Kitab Semesta Bagian-17 ( ayat. 2301 s/d ayat 2395).
Kitab Semesta
Wahai orang yang beriman, ketahuilah Tuhanmu tidak beragama dan mendirikan agama , agama diciptakan manusia sebagai pembeda dan penanda.
Karena agama pulalah manusia menjadi terkotak-kotak, dan berperang mengatasnamakan-Nya.
Sedang Tuhan berdiri diatas agama dan kepercayaan, Sosok Wujud yang terbebas dari
penyanderaan kelompok agama dan kepercayaan manapun.
Beragama itu baik, tetapi bukan satu-satunya jalan menuju kepada-Nya, pilihlah jalan yang menurut kalian baik dan menenangkan jiwa.
Janganlah kalian berprasangka, bahwa Tuhan telah berhenti berfirman setelah kitab-kitab (yang tertulis itu), sampai kepada kalian.
Sesuatu yang tertulis itu memiliki batasan dan ketidaksempurnaan.
Sedang Firman itu kekal, sempurna dan tak berbatas.
Pernahkah terlintas dalam pikiran kalian, layakkah Tuhan yang memiliki Daya Cipta Yang Maha Sempurna, namun Firman-Nya dibatasi oleh halaman-halaman, yang kalian anggap sebagai kitab suci?.
Bukankah Dia, Wujud Yang tak terbatas, diluar nalar manusia, namun mungkinkah jika Ia berfirman dan memiliki sifat dangkal laksana manusia?.
Maka selidikilah kitab-kitab yang kalian imani, ujilah kebenaran yang terkandung didalamnya hingga batas akhir.
Lebih baik kalian mati berkalang tanah dengan menggenggam kebenaran ditangan, daripada hidup namun berada dalam bayang-bayang kepalsuan.
Berimanlah dengan akal, sebab setiap agama akan menyatakan ajarannya dan Tuhannya yang paling benar.
Bersaksilah atas kesaksian pribadi, bahwa Dia satu-satunya Tuhan yang layak disembah, bukan semata kesaksian umat-umat dimasa lalu.
Dihari ini, Tuhan telah berada ditempat yang paling mulia.
Tuhan telah menjadi milik semesta, bukan milik sekelompok agama dan kepercayaan manapun.
Kalian adalah umat yang satu, apapun agama dan kepercayaan kalian, baik yang telah beriman, belum ataupun tak beriman, kalian adalah umat-umat yang dikasihiNya.
Masuklah kedalam kerajaanNya dan hiduplah dalam damai sejahtera.
---;
Kitab semesta ( www.kitabSemesta.com )
Ketika engkau membaca sebuah kitab suci, Tuhan seolah berhenti berbicara kepada umatnya pada ayat-ayat yang terakhir.
Namun ada sebuah kitab yang halaman-halamannya tak pernah ada habis-habisnya untuk dibaca , seolah Tuhan hendak selalu berdialog dengan kita, sebuah samudra ilmu tanpa batas.
Itulah yang dinamakan kitab semesta.
Sebuah kitab universal yang mengajarkan hikmah kepada manusia yang beriman; belum ataupun yang tak beriman
www.kitabsemesta.com
Wahai kaum Agamawan dan orang-orang yang beriman, bersihkanlah Tuhanmu dari perkataan keji semacam pancunglah, penggallah, bunuhlah dari kitab-kitab yang kalian yakini kesucian dan kebenarannya.
Tuhanmu merupakan Wujud yang Kudus, penuh dengan Cahaya Kemuliaan, mustahil baginya mengucapkan kata-kata keji seumpama yang demikian itu.
Firman-Nya hidup, kekal dan tak berbatas. FirmanNya membawa kehidupan dan suka cita bukan kematian dan malapetaka.
Siapapun yang mengada-ada Tuhan berfirman yang sedemikian itu, maka ia telah keluar dari jalan kebenaran.
Kelak apa yang akan diajarkannya akan kembali kepada keluarganya, pengikut-pengikutnya, hingga mereka saling bunuh-membunuh mengatasnamakan Tuhan, dengan kalangan mereka sendiri, dan juga kalangan di luar mereka.
www.kitabsemesta.com
Ada baiknya membaca bagian awal Kitab Semesta dengan meng- klik, tautan link di bawah ini :
Kitab Semesta bagian -1 (Ayat 1 s/d 160) :
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10222461344992330&id=1530527757 )
Kitab Semesta bagian -2 (Ayat 161 s/d 270) :
Kitab Semesta bagian-3 (Ayat 271 SD 398) :
Kitab Semesta bagian-4 (Ayat 399 s/d 540)
Kitab Semesta bagian-5 ( ayat 541 SD 703)
Kitab Semesta bagian-6 ( ayat 704 SD 845 )
Kitab Semesta bagian-7 (Ayat 846 S/d 931 )
Kitab Semesta bagian-8 (Ayat. 932 SD 1125)
Kitab Semesta bagian-9 (Ayat. 1226 SD ayat. 1330)
Kitab Semesta bagian-10 (ayat 1331 SD ayat. 1511)
Kitab Semesta bagian-11 (ayat 1512 sd 1632)
Kitab Semesta bagian-12 (ayat 1633 SD 1770)
Kitab Semesta bagian-13 (ayat 1771 SD 1907)
Kitab Semesta bagian-14 ( ayat 1908 SD 2550)
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10226235516664263&id=1530527757
Kitab Semesta bagian-15 ( ayat 2551 SD 2165)
Kitab Semesta bagian-16 (Ayat. 2166 SD 2300)
Ayat. 2301
Ingatlah ketika Adam dan hawa memakan buah pengetahuan dari taman surga.
Ia bukan lagi lembaran putih, melainkan seorang insan yang dapat memiliki pengetahuan tentang yang jahat dan yang benar.
Anugerah akal membuat manusia kian haus akan kebenaran yang hakiki, kemudian ingin serupa dengan Allah.
Itulah dosa awal umat manusia.
Ayat. 2302
Dosa itu kian berkembang dan berlanjut pada anak keturunannya.
Kini banyak manusia yang telah menjadi tuhan kecil bagi manusia lainnya, menghakimi manusia yang tak sejalan dengan pemahaman dirinya, dengan sebutan orang-orang yang sesat arah.
Ada sebagian manusia yang merasa memiliki karunia kesembuhan, sehingga darinya ia merasa menyerupai Tuhan, kemudian dari usahanya itu, ia mengumpulkan harta benda dari mereka-mereka yang sedang tertimpa kemalangan hidup.
Adapula yang mencoba bernubuat tentang penglihatan masa depan, namun sesungguhnya pengabaran darinya merupakan pengabaran palsu, yang tak pernah terbukti kebenarannya.
Adapula yang gemar membangun rumah-rumah Tuhan dengan begitu megahnya, sedang umatNya berkalang tanah, hidup dalam kemiskinan, sehingga melupakan rumah Tuhan yang sejati yakni sang jiwa.
Adapula yang gemar berperang mengatasnamakan Tuhan, sejatinya mereka tidak sedang berjuang di jalan allah melainkan sedang menuhankan agama dan hawa nafsunya.
Ayat. 2303
Ruhul Kudus berbicara kepada manusia yang dikehendakinya, dan kepadanya karunia itu dijalankan dengan tulus ikhlas, tanpa berharap sedikitpun imbalan, melainkan semata ridho ilahi, ia tulis pengajaranNya dengan hati-hati, sehingga menimbulkan kekaguman siapapun yang membaca dan mendengarnya.
Ayat. 2304
Kemudian kalian memberikan gelar kepada mereka dengan sebutan nabi dan rasul.
Untuk apa gelar-gelar itu kalian berikan, jika selama mereka hidup -kalian terus menghina, menentang dan berusaha untuk membunuh para utusan-utusan itu?.
Ayat. 2305
Berimanlah dalam terang bukan dalam gelap, beriman berdasar kesaksian diri, bukan atas semata kesaksian orang-orang dimasa lalu.
Temukanlah Cahaya kebenaran, sekalipun jalan yang kalian tempuh terjal dan penuh liku.
Bersihkanlah jiwa kalian agar nur keilahian dapat bersemayam di dalam rumah jiwa, kemudian cahaya itu menerangi jiwa dari dalam, hingga berpendar menerangi semesta.
Ayat. 2306
Dan berikanlah teguran dan peringatan kepada mereka, bukankah telah banyak perkataan dari para nabi dan rasul di masa lalu yang telah kalian palsukan?.
Kalian abadikan perkataan palsu yang demikian itu dan menjadikannya bagian dari ajaran agama, maka hancurlah peradaban yang kalian bangun dengan susah payah, laksana pohon kering yang menghasilkan umat-umat yang hidup dalam kegelapan yang tak bertepi.
Ayat. 2307
Maka gunakanlah anugerah akal yang ada dalam diri kalian.
Buanglah perkataan-perkataan itu, jika jauh dari cahaya kebenaran, agar anak keturunanmu tidak saling bantah-membantah dan berperang mengatasnamakannya.
Abadikanlah perkataan-perkataan dan ajaran-ajaran itu, jika membawa pada kebaikan, nilai cinta kasih, dan membawa kepada tauhid yang benar.
Ayat. 2308
Janganlah kalian takut dianggap sesat, saat Cahaya Kebenaran telah sampai kepada kalian.
Beranilah mengatakan yang salah itu salah, yang benar itu benar sekalipun itu pahit dan tidak mengenakkan hati.
Bebaskanlah umat-umat ini dari belenggu kebodohan, kemiskinan dan peperangan yang tiada kunjung berakhir.
Ayat. 2309
Berlindunglah kepada Allah atas segala fitnah yang mereka tuduhkan kepadamu, kepada mereka-mereka yang berusaha untuk membebaskan umat dari belenggu perbudakan-perbudakan agama.
Di hari ini agama telah melenceng dari nilai kebenaran, agama telah dijadikan ladang untuk membantai dan memperbudak umat.
Maka bebaskanlah mereka, berikanlah mereka pemahaman, agar mereka menjadi umat-umat yang tercerahkan, bukan umat-umat yang sekedar tunduk dalam bayang ketakutan akan siksa api neraka dan sekedar berharap surga.
Ayat. 2310
Jadilah kekasih Allah, bukan budak-budak keagamaan, ibadahmu untuk dirimu -makanan jiwamu, Allah mu Tuhan yang tidak selalu meminta untuk disembah, Ia menginginkan dirimu menjadi kekasih-Nya.
Maka mendekatkan kepada-Ku, memohon ampunlah atas segala dosa-dosamu, sebab Aku adalah Tuhan Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.
Aku bukanlah Tuhan yang gemar menyiksa umat-umat atas dosa-dosa yang telah mereka perbuat melainkan atas dasar cinta kasihlah Aku menciptakan karunia surga dan api penyucian.
Akulah Sang Pengadil Yang seadil-adilnya atas apa yang telah kalian kerjakan selama kalian hidup, urusanKu adalah urusanKu maka janganlah kalian menjadi tuhan kecil dan menghakimi manusia lainnya atas dasar keimanan yang kalian yakini kebenarannya.
Apa yang kalian yakini benar belum tentu benar, apa yang kalian yakini salah belum tentu salah.
Maka mintalah petunjuk kepada Tuhan, sesungguhnya Allah, Tuhanmu Maha Pemberi Petunjuk.
Kitab Semesta
Ayat. 2311
Tuhanmu adalah sumber segala bahasa, Ia mengetahui beragam bahasa, termasuk bahasanya isyarat dan kalbu.
Maka berdoalah dengan bahasa yang kalian mengerti, jangan pernah memberhalakan bahasa dan menganggap bahasa tertentu merupakan bahasa langit.
Jadikan ayat dalam kitab-kitabmu sebagai penuntun jalan, sebagai cahaya penerang, bukan semata sebagai mantra-mantra ghaib, yang hanya sekedar dihafal, dirafal dan dipercaya memiliki kekuatan magis.
Ayat. 2312
Berdoalah Menurut permintaan kata hatimu, permohonanmu dan harapan-harapanmu, pertobatan serta keluh-kesahmu.
Janganlah malu meminta kepada Tuhanmu sekalipun engkau seorang pendosa.
Sesungguhnya Dia adalah Tuhan Yang Maha Pemberi bagi mereka yang percaya akan Kuasa dan Kebesaran-Nya.
Ayat. 2313
Pengajaran Tuhanmu begitu menyejukkan, sederhana dan mudah untuk dipahami.
Pengajaran-Nya tidaklah mungkin bertentangan dengan akal.
Firman-firmanNya tidaklah mungkin berlawanan dengan hati nurani.
Ayat. 2314
Biarlah mereka menuduh kalian sebagai orang yang sesat arah, bersabarlah, dan biarkanlah mereka sejenak bangga atas keimanan mereka, maka ketika Cahaya Kebenaran telah sampai kepada mereka, mereka kelak akan tertunduk malu dan menyadari atas segala kekeliruannya.
Ayat 2315
Pengajaran yang baik, akan menghasilkan umat yang baik, umat yang penuh cinta kasih, mengasihi sesama tanpa sedikitpun membedakan.
Karena begitulah pengajaran Tuhanmu yang sejati.
Tuhanmu tidak pernah mengajarkan membunuh sesamamu, kecuali dalam keadaan terpaksa, untuk mempertahankan diri, serta membela diri akibat diperangi, hal demikian sebagai pilihan terakhir jika tidak ada jalan keutamaan damai, sebab begitulah pengajaranNya, penuh kebaikan dan cinta kasih.
Ayat. 2316
Tuhanmu tidak memusuhi budaya, tidak mengharamkan musik dan seni pahat atau seumpama dari itu.
Sebab Dia Maha Daya Kreasi, mustahil bagiNya membenci keindahan dan menginginkan kalian tampil seragam, sebab semesta disajikan dalam bentuk keragaman nan indah, karena begitulah fitrah-Nya.
Ayat. 2317
Janganlah kalian mengharamkan sesuatu yang tidak Aku haramkan, karena pertanggungjawaban kalian, sangatlah berat di sisiKu.
Bebaskanlah umat-umat ini dari belenggu kebodohan, dari pemikiran sempit yang kalian ciptakan sendiri, berilah mereka pencerahan bukan sekedar ancaman-ancaman.
Agama itu membebaskan, bukan mengerdilkan akal, menyadarkan umat, bukan sekedar memaksa umat untuk patuh, dan menakutinya dalam berbagai ancaman siksa api neraka.
Ayat. 2318
Beragamalah jika engkau menghendakinya dan milikilah kepercayaan atasnya, jika hal demikian membuat jiwamu serasa damai.
Adalah perbuatan yang sia-sia jika engkau beragama tetapi dirimu diliputi oleh kecemasan, rasa ketakutan dan kebencian terhadap sesamamu.
Beragama ataupun tidak, adalah semata kebutuhanmu.
Tuhanmu memberikan Cahaya petunjuk di banyak jalan.
Tempuhlah yang menurutmu jalan yang paling baik dan menenangkan jiwamu.
Sebab ketika engkau terlahir ke dunia, engkau tidak bisa memilih menjadi suku apa, kepercayaan dan agama apa, selain warisan kedua orangtuamu.
Ayat. 2319
Mendekatlah kepada-Ku, kenalilah Aku sebagai Tuhan Yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang.
Jadilah kekasih-Ku, umat-umat pilihanKu, bukan budak-budak keagamaan.
Ayat. 2320
Raihlah Suluh ini, yang telah hadir di dalam jiwamu dan jadilah terang.
Kosongkan dan bersihkanlah pikiranmu dari berbagai ancaman-ancaman itu, jadilah makhluk yang merdeka, sebab sejatinya agama dan kepercayaan lahir untuk membebaskan bukan untuk memasung umat manusia.
Pahamilah Dia sebagai Tuhan Yang Maha Pengasih, Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang, bukan jenis Tuhan Yang gemar mengutuk, dan menyiksa umat-umat Nya, atas segala kekeliruan dan dosa-dosa yang telah mereka perbuat.
Ayat. 2321
Wahai orang yang beriman, kenalilah Tuhanmu sebagai Tuhan Yang Meliputi Segalanya.
Tidak ada Wujud Yang serupa dengan Dia.
Janganlah kalian saling mendebat Allah, Tuhanmu berada di Arrasy atau sedekat urat leher, sebab Dia Maha Segalanya, tak ada wadah yang mampu menopang KebesaranNya.
Ketahuilah, jika Wujud Tuhan memiliki batasan ukuran, kanan kiri, atas bawah, depan dan belakang, maka gugurlah KemahaanNya. Ia lebih kecil dari semesta itu sendiri.
Ayat. 2322
Kenalilah Keajaiban Daya Cipta Tuhanmu dengan ilmu.
Maka engkau akan dapat memahami keajaiban semesta yang terbentuk dan berjalan dengan hukum-hukum yang pasti dan terukur.
Dari ketakjuban yang telah alam sajikan, masihkah kalian menolak keberadaan-Ku?.
Masihkah kalian berprasangka bahwa Tuhan tidak memiliki Kuasa dan hanya berdiam diri dari balik tabir?.
Sesungguhnya Tuhanmu selalu berfirman kepada umat-Nya serta mengawalnya hingga akhir zaman, hanya dengan hati yang peka dan bersih sajalah kalian dapat membaca dan menulis segala pesan-pesan Ku.
Ayat. 2323
Aku adalah Raja di atas raja. Tidak ada Cahaya Kemuliaan selain milik daripada-Ku. Raja-raja suatu saat akan binasa, namun Aku merupakan Tuhan Yang Kekal, Tuhan Semesta Alam.
Akulah Tuhan yang menciptakan kehidupan, agar darinya kalian dapat memberikan kesaksian atas keberadaan Wujud-Ku.
Maka tundukkan dan kaitkanlah hatimu hanya untuk-Ku.
Ayat. 2324
Kenalilah kitab suci Tuhanmu yang sejati, yakni ayat-ayatNya yang tanpa batas, yang terhampar luas di hadapanmu.
Itulah kitab sejati yang tak dapat dipalsukan , kitab-kitab yang membawa kedamaian dan cinta kasih kedalam hatimu.
Ayat. 2325
Perkataan Tuhan dapat saja dipalsukan dan dibukukan tetapi tidak dengan ayat-ayatNya yang terdapat di alam ini.
Baca dan tulislah jika kalian mampu, buatlah kitab yang paling lengkap dan sempurna jika kalian mampu, namun sesungguhnya tidak akan ada kitab yang sempurna, selain hamparan kitab yang ada di alam ini.
Ayat. 2326
Dan sesungguhnya Tuhanmu tidak dapat dibatasi oleh sebuah nama, moyangmu telah memberikan banyak nama dan berbagai bentuk penyembahan kepada Sang Maha Wujud.
Bukankah Musa pernah bertanya, "Siapakah engkau Tuan?", maka Aku berkata padanya "Aku adalah Aku".
Maka hormatilah mereka, biarlah urusan mereka ada pada-Ku, janganlah kalian sesatkan mereka dan menganggap mereka para penyembah ruh dan benda-benda mati, sejatinya mereka sedang menyembah Aku yang ada dalam segala materi.
Ayat. 2327
Wahai orang yang beriman, janganlah kalian terperdaya tampilan luar orang yang seolah-olah beriman.
Dari balik jubah kebesarannya, mereka memperdaya umat, memerah harta benda mereka tanpa sisa, dengan mengatasnamakan agama dan Tuhan.
Tuhanmu sudah Maha Kaya, tidak memerlukan derma darimu, ambilah dari para jamaatmu yang menjadi bagianmu, tapi tidak dengan menjual ayat-ayatNya.
Ayat. 2328
Ingatlah apa yang dilakukan pemuka-pemuka agamamu di masa lalu, mereka menjual surat penebusan dosa, memungut perpuluhan dan menjual surat-surat halal, yang kesemuanya mereka lakukan, semata demi mengejar harta benda dalam balutan indah agama-agama.
Ayat. 2329
Maka waspadalah terhadap mereka, sebab dalam jari-jari kemunafikan, mereka diam-diam memangsamu dalam hening.
Berlindunglah kepada Allah, menepilah sejenak dari hiruk pikuk para pedagang agama di dalam menjual dagangannya.
Temuilah Aku dalam hening, masuklah dalam Aku, menyatulah dalam Cahaya Keterpisahaan-Ku.
Ayat. 2330
Apa-apa yang mereka lakukan dan ada-adakan sesungguhnya pertanggungjawaban mereka dihadapan Tuhanmu begitu berat, sebab mereka mengetahui apa yang mereka lakukan, dan melakukannya secara sadar tanpa sedikitpun rasa penyesalan.
Kitab Semesta
Ayat. 2331
Wahai orang yang beriman, ketahuilah Tuhanmu tidak beragama dan mendirikan agama , agama diciptakan manusia sebagai pembeda dan penanda.
Karena agama pulalah manusia menjadi terkotak-kotak, dan berperang mengatasnamakan-Nya.
Sedang Tuhan berdiri diatas agama dan kepercayaan, Sosok Wujud yang terbebas dari
penyanderaan kelompok agama dan kepercayaan manapun.
Beragama itu baik, tetapi bukan satu-satunya jalan menuju kepada-Nya, pilihlah jalan yang menurut kalian baik dan menenangkan jiwa.
Ayat. 2332
Janganlah kalian berprasangka, bahwa Tuhan telah berhenti berfirman setelah kitab-kitab (yang tertulis itu), sampai kepada kalian.
Sesuatu yang tertulis itu memiliki batasan dan ketidaksempurnaan.
Sedang Firman itu kekal, sempurna dan tak berbatas.
Ayat. 2333
Pernahkah terlintas dalam pikiran kalian, layakkah Tuhan yang memiliki Daya Cipta Yang Maha Sempurna, namun Firman-Nya dibatasi oleh halaman-halaman, yang kalian anggap sebagai kitab suci?.
Bukankah Dia, Wujud Yang tak terbatas, diluar nalar manusia, namun mungkinkah jika Ia berfirman dan memiliki sifat dangkal laksana manusia?.
Maka selidikilah kitab-kitab yang kalian imani, ujilah kebenaran yang terkandung didalamnya hingga batas akhir.
Ayat. 2334
Lebih baik kalian mati berkalang tanah dengan menggenggam kebenaran ditangan, daripada hidup namun berada dalam bayang-bayang kepalsuan.
Berimanlah dengan akal, sebab setiap agama akan menyatakan ajarannya dan Tuhannya yang paling benar.
Bersaksilah atas kesaksian pribadi, bahwa Dia satu-satunya Tuhan yang layak disembah, bukan semata kesaksian umat-umat dimasa lalu.
Ayat. 2335
Dihari ini, Tuhan telah berada ditempat yang paling mulia.
Tuhan telah menjadi milik semesta, bukan milik sekelompok agama dan kepercayaan manapun.
Kalian adalah umat yang satu, apapun agama dan kepercayaan kalian, baik yang telah beriman, belum ataupun tak beriman, kalian adalah umat-umat yang dikasihiNya.
Masuklah kedalam kerajaanNya dan hiduplah dalam damai sejahtera.
Kitab Semesta
Ayat. 2336
Wahai orang yang beriman, ketahuilah benih kesuburan seorang lelaki berasal dari kantung kemaluannya, begitu juga dengan wanita, benih kesuburannya yang ada padanya, dihasilkan dalam rongga kewanitaannya, jangan ada lagi ada pemahaman dan perkataan, bahwa sumber kesuburan keduanya, dihasilkan oleh tulang belakang hingga ke tulang dada.
Ayat. 2337
Dan janganlah kalian mengimani adanya siksa kubur, sebab Tuhanmu tidak sekejam yang kalian bayangkan, ketahuilah Tuhanmu Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.
Dapatkah kalian gunakan nalar kalian?. Jika kiamat ditakdirkan sepuluh kali jaraknya antara hidupmu sampai dengan masa hidup Adam, sanggupkah kalian mendapatkan siksa kubur selama itu?.
Maka beruntunglah mereka-mereka yang mati belakangan, celakalah mereka yang mati diawal kehidupan.
Lalu bagaimana dengan mereka yang jenazahnya dikremasi lalu abunya dibuang ke laut?
Ketahuilah keadilan dan hukuman Tuhan tidak berjalan seperti itu, janganlah kalian mengada-adakan perkara yang samar, azab bagi Fir'aun, kalian jadikan landasan terhadap perkara penghukuman bagi umat kebanyakan.
Kitab Semesta
Ayat. 2338
Wahai orang yang beriman, janganlah kalian menertawakan dan menghina apapun yang terkandung dalam kitab Semesta, jika kalian menganggap kitab kalian lebih baik dan lebih bagus dari kitab ini, maka bukalah kitab-kitab kalian secara bersamaan, bacalah dan bandingkanlah.
Maka kalian akan mendapatkan; adakah ajaran dalam kitab Semesta ini yang mengajarkan para pengikutnya untuk menghina dan membunuh umat yang tak sejalan?.
Adakah dalam kitab Semesta ini kata-kata penuh ancaman, namun sedikit memberikan hikmah dan pencerahan?.
Lihat dan bacalah dengan hati nurani yang paling dalam - dan penuh dengan kejujuran, kalian akan dapati bahwa Firman Tuhan itu teduh dan mendamaikan, bukan menciptakan ketakutan-ketakutan.
Ayat. 2339
Setiap utusan di masa lalu, selalu saja kalian tolak, kalian anggap mereka hilang ingatan, kalian siksa dan bunuh para utusan-utusan itu.
Dapatkah kalian menjamin orang-orang dimasa lalu yang kalian gelari nabi dan rasul memang benar-benar seorang utusan?.
Sesungguhnya Aku mengetahui bahwa ada diantara mereka merupakan nabi-nabi dan rasul palsu, mereka memiliki pengikut yang banyak, namun atas dasar kasih dan karunia, Tuhanmu tidak membatalkan pengajarannya, dan terlarang baginya menyebut nabi palsu itu, walau sebenarnya ia mengetahui.
Ayat. 2340
Ajaran nabi dan rasul yang asli akan membawa kebaikan, umat-umat yang dihasilkannya akan membawa damai, berkat bagi seluruh alam.
Tidaklah benar Tuhanmu meminta jatah harta rampasan perang, sebab Tuhanmu sudah Maha Kaya.
Tidaklah benar Tuhanmu menjadi manusia dan menebus dosa manusia.
Tidaklah benar Tuhanmu serupa dewa-dewi sebab Ia berbeda dengan ciptaanNya.
Tuhanmu Maha Segalanya, Cahaya Kemuliaan Yang Tiada Banding, tak terhingga banyaknya nama telah dinisbatkan kepada-Nya dengan penuh takzim dan rasa hormat.
Kitab Semesta
Ayat. 2341
Wahai kaum Agamawan dan orang-orang yang beriman, bersihkanlah Tuhanmu dari perkataan keji semacam pancunglah, penggallah, bunuhlah dari kitab-kitab yang kalian yakini kesucian dan kebenarannya.
Tuhanmu merupakan Wujud yang Kudus, penuh dengan Cahaya Kemuliaan, mustahil baginya mengucapkan kata-kata keji seumpama yang demikian itu.
Firman-Nya hidup, kekal dan tak berbatas. Firman-Nya membawa kehidupan dan suka cita bukan kematian dan malapetaka.
Siapapun yang mengada-ada Tuhan berfirman yang sedemikian itu, maka ia telah keluar dari jalan kebenaran.
Kelak apa yang akan diajarkannya akan kembali kepada keluarganya, pengikut-pengikutnya, hingga mereka saling bunuh-membunuh mengatasnamakan Tuhan, dengan kalangan mereka sendiri, dan juga kalangan di luar mereka.
Ayat. 2342
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian belenggu kebebasan perempuan-perempuan kalian.
Rambut bukanlah sebuah aib, menampakkan rambut bukanlah hal yang hina, mengapa kalian mewajibkan mereka menutupi rambut dengan kain, bukankah perbudakan telah dihapus, akan ada pada masanya, kain penutup itu tidak lagi melambangkan kehormatan, melainkan sekedar hasil budaya moyangmu di masa lalu.
Tuhanmu menghendaki keragaman namun mengapa kalian hai para kaum rohaniawan, menghendaki mereka tampil seragam.
Tampillah dengan gaya yang terhormat, penuh dengan ragam keindahan, karena Tuhanmu Maha Indah dan menyukai keindahan.
Ketahuilah wahai para alim ulama, sesuatu yang kalian ada-adakan, sesuatu yang tak wajib namun kalian wajibkan, tentunya pertanggungjawaban kalian sangatlah berat di hadapan Tuhanmu.
Dan janganlah kalian bunuh anak perempuan kalian dengan dalih kehormatan keluarga.
Ambilah pelajaran dari sebuah bangsa, dimana anak keturunan mereka memberontak atas pemahaman sempit yang mereka paksakan atas diri mereka , hingga mereka bertingkah liar, mencampakkan sorban-sorban para tetua dan ahli agama, sehingga mereka tidak lagi memiliki wibawa dan kehormatan.
Janganlah kalian saling merasa di pihak yang paling benar. Saling hormat-menghormatilah antara tetua dan kaum muda.
Maka perbaikilah keputusan-keputusan kalian di masa lalu, bisa jadi keputusan itu diambil dan disesuaikan dengan kondisi pada masa keputusan itu diambil, maka sesuaikanlah ketetapan-ketetapan yang kalian hasilkan dengan kondisi dan perkembangan zaman.
www.kitabsemesta.com
Kitab Semesta
Ayat. 2343
Wahai orang-orang yang beriman. Para rohaniawan yang ada di sekitarmu hanya membicarakan hal yang indah-indah saja tentang agama, sesuatu yang gelap dan buruk mereka sembunyikan dengan rapat, sebisa mungkin kalian tidak mendengar dan mengetahuinya.
Maka selidiki dan ujilah Kebenaran agama-agama yang kalian yakini dengan akal, sebab segala macam kejahatan menjadi benar, sah dan terhormat jika dibungkus oleh agama.
Ayat. 2344
Janganlah takut dianggap sesat, sebagai kaum munafik dan pembangkang, jika kalian berusaha mencari jalan kebenaran.
Sebab kebenaran tidak bisa menyatu dengan kebathilan jika kalian mengetahuinya.
Maka ujilah dan telitilah agama-agama dan kepercayaan itu, agar kalian terhindar dari pengajaran palsu.
Ayat. 2345
Dapatkah kalian pikirkan dengan hati nurani yang bersih, apabila seorang utusan bersama pengikutnya melakukan pembunuhan, mengawini dan memperbudak perempuan dari pihak yang kalah, menjarah harta benda dari umat yang tak sejalan, dan segala tingkah lakunya dianggap sah Dimata Tuhan dan agama?.
Maha suci Allah Tuhan Semesta alam, mustahil baginya membenarkan sesuatu yang menyimpang, dan menjadikannya sebuah pembenaran dengan dalih ajaran agama dan kepercayaan.
Ayat. 2346
Wahai orang-orang yang beriman, telitilah pemuka agama-agama kalian di masa lalu, bukankah ada yang mengatakan mereka wakil Tuhan di bumi, tetapi tingkah laku mereka jauh dari nilai kebenaran?.
Paus-paus itu melakukan banyak hal amoral, memiliki gundik, melakukan pembunuhan, menjarah harta benda, dan semua tingkah lakunya itu (oleh pendukungnya) sebagian dianggap benar dengan alasan agama dan keyakinan.
Ayat. 2347
Mereka bunuh kaum terpelajar yang tidak sejalan dengan pemikiran mereka dengan tuduhan sesat dan bidah.
Mereka jual surat penebusan dosa dan memakai uang jarahan itu untuk membangun istana nan megah.
Sesungguhnya pilar-pilar bangunan yang mereka bangun berdiri dan menancap diatas badan, darah dan air mata Yesus.
Kitab Semesta
Ayat. 2348
Wahai orang-orang yang beriman, ketahuilah ayat-ayatNya yang tidak akan dapat dipalsukan adalah ayat-ayatNya yang terhampar di alam raya ini.
Baca dan tulislah jika kalian mampu, berilah mereka gelar nabi dan kerasulan jika kalian menghendaki dan mengimani ajaran yang dibawanya, dan menyakini apa yang dibawanya merupakan pesan dari Sang Ilahi.
Utusan yang asli akan membawa pesan tauhid yang benar, ia akan membawa Cahaya terang kepada umat-umatnya dimana ia hidup dan di masa-masa setelahnya.
Ayat. 2349
Setiap insan yang memiliki kemampuan untuk membaca dan menulis tanda-tanda alam, sudah pasti jiwanya pernah mi'raj menemui-Ku.
Dalam ketajaman mata bathin, mereka mampu menulis kitab-kitab yang orang kebanyakan tak mampu melakukannya.
Kemudian hari kalian menyebutnya dan menggelari manusia yang memilki kelebihannya itu dengan sebutan nabi-nabi dan rasul-rasul.
Taatilah mereka selama membawa kepada tauhid yang benar dan membawa jalan terang bagi peradaban yang kalian sedang bangun.
Ayat. 2350
Terlarang bagi pengikut-pengikutmu dimasa depan mendirikan sebuah agama baru, sebab kitab Semesta datang untuk menyatukan agama dan kepercayaan dalam kesatuan tauhid Millah Ibrahim.
Sesuatu yang bengkok akan diluruskan, sesuatu yang samar akan menjadi terang benderang.
Begitulah Rahmat dan Kasih Sayang Tuhanmu yang selalu menyertaimu hingga akhir zaman.
Ayat. 2351
Jika antara mereka ada yang bertanya kepadamu, bagaimana cara membedakan antara ayat asli dan palsu, sedang kami tidak memiliki pengetahuan atasnya?.
Katakanlah kepada mereka, pesan Ilahi yang membawa Cahaya Kebenaran akan memiliki ruh, memiliki pesan damai dan cinta kasih bagi sesamamu.
Ayat yang tercemar pemikiran manusia dan hawa nafsunya adalah ayat-ayat yang mengajarkan untuk membunuh, memenggal, memancung mereka-mereka yang tak sejalan dengan apa yang mereka yakini.
Ayat. 2352
Ada tiga perkara yang membuat kalian diperbolehkan untuk membunuh, pilihan terakhir sekiranya tidak ada lagi jalan keutamaan damai, tiga perkara itu yakni:
- Saat bangsa kalian diperangi,
- Untuk mempertahankan dan menjaga kehormatan diri dan keluarga.
- Membela diri, tidak ada pilihan lain, selain membunuh atau terbunuh.
Jika tiga perkara itu terpenuhi, baginya terbebas dari hukum dan dosa, atas segala tindakan dan upaya pembunuhan yang dilakukannya.
Ayat. 2353
Dan ketika mereka menanyakan tentang ruh katakanlah, jasad memiliki ruh maka segalanya - jagad semesta - yang ada dalam dirimu akan berjalan dalam satu kesatuan wujud, jika ruh terlepas maka matilah jasad itu dan menjadi kaku, ruh seumpama udara yang kalian hirup, ada dan terasa namun tak dapat dilihat oleh kasat mata.
Begitulah perkara soal ruh, agar kalian tidak lagi saling mendebat dan saling bantah-membantah atasnya.
Ayat. 2354
Dan katakanlah kepada mereka yang tidak mengimani keberadaan Wujud-Ku,
Aku (Tuhan) ada sebelum segala sesuatu ada, dan sebelum kata "ada" itu ada.
Aku ciptakan makhluk sebagai bentuk persaksian bahwa Aku ada, dan atas kasih sayang Tuhanmulah pintu pengampunan akan selalu terbuka untuk kalian, mendekatlah kepadaKu dan kenalilah Aku sebagai Tuhan Semesta Alam, Yang Cahaya KemuliaanNya bersinar laksana Cahaya diatas Cahaya.
Ayat. 2355
Aku bukanlah Tuhan hasil pemikiran manusia, Aku adalah Aku.
Aku adalah Tuhan yang tak terjangkau oleh akal, melihatnya engkau akan mati.
Begitulah Cahya Keagungan-Nya, Kemuliaan yang tiada banding, jika bumi dan planet lainnya hanya setitik pasir, bagaimana dengan Wujud Tuhanmu?.
Maha suci Tuhanmu dari segala sekutu, Wujud yang berbeda dengan ciptaanNya, Wujud Kemuliaan yang tidak akan mampu terpikirkan oleh akal.
Ayat . 2356
Dalam keterbatasan akal dan spritual, mereka menertawakan dan mengejek kaum beriman, bahwa Tuhan dan pengajaranNya merupakan dongeng leluhur di masa lalu.
Maka katakanlah, leluhurmu mencari dan meresapi makna ketuhanan dalam segala keterbatasannya, namun leluhurmu itu tetap berusaha mencari dan mencari, dari pamahaman yang paling rendah, pemujaan atas ruh, benda-benda langit, memuja banyak Dewa Dewi, hingga menuju puncak pemahaman yakni nilai tauhid.
Maka kenalilah Tuhanmu, dan mendekatlah pada-Ku, karena tidak akan ada seorang utusan datang kepada kalian, jika kalian telah melenceng jauh dari nilai tauhid, menuhankan agama bukan Tuhan yang sejati.
Ayat. 2357
Untuk mengetahui kitab-kitab dan ayat-ayat yang terkandung di dalamnya merupakan pesan dari ilahi, setidaknya ada tiga perkara :
-Ayat -ayat dengan "Ruh dan nafas" Tuhan, sejatinya tidak akan mencederai akal sehat dan hati nurani, lembaran ayat-ayat yang memiliki nilai kemanusiaan dan cinta kasih.
- Ayat-ayatNya sudah pasti bersinergi dengan hukum-hukum alam yang mengikat sejak awal mula penciptaan. Terkecuali atas ijin Tuhanmu segala bentuk mukjizat diluar nalar pasti terjadi.
- Membawa dan mengajak manusia kepada pencerahan.
Ketika ketiganya ini tidak terpenuhi, besar kemungkinan kandungan didalamnya palsu.
Maka berlindung dan memohonlah kepada Allah semata, mintalah petunjuk Cahaya Kebenaran-Nya, yang benar itu benar, yang salah itu salah, karena Tuhanmu adalah sebaik-baiknya Pemberi Petunjuk.
Kitab Semesta
Ayat. 2358
Dan diantara kalian ada yang bersungut-sungut sambil berkeluh kesah, mengutuk diri sendiri dan berkata, Tuhan itu tidak adil, siang malam aku beribadah memuji-Mu namun aku tetap dalam kemiskinan dan kemalangan hidup.
Maka katakanlah kepada mereka, seimbangkanlah kebutuhan dunia dan akhiratmu, berusahalah sekuat tenaga sambil diiringi oleh doa, agar apa yang engkau lakukan bernilai ibadah di hadapan Tuhanmu.
Segala sesuatu memiliki kehendak bebas, kemudian barulah takdir tergenapi, kecuali tiga hal yang pasti menghampiri sebagai takdir yakni kelahiran, jodoh dan kematian.
Jodohpun bisa berbelok jika dilandasi oleh hawa nafsu, oleh sebab itu terjadi sebuah perceraian, hanya jodoh pilihan Tuhanlah yang kelak menemanimu di akhirat nanti, begitu juga dengan takdir jarak waktu antara hidup dan kematian pun bisa berubah, jika terjadi suatu peristiwa pembunuhan.
Ayat. 2359
Dan jika diantara mereka berkata dan bertanya kepadamu, engkau menyakini Tuhan tak terjangkau akal, namun mengapa masih mendebat dan meragukan mukjizat yang terjadi pada nabi dan rasul kami?.
Katakanlah kepada mereka, bedakan antara kebenaran dan pembenaran, kadang penafsiran manusia bisa saja salah, sebab bersumber dari akal yang terbatas, kemudian dalam keimanan buta kalian jadikan itu semua sebagai sebuah kebenaran umum, tidak ada tafsir tunggal yg menguasai suatu kebenaran, termasuk soal mukjizat-mukjizat dan firman dan ayat-ayat Tuhan, selalu ada peluang salah tafsir didalamnya maka berserah dirilah kepada Allah dan mintalah petunjuk kepadaNya, sebab Tuhanmu merupakan Sumber Kebenaran Yang Tak Terbantahkan.
Kitab Semesta
Ayat. 2360
Dan ketahuilah tidak ada satu manusia pun yang bisa membelah bulan, sebab hal demikian sesuatu yang mustahil, tidak sadarkah kalian bahwa perputaran bulan terkait dengan pasang surut air laut?.
Jika bulan bergerak satu derajat saja, maka bumi kan tergoncang dengan hebatnya, air laut akan menggulung dengan tingginya. (Keseimbangan alam akan terganggu).
Jika bulan pernah terbelah tentunya dilihat oleh banyak pasang mata dan tercatat dalam sejarah.
Apapun yang kalian yakini sebagai mukjizat, sesuatu yang terbelah di balik gunung, tentunya merupakan ilusi bayangan (optik), pantulan cahaya gerhana bulan yang berkaitan pada sudut pandang pengamatan mata seseorang terhadap bulan, dan dinding-dinding gunung disekitarnya.
Kitab Semesta
Ayat. 2361
Wahai para rabi dan orang-orang yang beriman, Allah, Elohimmu merupakan Tuhan yang memberikan pengajaran kepada umat-umatNya dengan cara yang mudah.
Janganlah kalian membuat daftar larangan Tuhanmu hingga ribuan larangan sebab mereka tidak akan dapat mematuhi keseluruhan larangan itu.
Ketahuilah larangan Tuhanmu terdiri dari tiga sifat larangan, bersifat mutlak, larangan yang bersifat sementara dan bersifat situasional, larangan-larangan yang tidak mengikat kepada seluruh umat dan perlintasan zaman.
Perintah dan larangan, yang mutlak kalian ikuti dan imani adalah loh batu Musa, sebab perintah itu ditulis oleh KuasaNya Yang Kudus.
Ayat. 2362
Bercerminlah dari kisah perjalanan Musa, jika tiba masanya kelak, saat terjadi peperangan dengan dasyatnya, untuk menghindari manusia dari kepunahan, maka kumpulkanlah mereka dalam keberagaman ras dan suku.
Selamatkan dan kumpulkanlah mereka dalam ruang bawah tanah, bahtera di laut, wahana di angkasa dan di atas bumi (orbit).
Berlakulah adil, sebab kalian dulu pernah diselamatkan oleh Tuhanmu melalui perantaraan Musa. Kini kalian menjadi Musa, melakukan dan memimpin eksodus bagi dunia.
Ayat. 2363
Kembalilah kembali ke darat, jika keadaannya telah membaik dan dapat ditinggali oleh para penerusmu.
Laksana Adam dan hawa, kalian akan memulai sesuatunya dari awal, maka janganlah lagi kalian saling bertikai dan tercerai berai, setelah cahaya petunjuk sampai kepada kalian.
Kitab Semesta
Ayat. 2364
Tebarkanlah benih-benih kebajikan di atas muka bumi. Berlakulah adil dan saling kasih mengasihilah diantara sesamamu.
Tumbuhkanlah tunas-tunas kecil itu agar menjadi pokok akar yang kokoh, yang dahannya tumbuh tinggi menjulang ke langit.
Hingga dedaunannya yang rimbun, dapat menaungi manusia dari panas teriknya kehidupan.
Ayat. 2365
Berhentilah melakukan kerusakan di muka bumi, janganlah hidup dalam keserakahan, bukankah bumi terlalu luas untuk diperebutkan oleh beberapa tangan?.
Berhentilah barang sejenak, lihatlah kedalam diri, biarkan bumi bernafas, berilah kembali sesuatu kepadanya, hidupkanlah kembali -atas segala apapun yang telah kalian ambil darinya.
Ayat. 2366
Betapa indah dan damainya, tatkala kakimu menginjak tanah dan hidungmu menghirup udara yang begitu bersih dan segarnya.
Apa yang kalian dapati di hari ini, belum tentu akan di dapati oleh orang-orang di masa depan.
Maka rawatlah tempatmu bernaung dengan kasih sayang nan tulus, layaknya engkau merawat anak-anak kehidupan di masa depan.
Kitab Semesta
Ayat. 2367
Wahai orang yang beriman, janganlah kalian beranggapan dan saling mendebat, bawa Firman telah menjadi manusia.
Dan beranggapan bahwa ia, bukan diciptakan dari tanah, bukan diciptakan dari nafsu melainkan Kalam ilahi, dan menganggapnya Firman yang telah menjadi daging.
Tidakkah kalian memperhatikan penciptaan Adam dan hawa?. Bukankah mudah bagi Tuhanmu menciptakan hal yang demikian itu?.
Maha Suci Allah, Tuhan yang berbeda dengan ciptaanNya.
Ayat. 2368
Tidaklah kalian saksikan bagaimana Ruhul Kudus membisikkan Cahaya Kebenaran kepadanya sehingga ia mampu menuliskan sesuatu (Kitab Semesta) yang orang kebanyakan tidak mampu melakukannya?.
Apakah Firman telah menjadi daging, telah menjadi manusia?. Maka bersihkanlah kitab-kitabmu dari pemahaman para bidat di masa lalu, sebab pengajaran yang demikian itu bukankah pengajaran yang alkitabiyah.
Ibrahim, Musa, Yesus , Muhammad,beserta para utusan-utusan di masa depan, selalu mengingatkan kepada kalian, jangan ada illah-ilah selain Allah, maka kembalilah kepada tauhid yang benar.
Ayat. 2369
Sebuah pemahaman di masa lalu bisa saja salah, namun Keesaan Allah adalah mutlak.
Maka kembalilah kepada ajaran tauhid yang benar, dan mudah untuk dipahami, bahwa Allah , Elohim , Adonai atau apapun kalian menyebutnya dengan beragam bahasa, bahwa Dia adalah Tuhan yang Esa, Tuhan bapak moyangmu Ibrahim.
Ayat. 2370
Jangan lagi kalian mengamini Tuhan dalam Taurat dan menyebutnya sebagai Bapa, Allah Tuhan kami yang esa, di lain kesempatan kalian menyebut Yesus sebagai Tuhan, dan beranggapan bahwa tuhan memiliki tiga sifat yang menjadi satu hakikat.
Ketahuilah Yesus hanya seorang utusan, sebagai pembawa berita.
Bersama dengan utusan-utusan lainnya di masa depan, selalu mengajarkan hal yang sama, jalan lurus kepada pemahaman tauhid seperti yang telah bapakmu Ibrahim ajarkan.
Ayat. 2371
Ketahuilah Aku berbicara kepada utusan-utusan Ku dengan suara yang lembut, pengajaran yang penuh dengan kedamaian, hikmat dan Cahaya Terang.
Kalian menyebutnya dengan Ruhul Kudus, karena jika Aku berbicara dengan hakikat yang sebenarnya, maka hancurlah semesta beserta seisinya, sebab tak ada makhluk yang mampu menerima Cahaya Kemuliaan- Nya.
Aku akan terus berfirman, maka kitab suci yang sejati yang tak memiliki batasan ayat adalah lembaran kitabNya yang ada di alam raya ini, tulislah jika kalian mampu, dan berilah mereka gelar nabi dan rasul jika ajarannya membawa pesan tauhid yang benar, sebab mereka bisa membaca dan menulis, sesuatu- yang orang biasa tak mampu untuk melakukannya.
Ayat. 2372
Wahai orang yang beriman ingatlah selalu FirmanKu ini, ada pengajaran di masa lalu yang pengajaran Tauhid dan kitabnya memiliki kebenaran, namun kitab inipun pada akhirnya memiliki kandungan pemikiran manusia.
Ada pengajaran yang benar, namun dalam perjalanan waktu, pengajaran Tauhidnya jauh dari nilai kebenaran.
Ada yang bertauhid dengan benar, namun pengajarannya menyimpang, penuh dengan kekerasan.
Maka telitilah agama-agama yang kalian anut, pelajarilah, maka Cahaya Kebenaran akan sampai kepada kalian, teruslah mencari jalan kebenaran, maka kalian akan senantiasa memiliki Cahaya iman, yang akan selalu berpendar dan membawa damai di hati kalian.
Ayat. 2373
Wahai orang-orang yang beriman, ketahuilah FirmanKu membawa damai, suka cita dan kebaikan dalam hidup.
Mustahil bagi-Ku, mengajarkan kepada kalian permusuhan, untuk saling membenci, saling bunuh-membunuh kepada mereka-mereka (umat) yang tak sejalan.
Bukankah mereka yang tak sejalan, merupakan umatKu juga?.
Bukankah atas Rahmat dan kasih sayang dari Allah Tuhanmu, segala dosa dapat diampuni?.
Bukankah segala amal baikmu, tidaklah cukup menutupi segala dosa-dosamu?.
Maka berbaik sangkalah kepada Tuhanmu, dan memohon ampunlah atas dosa yang telah kalian perbuat, sebab Tuhanmu Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.
Ayat. 2374
Wahai orang-orang yang beriman, tuntutlah ilmu, sebab kebenaran tidak terkurung dalam kebodohan melainkan Cahaya Terang.
Bagaimana kalian akan menemukan jalan kebenaran jika kalian hidup dalam keimanan buta, hanya sekedar beriman dalam gelap, meninggalkan nalar sebagai anugerah dari Sang Pencipta?.
Ayat. 2375
Hanya dengan ilmu, kalian dapat memahami hukum-hukum ketetapanKu yang ada di alam semesta ini.
Hanya dengan ilmu kalian akan mampu memahami rahasia penciptaan dan takjud akan Daya KreasiNya Yang Tanpa Batas.
Maka beragama dan milikilah kepercayaan dengan akal, sebab dengan akal, kalian dapat memilah-milah mana ajaran benar, mana ajaran yang palsu.
Mintalah Petunjuk-Nya, sebab Dia merupakan Tuhan Yang Maha Pemberi Petunjuk.
Kitab Semesta
Ayat. 2376
Wahai orang-orang yang beriman, ujilah kebenaran kitab-kitab kalian.
Pernahkah kalian pikirkan sesuatu yang kalian anggap kitab paling suci, paling benar dan paling lengkap, namun masih memperbolehkan hukum perbudakan?, bukankah seharusnya perbudakan itu telah terhapus karena tidak sejalan dengan hukum-hukum universal?.
Mungkinkah Tuhanmu Yang Maha Adil namun mengambil dan meniru hukum bar-bar moyangmu di masa lalu, kemudian menjadikannya landasan hukum dan moral bagi sesamamu?.
Maha Suci Tuhanmu dari segala kelemahan itu, Dia Tuhan Yang Maha Sempurna jauh dari nilai-nilai yang dangkal, seperti yang manusia pikirkan.
Ayat. 2377
Buatlah tatanan nilai hukum dengan etika peradaban yang sesuai dengan zamannya, jadikanlah kitab suci sebagai ruh, nafas bagi undang-undang yang kalian buat.
Janganlah lagi ada perkataan; "Potonglah tangan para pencuri, rajamlah para penzina! ", sebab hukum Tuhan berkembang seiring kemajuan zaman.
Ayat. 2378
Ketahuilah setiap hukuman yang jatuh memberikan rasa jera dan pesan moral:
Jadilah orang baik, beralihlah ke jalan yang benar, bukan menghukum para pendosa dan membuat mereka teraniaya dan cacat sepanjang hidupnya, seolah tidak ada kesempatan kedua bagi mereka, untuk menjadi manusia yang baru, menjadi manusia yang lebih bernilai di mata masyarakat dan Tuhannya.
Ayat. 2379
Wahai orang-orang yang beriman, sekiranya terjadi peperangan diantara kalian, maka jaga dan hormatilah mereka-mereka yang kalah di medan perang.
Janganlah kalian jadikan perempuan-perempuan mereka sebagai budak nafsu, yang kalian bisa nikmati sekehendak hati kalian, sebab yang demikian itu merupakan ajaran yang menyimpang dari jalan kebenaran.
Berilah mereka hidup sekiranya mereka telah menyerahkan diri, lindungilah kaum tua, perempuan dan anak-anak.
Hiduplah dalam damai, berkasih sayanglah diantara sesamamu, sebab begitulah pengajaranNya.
Ayat. 2380
Dan jangan lagi ada perkataan keji Tuhanmu meminta jatah harta rampasan perang, sebab Tuhanmu sudah Maha Kaya, mustahil bagiNya meminta jatah rampasan perang, terlebih harta-harta rampasan itu diraih dengan darah dan airmata.
Maka bertobatlah, kembalilah kepada ajaran Allah yang sejati, ajaran yang penuh kebaikan dan cinta kasih, bukan ajaran menyimpang, yang seolah pengajaran itu berasal dari-Nya.
Kitab Semesta
Ayat. 2381
Bila daerah kalian tertimpa sebuah bencana, maka bersabarlah, sebab Allah bersama dengan orang-orang yang sabar.
Janganlah menjauh dari Rahmat Allah, mendekatlah kepadaNya, karena dibalik kesusahan dan kemalangan hidup, Tuhanmu hendak mengujimu dengan keimanan juga kesabaran.
Ayat. 2382
Bersyukurlah atas takdir baik ataupun buruk yang menimpa atas dirimu, sesungguhnya tidak ada takdir yang buruk, sebab Tuhanmu Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang, dibalik sesuatu yang kalian benci sesungguhnya Rahmat Allah akan menghampirimu, jikalau engkau mampu mengambil hikmah dan mampu bersyukur, dalam segala yang terjadi dalam hidupmu.
Berserah dirilah hanya kepada-Nya, kepada Allah Tuhanmu, Sang Maha Penggenggam Hidup.
Ayat. 2383
Saling tolong-menolonglah dalam kebaikan dengan hati yang ikhlas, tanpa memandang ras dan agama, semata karena berharap ridho ilahi.
Janganlah kalian mengecilkan arti pemberian dari umat-umat lainnya, jagalah kehidupan yang harmonis dan damai antar sesama umat beragama, sebab kalian merupakan umat yang satu.
Ayat. 2384
Rekatkanlah ikatan persaudaraan diantara kalian, sekalipun kalian berbeda keyakinan, karena kalian merupakan umat dari rahim yang satu, anak-anak tauhid dari bapakmu Ibrahim.
Ayat. 2385
Bersatulah dalam ikatan tauhid Millah Ibrahim, masuklah ke dalam kerajaanNya yang kekal, janganlah kalian terpecah belah dalam beragam keyakinan agama dan menyembah berbagai macam jenis Tuhan.
Kenalilah Aku sebagai Tuhan Yang Esa, jangan ada lagi ilah-ilah lain dihadapan-Ku.
Kitab Semesta
Ayat. 2386
Waktunya kian dekat, maka izinkanlah Bani Israil untuk membangun kembali bait Allah yang telah hancur.
Janganlah lagi kalian saling bermusuhan, sebab kalian merupakan umat yang satu.
Berkurbanlan persembahan yang terbaik di atas mezbah diatas api ukupan, bagi YHWH, Tuhan Semesta Raya, Penguasa Jaga Raya.
Ayat. 2387
Geserlah bangunan diatasnya, ketempat yang juga mulia, jangan sampai ada satu bongkah batu yang rusak ataupun terlepas darinya.
Maka bangunlah kembali bait suci itu, bait Allah, kuil dimana Sulaiman pernah bertahta.
Ayat. 2388
Dua bangunan saling berdampingan, laksana sepasang pengantin yang menanti datangnya Sang Pembebas.
Maka genapilah segala nubutan itu, maka dirikanlah kembali bait suci Allah, sebab KerajaanNya yang penuh keagungan akan memancar dari Yerussalem, tanah perjanjian , tanah suci tempat kelahiran para nabi-nabi.
Ayat. 2389
Siapapun yang menentang pendirian bait Allah, maka ia telah menjadi musuh Allah, dan keluar dari ikatan tauhid Millah Ibrahim.
Hentikanlah segala permusuhan dan berbagai tipu daya, sesungguhnya kalian bersaudara, anak-anak pewaris tauhid Ibrahim.
Ayat. 2390
Dan janganlah kalian wahai kaum rohaniawan menipu umat, dan membakar mereka dengan api permusuhan, yang sesungguhnya permusuhan abadi itu tidak pernah ada, selain kebencian yang diwariskan dari satu generasi ke generasi lainnya.
Maka taatlah kepada kehendak Allah dan jadilah umat yang mampu hidup dalam damai, bersanding dengan umat lainnya.
Karena begitulah janjiKu pada Ibrahim, anak keturunannya akan sebanyak bintang di langit dan Kuberkahi mereka dengan Cucuran Rahmat dan Kasih sayangKu.
Kitab Semesta
Ayat. 2391
Kitab yang termeterai itu (Kitab Semesta) kini telah terbuka, lembaran-lembaran itu laksana api yang menerangi jiwa.
Mata ruhani yang buta kini dapat melihat.
Bangsa ini telah menerima berkat dan api pencerahan, mereka tidak lagi beribadah berdasar hafalan kosong tanpa makna, melainkan peribadatan yang memiliki ruh dan Cahaya Kebenaran.
Ayat. 2392
Maka bacalah lembaran kitab-kitab ini dengan mata bathin yang bersih, singkirkan segala keegoan dalam diri kalian, terimalah kitab ini sebagai kitab induk dari segala kitab.
Ayat. 2393
Berhentilah menjadi budak-budak keagamaan, raihlah pencerahan bathin, janganlah kalian melaksanakan rutinitas peribadatan berdasar perintah manusia, melainkan perintah Tuhan.
Ayat. 2394
Lihatlah tanda-tanda di sekitar kalian, bukankah langit telah menampakkan berbagai tanda yang tak wajar, tidakkah kalian memikirkan hal yang demikian itu?.
Ayat. 2395
Sekumpulan domba melakukan tawaf selama 12 hari, seperti dia yang memiliki murid, mereka (domba-domba melakukan tawaf) manyatu dalam kesatuan tauhid, maka dirikanlah bait Allah sesegera mungkin karena waktunya akan segera tiba.
Sang pembebas, imam dan raja akan segera datang.
Janganlah lagi ada permusuhan di antara kalian, sebab kalian merupakan anak-anak keturunan pewaris tauhid dari bapakmu Ibrahim.
www.kitabsemesta.com
Kitab semesta ( www.kitabSemesta.com )
Ketika engkau membaca sebuah kitab suci, Tuhan seolah berhenti berbicara kepada umatnya pada ayat-ayat yang terakhir.
Namun ada sebuah kitab yang halaman-halamannya tak pernah ada habis-habisnya untuk dibaca , seolah Tuhan hendak selalu berdialog dengan kita, sebuah samudra ilmu tanpa batas.
Itulah yang dinamakan kitab semesta.
Sebuah kitab universal yang mengajarkan hikmah kepada manusia yang beriman; belum ataupun yang tak beriman
www.kitabsemesta.com
