazmur pernah menulis,
Seperti rusa yang merindukan sungai-sungai air, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.
Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup; bilakah aku dapat datang dan menghadap Allah?
Air mataku menjadi makananku siang dan malam, sebab sepanjang hari orang berkata kepadaku: “Di manakah Allahmu?”
Dan Yoshua (Yesus) pun berkata yang demikian, “Ya Bapa, jika mungkin, biarlah cawan ini berlalu dari padaku; tetapi janganlah seperti yang aku kehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”
“Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang kuberikan itu akan menjadi sumber air yang memancar sampai kepada hidup yang kekal”
“Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan”
Bukankah semuanya menggambarkan kerinduan yang mendalam untuk berada di hadirat Tuhan, meskipun menghadapi pencobaan dan kesulitan dalam hidupnya. Seperti rusa yang merindukan air, sang hamba merindukan Tuhan untuk memuaskan kebutuhan rohaninya.
2924
Ingatlah pengorbanan yang di ajarkan oleh Allah sejatimu, berdasarkan hukum Taurat. Ada berbagai jenis kurban yang dipersembahkan kepada Allah :
Kurban bakaran (holokaus): Hewan yang dibakar seluruhnya sebagai persembahan kepada Allah.
Kurban sajian (minhah): Persembahan berupa bahan-bahan makanan seperti tepung dan minyak.
Kurban keselamatan (shalamim): Kurban yang disajikan sebagai ucapan syukur atau untuk permohonan kedamaian .
Kurban penghapus dosa (hatat): Kurban untuk menghapuskan dosa.
Kurban pendamaian (asam): Dipersembahkan untuk membersihkan dosa atau pelanggaran terhadap hukum Allah.
Tujuan utama dari korban hewan adalah untuk menghapuskan dosa dan memperbaiki hubungan antara manusia dan Allah, yang dapat mengalirkan pengampunan dan penyucian dosa.
Lantas mengapa kalian mengurbankan darah manusia, ajaran siapakah yang kalian ikuti, selain pemahaman para tetua (gereja) mu dimasa lalu.
Ayat. 2925
Dan kalian mengada-adakan sebuah hukum bahwa, korban darah hewan adalah untuk menghapuskan dosa dan memperbaiki hubungan antara manusia dan Allah, yang diyakini dapat mengalirkan pengampunan dan penyucian dosa yang bersifat sementara.
Sedang kurban yang utama dan terakhir adalah pengorbanan Yesus Kristus di tiang salib, sebagai Kurban Penghapus Dosa yang sempurna, menggantikan korban hewan, pengurbanan darah manusia yang bersifat kekal.
Adalah haram mengucurkan darah manusia sebagai bentuk pengorbanan, pengajaran yang demikian tidaklah alkitabiyah, sebab hal itu merupakan kebiasaan umat di masa lalu, kebiasaan para penyembah berhala.
Begitu juga dengan penebusan dosa.
Dosa mu secara pribadi, merupakan tanggung jawabmu secara pribadi.
Tidak ada pengajaran penebusan dosa (dengan darah manusia), sebab Allah Tuhanmu merupakan Tuhan Yang Maha Adil, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Kitab Semesta
Ayat. 2926
Ingatlah pengajaran Musa dalam Taurat akan pentingnya ketaatan kepada hukum-hukum Allah dan pengurbanan sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam pengajaran -Nya Yang Kudus .
Musa menerima hukum-hukum di atas Gunung Sinai dan menyampaikan perintah-perintah Tuhan mengenai bagaimana umat harus hidup, termasuk dalam hal pengurbanan.
Ajaran Musa juga mencakup aturan-aturan ketat mengenai jenis hewan yang boleh dipersembahkan, siapa yang boleh melakukan pengurbanan, dan kapan pengurbanan harus dilakukan.
Pengurbanan juga terkait erat dengan pemeliharaan kesucian Bait Allah dan hubungan umat dengan Allah.
Dengan mengikuti aturan-aturan ini, kalian bisa dapat mendekatkan diri kepada Tuhan, memperoleh pengampunan dosa, dan hidup dalam keadaan suci.
Ayat. 2927
Maka bangunlah kembali bait Allah di Yerusalem dan berkurbanlah untukNya.
Dan bagimu kaum muslim, tidak ada alasan bagi kalian menolak berdirinya bait Allah, jika kalian merasa bagian dari golongan kaum yang beriman.
Ayat. 2928
Dan janganlah kalian menuduh utusan-Ku yang hendak meluruskan pemahaman tauhid dan pengurbanan yang benar, dengan sebutan anti Kristus maupun Dajjal.
Pengajarannya adalah benar, membawa Cahaya Terang yang berakar pada ajaran bapakmu Abraham.
Ayat. 2929
Dan janganlah kalian mencapnya sebagai bagian dari nabi-nabi palsu di akhir zaman, sebab yang dibawanya merupakan jalan kebenaran.
Bacalah kitab ini dengan pikiran yang jernih serta hati yang bersih, maka tidak ada sedikitpun keraguan didalamnya.
Ayat. 2930
Setiap agama-agama akan menyatakan bahwa nabinya merupakan nabi terakhir, tetapi Tuhanmu Maha Berkehendak atas segala sesuatunya.
Ia Maha Tahu atas segala ciptaanNya, Ia akan mengutus di tiap zaman, sosok-sosok yang akan membawa umat kembali kepada jalan yang lurus dan jalan yang diliputi oleh Cahaya Terang.
Ayat. 2931
Di hari ini hentikanlah segala permusuhan diantara kalian, jangan ada lagi pembunuhan mengatasnamakan Tuhan dan agama.
Sesungguhnya kalian merupakan umat-umat-Ku yang satu, apapun agama-agama dan kepercayaan kalian.
Www.Kitabsemesta.com
Kitab pengusung tauhid Ibrahim
